Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Dataran Selatan Berdarah


__ADS_3

Pasukan kegelapan muncul dari timur dataran selatan yaitu kota Shu Sang, kemunculannya yang sangat tiba-tiba membuat para penduduk maupun para pendekar terkejut.


Sebab kemunculan pasukan kegelapan yang dibarengi dengan angin kencang, membuat para penduduk menyangka bahwa itu hanya badai angin saja.


Namun justru angin kencang itu adalah pertanda bahwa ajal mereka sudah datang, kemunculan pasukan kegelapan seakan memporak-porandakan semuanya.


Pembantaian pun terjadi tanpa pandang bulu baik yang kecil, muda maupun tua semuanya dibantai habis-habisan.


Hingga kabar penyerangan di kota Shu Sang yang dilakukan oleh pasukan kegelapan, terdengat sampai di telinga raja dataran selatan itu yang bernama Tang San. "Apa!! Pasukan kegelapan datang menyerang kota Shu Sang."


Tanpa pikir panjang raja Tang San segera memerintahkan para pendekar-pendekar kerajaan untuk memimpin pasukan, agar segera menyambut penyerangan yang dilakukan pasukan kegelapan.


Pasukan kegelapan tak tanggung-tanggung mereka membakar rumah-rumah warga, yang didalamnya masih dihuni. "Bakar dan habisi semuanya.." Teriak Panglima Kera.


Seluruh panglima ikut turun tangan menghadapi para pendekar-pendekar yang ada, namun tetap saja jarak kekuatan anatara keduanya masih terbilang cukup jauh.


Panglima kegelapan merasa lawan-lawannya adalah pendekar lemah, hanya dengan beberapa kali serangan dan satu kali mengeluarkan jurus beberapa pendekar sudah banyak yang tewas. "Hahaha.. Lama aku tidak sebahagia ini." Ujar Panglima Kera.


Namun tidak lama kemudian para pendekar kerajaan hadir, sekitar 15 pendekar yang hadir mereka berada pada tingkatan bumi dan langit.


Dengan berdiri mengelilingi para pasukan kegelapan, 15 pendekar kerajaan langsung membuat array pembunuh yang membuat beberapa pasukan kegelapan seketika hangus terbakar api.


"Ohh.. Rupanya ada kecoa yang barusan datang" Ujar Panglima Beruang.


Dengan cepat Panglima Beruang melesat menghampiri salah satu pendekar kerajaan, namun gerak-gerik dari Panglima Beruang dapat terbaca oleh mereka.


Sehingga dalam sekejap para pendekar kerajaan sudah mengubah bentuk formasi mereka. "Formasi Rasi Bintang." Teriak para pendekar kerajaan secara bersamaan.


Panglima Beruang terlalu meremehkan para pendekar kerajaan, sehingga dia tidak memahami atas susunan formasi yang dibuat.


"Ada apa ini?? Mengapa tubuhku tak dapat digerakkan sama sekali." Panglima Beruang nampak kesulitan untuk bergerak, bahkan lama-kelamaan tenaga dalamnya pun ikut melemah. "Mengapa aku merasa sangat lemah sekali."


Dua Panglima kegelapan melihat Panglima Beruang yang terperangkap formasi rasi bintang, secara cepat bergerak untuk membantu Panglima Beruang.


Dengan masing-masing memilih untuk menyerang salah satu dari pendekar kerajaan yang ditingkat bumi, serangan dari dua panglima yaitu Panglima Laba-laba dan Panglima Gajah.

__ADS_1


Panglima Laba-laba memilih menyerang menggunakan perangkap jaringnya, dalam sekali serang membuat salah satu pendekar kerajaan ditingkat bumi terlilit akan jaringnya. "Stabilkan formasi, bentuk trio formasi ." Teriak salah satu pendekar kerajaan.


14 Pendekar kerajaan membentuk tiga kelompok formasi, dengan masing-masing terdiri dari dua diantaranya lima orang dan satunya empat orang.


Saat mereka mengetahu bila salah satu rekannya terlilit jaring Panglima Laba-laba, secara cepat mereka kemudian mengubah formasi selanjutnya.


Para pendekar kerajaan yang awalnya dalam satu formasi, kini mereka merubah menjadi tiga kelompok untuk membuat trio formasi.


Setelah target terkunci barulah formasi diaktifkan, ternyata para pendekar kerajaan sudah mahir dalam sebuah formasi.


Mereka secara rapih mengincar kedua panglima kegelapan, dan mengurungnya dalam formasi. "Haha.. Ingin menyerangku dengan formasi seperti ini!!" Ujar Panglima Laba-laba.


Tak mau kalah walaupun Panglima Laba-laba telah terperangkap dalam trio formasi, namun ternyata Panglima Laba-laba pun juga mahir dalam susunan formasi.


Panglima Laba-laba membentuk bola-bola sedang menggunakan jaringnya, setelah itu melemparkannya keudara. Sebuah formasi jaring pun muncul dari atas tepat mengenai kelima pendekar kerajaan yang membuat formasi untuk Panglima Laba-laba.


Jaring formasi dalam sekejap sudah melilit mereka. "Hahaha.. Ingin bermain-main denganku, baik akan aku tunjukan kekuatan dari formasi milikku."


Kelima pendekar kerajaan yang terlilit jaring mencoba untuk melepaskannya, bagi tiga pendekar ditingkat langit sedikit kesulitan namun tetap berhasil melepaskan lilitan jaring.


Kelebihan dari Panglima Laba-laba bukan hanya dapat membuat perangkap, akan tetapi juga dapat menyerap energi kekuatan dari lawan, bila terlilit oleh jaringnya. "Sungguh luar biasa efek dari dua pendekar ditingkat bumi ini." Ujar, Panglima Laba-laba.


Sedangkan Panglima Gajah yang merasa terperangkap trio formasi sedikit mengalami kesulitan, namun setelah ditingkatkan kekuatannya.


Hanya dengan hentakan kaki seketika formasi yang mengekangnya dapat diatasi, para pendekar kerajaan terguncang dan terpecah konsentrasinya yang menyebabkan formasi tersebut hilang.


"Ternyata para panglima kegelapan tak bisa diremehkan." Ujar, salah satu pendekar kerajaan ditingkat langit.


Berbeda dari Panglima Laba-laba dan Panglima Gajah, Paglima Beruang yang sedari awal telah terkuras tenaga dalamnya saat terperangkap formasi.


Kini ditambah trio formasi semakin membuat Panglima Beruang tersudut. "Dasar Beruang Ceroboh." Gumam Panglima Gajah.


Panglima Gajah kembali menghentakkan kakinya, dengan kekuatan hentakan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Duuuaaaarrrr...

__ADS_1


Hentakan kaki Panglima Gajah membuat tanah yang diinjaknya menampakkan keretakan, menjalar mengarah pada kelima pendekar kerajaan yang mengurung Panglima Beruang dengan formasi.


Seketika para pendekar kerajaan terpental bersamaan dengan menghilangnya formasi tersebut, secara cepat Panglima Beruang diselamatkan oleh Panglima Gajah. "Dasar tak berguna.." Ujar, Panglima Gajah mengejek Panglima Beruang.


Segera Panglima Beruang mengambil posisi duduk untuk menstabilkan tenaganya yang terkuras, sedangkan Panglima Laba-laba kembali mengeluarkan jaring laba-labanya.


Secara cepat jaring Panglima Laba-laba berhasil melilit tiga dari pendekar kerajaan di tingkat bumi dan langit, akan tetapi karena kekuatan dari pendekar langit yang cukup kuat.


Sehingga dirirnya dapat mudah melepaskan dari lilitan jaring laba-laba milik Panglima Laba-laba. "Hemmm.. Cukup lumayan." Gumam Panglima Laba-laba.


Di satu sisi Panglima Beruang yang sedari tadi mengambil posisi duduk untuk menstabilkan kekuatannya, kini sudah kembali kekondisi sebelumnya. "Manusia sialan."


Panglima Beruang melesat menghampiri Panglima Gajah. "Aku kira kau akan tertidur untuk selamanya." Ujar Panglima Gajah.


"Apa kau menginginkan hal yang demikian?" Ujar, Panglima Beruang sedikit emosi.


"Hahaha.. Aku kira begitu." Jawab Panglima Gajah dengan santainya.


"Sialan.. Lalu untuk apa kau menolongku?"


"Haha.. Aku hanya tidak mau kau mati dengan cara seperti itu." Ujar, Panglima Gajah.


"Apa maksudmu?" Panglima Beruang nampak heran dengan perkataan Panglima Gajah.


"Aku merasa senang bila kau mati dengan tubuh yang tercerai-berai."


"Sialan kau Gajah." Panglima Beruang tak tahan lagi yang secara cepat menyerang Panglima Gajah, namun karena kondisi Panglima Beruang belum sepenuhnya pulih.


Hingga sangat mudah bagi Panglima Gajah untuk menebak arah serangan dari Panglima Beruang. "Sudah bosan hidup kau rupanya?" Panglima Gajah hendak mengarahkan senjatanya yang berbentuk kapak dari taring gajah.


Namun terdengar suara yang membuatnya tak jadi melakukannya. "Hentikan kalian berdua.. Bukan saatnya kalian untuk berkelahi satu sama lain."


Ternyata suara tersebut berasal dari Panglima Laba-laba yang dengan cepat melilitkan jaringnya, untuk menahan Panglima Gajah dan Panglima Beruang.


.....

__ADS_1


__ADS_2