Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Batu Komunikasi


__ADS_3

Yin Feng berencana meningkatkan mutu dan kualitas para murid perguruan Macan Putih dengan menyuplai berbagai pil dan ramuan, tentu saja ada persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.


Pada malam itu Yin Feng memerintahkan para murid perguruan Macan Putih untuk dapat berkumpul di aula.


Sebelum itu Yin Feng memerintahkan kepada Lou Rin, Xio Ning er serta Qin Xua untuk membagikan pil yuan kualitas tinggi pada semua murid perguruan.


Setelah semua murid masing-masing mendapatkan satu pil barulah Yin Feng menyuruh mereka meminumnya.


"Sekarang aku minta kalian minum pil tersebut!"


Masing-masing murid menuruti perintah Yin Feng untuk meminum pil yuan, seketika mereka langsung mengambil posisi duduk bersila untuk menyerap kasiat dari pil yuan.


Tanpa disangka Heiun dan Heiuni hanya membutuhkan waktu dua jam untuk dapat menyerap pil yuan, dan mereka berdua langsung menerobos dua tingkatan.


Kini mereka berdua sudah mencapai tingkat bumi tahap dua, sedangkan murid yang lainnya lima jam baru dapat menyerap pil yuan.


Bahkan ada dua murid membutuhkan enam jam untuk menyerap kasiat pil yuan, dan kini seluruh murid sudah berhasil mencapai tingkat raja.


"Bagimana perasaan kalian setelah meminumnya?" Yin Feng langsung menanyakan pada para murid.


Salah satu murid langsung menjawab. "Ini sungguh sangat luar biasa ketua! Bahkan aku bisa merasakan kekuatanku naik cukup drastis."


"Iya benar, aku pun demikian bahkan tak ku sangka setelah menyerap pil yuan aku bisa naik hingga dua tingkat sekaligus."


"Apakah kalian semua ingin terus mendapatkan sumber daya untuk kultivasi?"


"Jika ketua bertanya demikian, mana mungkin kami semua tidak berminat."


"Tenang saja mulai sekarang barang siapa yang bisa mencapai tingkat bumi dalam jangka waktu dua tahun, maka kalian berhak mendapatkan semuanya."


"Semuanya!! Maksud ketua bagaimana?"


"Kalian berhak mendapatkan sumber daya untuk kultivasi, berhak memasuki batu prasasti, berhak memilih kitab jurus di perpustakaan serta berhak memilih senjata di ruang senjata."


"Waaahh.. Aku jadi sangat bersemangat."


Semua murid yang mendengarnya tidak ada yang tidak bersemangat, semuanya menjadi sangat berkeinginan untuk bisa mencapai tingkat bumi dalam dua tahun.


"Bagus semuanya sangat bersemangat. Dan untuk Heiun dan Heiuni karena kalian sudah berhasil mencapai tingkat bumi, maka kalian berdua diperbolehkan memasuki batu prasasti untuk berlatih, dan juga kalian berhak memasuki perpustakaan serta berhak memilih senjata di ruang senjata."


Setelah itu Yin Feng kemudian kembali ke kamarnya dan mencoba mengeluarkan batu komunikasi yang didapatnya dari tangan pembunuh bayaran.


"Aku ingin melihat bagaimana cara batu ini bisa mengirim dan menerima berbagai pesan."


Yin Feng menerawang kedalam batu komunikasi, ternyata didalam batu tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi, melainkan juga dapat merekam kejadian maupun suara.


"Pantas saja jika batu ini pecah maka semua isi didalamnya akan otomatis terkirim ke batu yang lain."


Yin Feng berusaha menggali informasi yang tersimpan dalam batu komunikasi tersebut, dan dirinya kemudian mendapati bahwa para pembunuh bayaran mendapat perintah langsung dari Mio Jie, untuk membereskan dirinya.


"Tidak salah lagi! Ternyata dugaanku benar. Kau tunggu saja kedatanganku!"


Setelah mengetahui semua informasi didalam batu komunikasi, Yin Feng pun seketika langsung menghapus apa yang terekam dalam batu tersebut.


Dan menggantinya dengan informasi ataupun kejadian yang justru akan membuat Mio Jie mendatangi Yin Feng.


Selesai Yin Feng mengganti semua informasi yang ada dalam batu komunikasi, barulah saat itu juga Yin Feng mulai menghancurkan batu tersebut.


"Hehe.. Saatnya memberikan dia pelajaran!" Yin Feng langsung menghilang dan muncul kembali di pintu masuk kota Tian Jien.


Tempat yang digambarkan pada batu komunikasi ternyata tidak begitu jauh dari kota Shu Fu, namun bila dari kota Tian Jien cukup memerlukan beberapa jam saja.

__ADS_1


Akan tetapi berkat kecepatan maksimal yang dikerahkan Yin Feng, dirinya tak memerlukan banyak waktu, hanya beberapa menit saja.


Setelah batu komunikasi dihancurkan oleh Yin Feng secara otomatis informasi didalamnya langsung terkirim ke batu komunikasi yang berada ditangan Mio Jie.


Dikediaman Mio Jie.


"Hahaha.. Memang sangat bisa diandalkan."


Mio Jie sangat bahagia saat melihat informasi kejadian yang terekam dari batu komunikasi milik pembunuh bayaran.


"Mereka membawa tubuh master Feng dan kunci yang ada bersamanya telah mereka ambil! Hahaha.. Tak ku sangka ternyata master Feng hanya ahli dalam alkemis saja."


Tanpa curiga sedikit pun segera Mio Jie langsung keluar dari rumahnya dan menuju tempat dimana informasi didalam batu komunikasi tujukan.


Sesampainya disana ternyata apa yang digambarkan pada batu komunikasi memang benar adanya.


"Haha.. Kerja bagus! Tidak sia-sia aku membayar kalian dengan harga tinggi."


Mio Jie mendekat kearah dimana Yin Feng tengah tergeletak ditanah dengan keadaan bersimbahkan darah.


"Lalu mana kunci kuno yang kalian ambil? Dan juga kalung yang dikenakannya biar aku yang simpan." Mio Jie langsung bertanya ke intinya.


"Eitt.. Tunggu dulu tuan! Mana bayaran yang telah kau janjikan pada kami."


"Hehe.. Tenang saja aku sudah membawakannya." Mio Jie melemparkan sekantong koin emas kepada pembunuh bayaran.


"Hanya segini?? Ini masih terlalu sedikit dari resiko yang telah aku lalui."


"Itu semua koin emas yang telah kita sepakati! Jangan lancang kamu!"


"Hahaha.. Ingat kau disini sendirian, jangan sok berlaga kuat!"


"Hahaha.. Sangat bagus.. Jika bukan karena kami kau mungkin tidak akan mampu untuk mengalahkan anak itu."


"Hah! Jangan sombong kamu! Aku membayar kalian bukan karena aku tak mampu untuk membunuh anak itu, akan tetapi aku tidak mau mengotori tanganku hanya karena tidak ingin berurusan dengan alkemis bodoh."


"Haha.. Alkemis bodoh katamu!"


Tiba-tiba semua jelmaan manusia pembunuh bayaran serta Yin Feng menghilang, bergantikan sosok anak muda yang tengah berdiri dihadapan Mio Jie, menggantikan sosok pembunuh bayaran yang sebelumnya beradu debat.


"Kau!!" Wajah Mio Jie nampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Bagaimana bisa?" Saking terkejutnya sampai-sampai mulut Mio Jie tak dapat banyak berkata.


"Iya ini aku! Apakah kau terkejut?"


"Jadi semua ini adalah akal-akalanmu saja! Kau sengaja memberikan informasi palsu terkait akan semua ini."


"He'em." Yin Feng hanya menganggukkan kepalanya.


"Sialan!! Ternyata aku sudah ditipu!"


"Sekarang siapa yang terlihat bodoh! Aku apa dirimu?"


"Jangan kau fikir aku takut karena kau sudah menghabisi ketiga pembunuh bayaran itu."


"Oh aku tidak berharap kau takut, justru aku menginginkan pertarungan yang layak saja."


"Pertarungan yang layak! Baiklah akan aku tunjukan padamu apa itu kekuatan."


Tanpa ragu Mio Jie langsung mengeluarkan senjata andalannya, berbentuk tombak berwarna perak. "Ini adalah tombak naga perak pusaka kebanggaan keluargaku!"


"Oh kalau begitu majulah." Yin Feng menggerakkan tangannya tanda menyuruh Mio Jie untuk segera maju.

__ADS_1


Heaaaa...


Traaang.. Traaang..


Pertarungan keduanya sungguh sangat hebat, ternyata Mio Jie tidak hanya mulutnya saja yang besar melainkan juga tenaganya pun cukup besar untuk berhadapan dengan Yin Feng.


"Ini baru pertarungan yang menarik!"


Yin Feng terlihat sangat menikmati pertarungannya dengan Mio Jie, benturan antara kedua senjata terdengar begitu nyaring.


Hingga beberapa kali mereka beradu senjata namun cukup sulit juga bagi Mio Jie dapat mendaratkan senjatanya ke tubuh Yin Feng.


"Apakah hanya segini saja pusaka kebanggaan keluargamu??"


"Jangan sombong dulu kau! Sekarang akan aku tunjukkan kehebatan dari pusakaku ini."


Mio Jie memutar-mutarkan tombaknya diatas kepala, semakin lama putarannya pun semakin cepat hingga menimbulkan percikan-percikan kilat.


"Kekuatan naga perak keluarlah.."


Munculnya bayangan naga berwarna perak dengan percikan-percikan kilat pada tubuh sang naga.


"Kau ingin beradu kekuatan ya! Baiklah akan terima seranganmu itu."


Yin Feng memusatkan kekuatan pada pedang pencabut nyawa dan langsung maju melawan serangan naga perak milik Mio Jie.


"Sangat konyol! Kau ingin malawan langsung naga perakku!"


Dooooommmm...


Ledakan besar terjadi hingga bumi yang menjadi pijakan sampai terlihat berlubang sangat besar, debu tebal menyelimuti lubang akibat ledakan besar tersebut.


"Hahaha.. Sangat disayangkan, master alkemis kehormatan mati begitu saja."


Tiba-tiba dari kepulan asap dan debu terlihat sebuah pedang meluncur sangat cepatnya mengarah pada Mio Jie.


Jleeeebb..


Pedang pencabut nyawa melesat dan langsung menembus tubuh Mio Jie.


"Akhhh.. Kau berani membunuhku! Sebaiknya kau persiapkan juga ajalmu."


Mio Jie menggenggam erat giok berwarna kuning hingga pecah, ternyata giok tersebut adalah giok pengirim pesan bahwa telah terjadi hal buruk pada pemilik giok tersebut.


Sebelum seseorang datang ternyata Yin Feng sudah secara cepat merampas cincin ruang milik Mio Jie, dan segera pergi meninggalkan lokasi.


Benar saja setelah kepergian Yin Feng ayah dari Mio Jie datang ke lokasi. "Jie er!! Siapa yang telah melakukan ini padamu? Sangat biadab!"


Ayah Mio Jie tak dapat menggali informasi siapa pembunuh anaknya, sebab Mio Jie ternyata sudah tidak bernyawa lagi.


Namun Ayah Mio Jie menemukan batu komunikasi yang tersimpan pada tubuh anaknya, langsung saja ayah Mio Jie melihat apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya tersebut.


Akan tetapi rekaman dalam batu komunikasi tak begitu jelas, hanya merekam saat-saat Mio Jie tertembus pedang pencabut nyawa saja serta hanya terlihat seseorang dengan separuh badan.


"Sialan! Siapa sebenarnya yang membunuh anakku, kenapa hanya sebuah pedangnya saja yang terekam."


Ayah Mio Jie yang bernama Mio Huang sangat marah bahkan bumi yang dipijaknya pun sampai retak.


"Aku pastikan kau tidak akan bisa bernafas bila nanti aku menemukanmu!"


.......

__ADS_1


__ADS_2