
Walikota Tian Long sudah melesat maju terlebih dahulu sebelum Qin Xua selesai bicara. "Ah paman.." Qin Xua sedikit jengkel sebab dirinya seolah tidak diperbolehkan turun tangan sendiri.
Walikota Tian Long mengarahkan pukulan keras kearah salah satu mata-mata, namun mata-mata satunya segera mengahlangi Walikota Tian Long menggunakan senjata yang diayunkan kearahnya.
Sehingga Walikota Tian Long hanya dapat menghindari serangan pedang yang hampir saja mengenainya. "Cukup cepat juga rupanya."
Walikota Tian Long kembali maju menyerang, kali ini terlihat penuh dengan keyakinan dari setiap gerakannya.
Hingga beberapa kali ketiganya sudah saling beradu serang hingga bahkan beberap jurus mereka keluarkan, namun tetap saja bagi Walikota Tian Long itu perkara mudah.
Berulang-ulang ayunan senjata dari kedua mata-mata dapat dengan mudah Walikota Tian Long hindari, tak sedikit pula serangan Walikota Tian Long yang dapat ditahan oleh kedua mata-mata tersebut.
Dua mata-mata nampak sedikit kualahan menghadapi Walikota Tian Long. "Hah!! Hanya segini saja kemampuan kalian! Lebih baik suruh pimpinan kalian segera angkat kaki dari kota ini."
Walaupun pertarungan terlihat imbang, namun dari sisi mata-mata terlihat jelas menampakkan kelelahan, berbeda dengan Walikota Tian Long yang masih terlihat energik.
"Ternyata cukup sulit juga untuk menghadapi si tua didepan kita ini." Salah satu mata-mata sedikit tak mempercayai bahwa jurus-jurus mereka berdua tak mempan terhadap Walikota Tian Long.
"Apa sebaiknya kita melarikan diri saja?" Ucapan spontan terlontar dari kawan mata-mata satunya.
"Sebaiknya begitu, yang penting kita sudah mengetahui bahwa mereka berencana meninggalkan kota."
"Baiklah bila itu keputusannya, saat ada kesempatan secepatnya kita meninggalkan tempat ini."
Tak pernah terduga oleh kedua mata-mata saat mereka berdua sedang sibuk berbisik-bisik satu sama lain, justru Qin Xua sudah berada tepat dibelakang mereka.
Sebelumnya saat Qin Xua meminum pil Esensi Darah pemberian Yin Feng, dirinya merasakan beberapa hawa sedang mengalir didalam tubuhnya.
Sensai panas dan dingin bersatu seolah menyejukkan tubuh dan jiwanya, namun saat itu Qin Xua belum mengetahui manfaat serta kegunaaan dari meminum pil Esensi Darah tesebut.
Baru kejadian kali inilah dengan tak sengaja saat tangan Qin Xua hendak mengarahkan pukulan pada kedua mata-mata, sensasi dingin terasa pada telapak tangannya.
__ADS_1
Dan disaat pukulan itu mengenai tubuh mata-mata, tiba-tiba tubuh keduanya secara cepat langsung membeku. "Apa!! Bagaimana ini bisa terjadi?"
Dari wajah Qin Xua menampakkan kebingungan yang mendalam, dirinya tak menyadari bahwa efek dari pil Esensi Darah akan langsung berguna bagi dirinya.
Yang mana pil Esensi Darah tersebut adalah setetes esensi dari darah Yin Feng, secara tidak langsung sudah mewakili tiga elemen yang telah Yin Feng kuasai.
Namun sejatinya tiga elemen yang dimiliki Qin Xua saat ini, tidak dapat menyamai pemilik asli dari tiga elemen tersebut.
Walaupun demikian tetap saja bila esensi darah dari Yin Feng menyatu dengan tubuh bintang keabadian yang dimiliki Qin Xua, kekuatan dari tiga elemen itu tidak kalah hebat dari milik Yin Feng bila terus-terusan dilatih.
Dalam sekejap dua mata-mata membeku menjadi patung, Qin Xua masih bingung dengan terus-terusan memandangi tangan serta seluruh tubuhnya.
Sama halnya dengan Walikota Tian Long yang terkejut menyaksikan keponakannya dapat mengeluarkan elemen es, padahal sebelumnya tak pernah ada bibit didalam tubuh Qin Xua yang menunjukan adanya esensi dari elemen es.
"Qin er!! Sejak kapan kamu mempelajari elemen es?" Walikota Tian Long mencoba menanyakannya langsung pada Qin Xua, perihal elemen es tersebut.
"Aku pun tak begitu faham paman." Perkataan serta ekspresi Qin Xua menunjukkan bahwa dirinya memang benar-benar tak mengetahui tentang elemen es yang dikeluarkannya.
"Benar paman, namun saat itu.." Sejenak Qin Xua termenung mengingat saat-saat dirinya berada sekamar dengan Yin Feng, hingga sampai keesokan harinya saat keduanya bertemu.
Lalu Yin Feng menyerahkan sebuah pil kepada Qin Xua. "Apa mungkin karena pil pemberian kak Yin Yin itu?" Qin Xua masih dalam keadaan terdiam.
Melihat Qin Xua malah terdiam akhirnya perkataan Walikota Tian Long menyadarkan Qin Xua. " Apa yang sedang kau ingat Qin er?"
"Ah.. Iya paman aku ingat setelah Qin er meminum pil pemberian kak Yin Yin, tubuh Qin er terasa seperti banyak esensi energi yang masuk."
"Hemm.. Tidak salah lagi mungkin pil itu lah penyebab dirimu memiliki elemen es terswbut." Kali ini giliran Walikota Tian Long yang terdiam, seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Sebenarnya pil apa yang telah Yin Feng berikan pada Qin er? Mengapa hanya meminum pil tersebut Qin er dapat memiliki elemen es?"
Dalam fikiran Walikota Tian Long masih bertanya-tanya seolah ingin sekali mengetahui nama serta kasiat dari pil pemberian Yin Feng. "Ah, sebaiknya nanti aku tanyakan saja langsung pada Feng er."
__ADS_1
"Paman.." Panggilan Qin Xua yang menyadarkan Walikota Tian Long dari lamunannya. "Mengapa kini giliran paman yang terdiam? Sebenarnya apa yang sedang paman fikirkan?"
"Ah.. Tidak ada, paman hanya penasaran saja terhadap pil itu."
"Ohh.. Kalau itu lebih baik paman tanyakan saja langsung pada kak Yin Yin." Qin Xua menyarankan Walikota Tian Long agar langsung bertanya pada Yin Feng, bila ingin mengetahui lebih banyak dari pil tersebut.
Walikota Tian Long kemudian mendekati dua mata-mata yang telah membeku. "Persis sekali seperti halnya Feng er dahulu, saat turnamen."
Saat Walikota Tian Long mencoba untuk menyentuhnya baru jari telunjuk yang menempel, tiba-tiba patung es dua mata-mata menjadi hancur. "Waah.." Walikota Tian Long cukup terkejut.
**
Sedangkan disisi lain Yin Feng dan paman Dou Han yang telah terhenti langkah kakinya, membalikkan badan. "Sebaiknya biar saya saja yang menghadapi mereka paman." Yin Feng menyuarakan niatnya yang ingin segera menghabisi dua mata-mata.
"Baiklah.." Paman Dou Han mempersilahkan Yin Feng untuk memenuhi keinginannya itu.
"Hanya kau sendiri mau menghadapi kami!!" Salah satu mata-mata angkat bicara.
Ternyata dua mata-mata yang mengejar Walikota Tian Long dan Qin Xua masih ditingkat bumi, sedangkan dua mata-mata yang sedang Yin Feng hadapi pada tingkatan langit.
"Aku tak perlu berbasa-basi, sebaiknya kalian berdua segera mengatakan apa keinginan terakhir." Yin Feng cukup percaya diri kali ini.
"Banyak omong." Segera kedua mata-mata maju menyerang bersamaan, menggunakan senjata masing-masing.
Yin Feng yang sudah siap tak ingin bermain-main, dengan beberapa kali menghindari serangan demi serangan dua mata-mata, dirinya cukup melihat celah keduanya.
Dengan cepat tangan Yin Feng menghantamkan ketanah berniat mengunci dua mata-mata menggunakan elemen tanah, cukup cepat reflek dari salah satu mata-mata dengan melompat menjauh.
Namun satunya lagi berhasil terhimpit elemen tanah milik Yin Feng. "Tak ku sangka kau cukup mempuni bocah." Salah satu mata-mata yang berhasil menghindar tak mengira bila Yin Feng ternyata cukup tangguh.
........
__ADS_1