Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Hati Yang Terluka


__ADS_3

Teriakan nama Yin Feng seolah menggema di tempat turnamen berlangsung, semuanya sangat puas akan penampilan yang Yin Feng sajikan.


Seturunnya Yin Feng dari arena langsung disambut tepuk tangan dari semua penonton, tak terkeculali Walikota Tian Long, Qin Xua dan juga kakek Xio Fang.


Tak terasa air mata bahagia Walikota Tian Long menetes, dengan segera ia menyekanya karena tak ingin ada yang melihatnya menangis. "Feng er.. Hari ini kau sangat luar biasa." Ujar Walikota Tian Long.


"Kak Feng.. Selamat ya." Ujar, Qin Xua sedikit malu-malu.


Saat Yin Feng tengah bergembera bersama yang lainnya, dari belakang terdengar suara memanggil namanya. "Yin Feng.." Teriakan yang memanggil nama Yin Feng terasa tidak asing baginya.


Saat dirinya membalikkan badan, ternyata seorang gadis berjalan mendekatinya. "Yin Feng.. Ini hadiah perpisahan dariku." Seorang gadis itu tidak lain adalah Ying Yin.


Yang hendak kembali ke perguruannya, sebelum kepergiannya ia menyempatkan menghampiri Yin Feng untuk memberikan hadiah perpisahan. "Bila ada kesempatan datanglah ke perguruanku."


Setelah memberikan hadiah perpisahan Ying Yin segera pergi meninggalkan Yin Feng, namun saat beberapa langkah Ying Yin berjalan Yin Feng memanggilnya. "Ying Yin.."


Sontak Ying Yin langsung menengok kerah Yin Feng. "Aku pasti akan berkunjung kesana." Teriak Yin Feng.


Mendengar apa yang diteriakkan Yin Feng senyuman Ying Yin semakin terlihat, nampak bibir tipisnya menambah kesan betapa menawannya ia.


Sedangkan seorang gadis yang sedari tadi dekat dengan Yin Feng justru malah semakin cemberut mukanya, melihat Yin Feng nampak akrab dengan peserta dari dataran utara itu.


"Apaan sih kak Yin Feng ini, tidak peduli apa bagaimana perasaanku." Gumam Qin Xua dalam hati.


Yang paling mengerti dengan situasi dan kondisi akan kecemburuan Qin Xua adalah Walikota Tian Long, beliau hanya senyam-senyum sendiri melihat ponakannya menekuk mukanya.


Mendadak Qin Xua pergi meninggalkan mereka semua. "Xua er.." Panggil Walikota Tian Long. "Mau pergi kemana kamu?" Qin Xua tak menghiraukan panggilan dan pertanyaan dari Walikota Tian Long, dengan tetap berjalan menjauh.


"Sudah paman biar aku saja." Yin Feng segera mengikuti kemana Qin Xua pergi. Ternyata Qin Xua pergi ke belakang dari ruang peristirahatan mereka, yang disana terdapat gubuk kecil dengan air mengalir dibawahnya.


"Xua er.." Panggil Yin Feng lembut.


Namun Qin Xua tak menghiraukan panggilan dari Yin Feng, dengan tetap memandang kearah bukit yang ada tidak jauh di depannya.

__ADS_1


Namanya lelaki biasanya ada yang pura-pura tidak faham, atau memang benar-benar tidak mengerti akan situasi yang dialami perempuan. "Kenapa kau pergi Xua er?" Tanya Yin Feng.


"Aku hanya ingin mencari ketenangan saja." Ucap, Qin Xua sedikit jutek.


"Kenapa dengan Xua er? Apakah dirinya sedang ada masalah?" Dalam hati Yin Feng hanya dapat menduga-duga. "Apakah kehadiranku membuatmu terganggu?" Tanya Yin Feng yang merasa tidak enak.


"Iih.. Kak Yin Feng ga peka banget sih jadi laki-laki." Gumam, Qin Xua dalam hati hingga wajahnya makin terlihat cemberut.


Saat keduanya saling diem-dieman justru tiba-tiba Walikota Tian Long memanggil Yin Feng. "Feng er.. Kemari.." Sejenak Yin Feng menoleh kearah Qin Xua, namun Qin Xua tetap tak beralih pandangannya dari memandang bukit.


Hingga Yin Feng kemudian melangkah pergi memenuhi panggilan dari Walikota Tian Long. "Ada apa paman?" Tanya Yin Feng.


"Raja Tang San mencarimu." Ujar, Walikota Tian Long memberitahu dan segera mengantarkan Yin Feng kehadapan raja Tang San, namun sebelum melangkah pergi Yin Feng kembali melihat kearah Qin Xua.


"Maafkan aku Xua er.. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu." Gumam Yin Feng dalam hati.


Namun tetap saja Qin Xua tak memandang kearah Yin Feng, hingga saat keberadaan Yin Feng tak ada lagi barulah Qin Xua merasa kehilangan. "Kenapa sih kakak tidak pernah mengerti, bahwa aku sangat mencintaimu."


**


Kakek Xio Fang tak peduli jika yang sedang mencoba berbicara padanya adalah raja dari dataran selatan ini, dengan tetap masih terlihat diam dihadapan raja Tang San.


Karena perbedaan tingkat kekuatan raja Tang San tak berani menyinggung kakek Xio Fang, hingga Yin Feng dan Walikota Tian Long datang. "Ada apa gerangan raja mencariku?" Tanya Yin Feng.


"Hemm.. Aku hanya ingin mengajak kalian semua untuk ikut masuk kedalam untuk menikmati hidangan yang telah disajikan." Ujar, raja Tang San.


"Lalu bagaimana dengan hadiahnya?" Tanya kakek Xio Fang sedikit tidak sabar.


"Anda tenang saja, untuk masalah hadiah tengah dipersiapkan oleh para bawahanku."


"Hemm.. Ayolah guru tak ada salahnya kan kita menikmati hidangan yang telah disajikan." Ucap, Yin Feng yang merayu kakek Xio Fang.


"Hemm.. Baiklah." Kakek Xio Fang pun menuruti ajakan Yin Feng, dengan ikut masuk kedalam dan menikmati hidangan yang telah disajikan.

__ADS_1


Terlihat sudah sangat ramai sekali orang-orang telah berada diruangan itu, semuanya adalah para bangsawan kerajaan setiap dataran lengkap dengan anak-anak mereka yang kemarin ikut bertanding.


Yin Feng dan yang lainnya dipersilahkan untuk duduk bersebelahan dengan raja dari dataran barat Qiun Zen dan putrinya Qiun Zie.


Semua memperhatikan Yin Feng dan yang lainnya dari saat pertama masuk, sampai mereka duduk dan saat raja Tang San mulai menyanjung kehebatan Yin Feng. "Inilah peserta terhebat yang telah membuat dataran barat menjadi tersohor kembali."


"Hemmm.. Menurutku biasa-biasa saja." Gumam Qiun Zie dalam hati.


Berbeda dengan Qiun Zie justru anak dari raja Tang San yaitu pangeran Tang He, saat mendengar ayahnya menyanjung Yin Feng dia malah pergi entah kemana, hingga dipanggilpun dia tetap tak menghiraukannya.


Namun terlihat dari wajah mereka banyak yang menampakkan senyuman palsu, Yin Feng sangat memahami apa yang sedang mereka fikirkan dan apa yang dikatakannya dalam hati.


Namun semua itu hanya membuat Yin Feng tersenyum, raja Tang San kemudian mempersilahkan semuanya untuk menyantap hidangan yang telah disajikan.


Kali ini Yin Feng dan yang lainnya tidak begitu antusias menyantap hidangan, hanya seperlunya saja. Namun yang membuat Yin Feng dan Qin Xua bingung akan apa yang tersaji didalam teko berwarna emas.


Terlihat seorang pelayan tengah menuangkan isi dalam teko tersebut ke cangkir yang lainnya, hingga sampai pada giliran mereka berdua.


Akan tetapi justru saat Yin Feng dan Qin Xua hendak meminumnya, mereka dilarang oleh Walikota Tian Long. "Tidak Feng er.. Xua er.. Kalian berdua tidak diperbolehkan meminumnya."


"Memang kenapa paman?" Tanya Yin Feng dan Qin Xua yang merasa penasaran.


"Sebab kalian belum cukup umur untuk dapat meminumnya." Ujar Walikota Tian Long.


"Memangnya jenis air apa itu paman?" Tanya Qin Xua ingin tahu.


"Nanti akan paman jelaskan yang terpenting sekarang kalian tidak boleh meminumnya."


Bila Yin Feng sudah sedikit mengetahui apa jenis apa air itu, namun bagi Qin Xua memang benar-benar tidak tahu. Dirinya melihat semua orang meminumnya tak terkecuali anak-anak dari raja.


Hanya dua anak perempuan dari raja Qiun Zen dan satunya lagi anak dari raja Tang San, barulah Qin Xua sedikit beranggapan bahwa itu kusus untuk laki-laki.


Akan tetapi dalam hatinya justru makin bertanya-tanya. "Tapi kenapa kak Feng juga dilarang? Ahh.. Entahlah." Qin Xua tak mempedulikannya.

__ADS_1


.........


__ADS_2