
Ternyata sumber teriakan itu berasal dari seseorang yang tengah tergeletak ditanah dia adalah Yinfeng, dengan amarah yang memuncak sambil tangan yang menggenggam kuat disertai gertakan gigi.
Yinfeng kemudian teriak dengan sekeras-kerasnya. "Heyaaaaaaaaaa..."
Saat itulah kekuatan Yinfeng mengalami penaikan yang signifikan sampai tanah seperti merasakan kemarahan dan kesedihan Yinfeng.
Sebuah esensi energi dari tanah menyatu ketubuh Yinfeng, seakan tanah pun tak rela jika manusia seperti Dongmen untuk dibiarkan hidup.
"Energi apa ini ?? Terasa hangat saat masuk kedalam tubuhku." Gumam, Yinfeng sedikit bingung sambil memperhatikan energi yang terus mengalir ke seluruh tubuhnya.
Yinfeng segera berdiri dan dia pun merasakan berubahan didalam tubuhnya. "Tubuhku terasa lebih bertenaga kali ini."
Yinfeng lalu menatap Dongmen dengan tatapan tajam, secara tiba-tiba tanah yang dipijak Yinfeng memiliki kehendak yang sama dan menuruti semua perintah Yinfeng.
Dihentakkan kakinya ke tanah saat itulah tanah mulai bergelombang laksana air di lautan, gelombang tersebut memang awalnya kecil tapi lama-kelamaan gelombong kecil itu mampu berubah menjadi gelombang tsunami yang akan menghantam Dongmen.
Dengan posisi sedikit terluka Dongmen mencoba menahan gelombang tanah tsunami itu dengan jurusnya.
Jurus Pancaran Api
Kobaran api yang sangat besar menyerang gelombang tsunami, namun itu hanya percumah gelombang tanah tak dapat ditahan hanya menggunakan kobaran api, karena api akan padam saat disiram dengan tanah.
Gelombang tanah tsunami menyerang Dongmen dengan hantaman yang kuat, hingga membuatnya seraya menghantam batu karang di lautan.
Duuaaaaaaarrrrrr...
Sebuah ledakan yang sangat hebat terjadi saat gelombang tanah menabrak Dongmen, membuat Dongmen mengalami luka-luka pada tubuhnya hingga mengakibatkan satu sayap patah.
"Kuarang ajar kau bocah, kau sudah mematahkan sayapku aku tidak akan mengampunimu."
Dongmen yang sudah mengalami luka-luka tidak terima dengan perlakuan Yinfeng, dengan segera dirinya mengeluarkan jurus yang telah membuat kedua orang tua Yinfeng terbunuh.
Jurus Tapak Api Pembakar Sukma
Yinfeng sempat terkejut akan jurus yang dikeluarkan Dongmen, namun dirinya baru ingat bahwa jurus itu adalah dari kitab milik guru Liuking yang telah dicuri Dongmen.
Sebuah jurus dari arah yang berbeda muncul mengarah ke Dongmen.
__ADS_1
Duaaaarrrrr....
Belum sempat jurus milik Dongmen mengenai Yinfeng, ternyata sebuah jurus sudah menggagalkannya terlebih dahulu yang saling beradu.
Saat dilihat sebuah jurus itu berasal dari guru Liuking yang telah mengeluarkan jurusnya yaitu Pukulan Seribu Bayangan, dan akhirnya jurus tersebut mampu menghalau jurus milik Dongmen agar tidak mengenai Yinfeng.
"Terimakasih kakek guru." Ucap Yinfeng.
"Hah.. Ternyata kau masih sanggup bertahan tua bangka, baik aku akan menghabisimu terlebih dahulu."
Jurus Pancaran Api
Kobaran api besar menyembur dari tangan Dongmen mengarah ke arah guru Liuking, namun dengan cepat Yinfeng mengeluarkan elemen airnya untuk melawan kobaran api tersebut.
Saat elemen air milik Yinfeng bertemu dengan kobaran api milik Dongmen, dalam sekejap kobaran api tersebut padam. Dongmen yang melihat hal itu sempat terkejut akan kekuatan yang Yinfeng miliki.
"Anak ini ternyata menguasai banyak elemen, aku harus segera menghabisinya agar tidak menjadi duri penghalang dikemudian hari." Gumam Dongmen.
Dengan sekejap Dongmen sudah menghilang dari pandangan, dan secara tiba-tiba muncul dihadapan Yinfeng dengan mencekik lehernya.
Yinfeng hanya meronta-ronta kesakitan tanpa dapat bernafas, namun tanpa Dongmen duga tangan kecil Yinfeng memegang tangan Dongmen yang digunakan untuk mencekiknya.
Dengan mengalirkan energi dalam jumlah banyak akhirnya tangan Dongmen mampu Yinfeng lepaskan dari lehernya, secara cepat Yinfeng melepaskan aura penghakimannya.
Membuat Dongmen jatuh berlutut dihadapan Yinfeng tanpa dapat berdiri.
"Inilah saat yang telah aku nanti-nantikan." Ucap Yinfeng.
Yinfeng kemudian menatap tajam kearah mata Dongmen dan menggunakan ilmu penyucian jiwa, untuk dapat mensucikan jiwa kegelapan milik Dongmen. Namun apa yang terjadi tidak sesuai yang Yinfeng inginkan.
Jiwa kegelapan dalam tubuh Dongmen adalah sesosok dua iblis yaitu iblis api dan iblis kelelawar, yang menyatu menjadi satu dalam tubuh Dongmen.
Oleh sebab itu butuh bantuan seseorang yang dapat menahan kekuatan Dongmen, saat dua iblis dalam tubuhnya memberontak dan mwelawan saat hendak disucikan dan dimusnahkan.
Ternyata ilmu penyucian jiwa milik Yinfeng belum begitu kuat saat dihadapkan dengan dua iblis sekaligus, butuh waktu lama untuk dirinya dapat memusnahkan jiwa iblis yang ada dalam tubuh Dongmen.
Saat ilmu penyucian jiwa tak mempan terhadap Dongmen, seketika Dongmen menggunakan cakar iblisnya untuk bisa melukai Yinfeng. Akan tetapi lagi-lagi guru Liuking menghalau serangan Dongmen.
__ADS_1
Dalam sekjap guru Liuking menghilang dan muncul tepat disamping Dongmen dan Yinfeng, dengan menggunakan jurus pukulan seribu bayangan milknya.
Sehingga saat cakar iblis Dongmen hendak mengenai Yinfeng, jurus milik guru Liuking menyambutnya terjadi ledakan yang sangat kuat sampai-sampai ketiganya terpental jauh kebelakang.
Namun Yinfeng cepat-cepat melindungi diri dan dengan gelembung air yang sengaja disiapkan agar tidak mengalami luka parah, sedangkan pada guru Liuking Yinfeng lesatkan gelembung airnya mengenai tepat saat guru Liuking hendak mendarat ditanah.
Namun berbeda dengan guru Liuking dan Yinfeng, Dongmen terpental jauh dan menabrak puing-puing bangunan sampai bercucuran darah keluar dari setiap tubuhnya.
"Sial apakah ini akhir dari hidupku." Gumam Dongmen.
Baru saja Dongmen selesai bergumam tiba-tiba tanah yang dipijak melemparkannya keatas dengan lemparan yang sangat kuat, kerena kini Dongmen sudah tidak dapat terbang lagi dikarenakan patahnya sayap kiri.
Membuatnya terjun kebawah dengan sangat cepat, sesaat sebelum dirinya mendarat ditanah sebuh tiang muncul dari tanah tepat mengenai tubuh Dongmen membuatnya terlempar kembali.
Seketika Yinfeng kembali menembakan bola-bola api dan bola-bola es, semua tembakan Yinfeng tepat sasaran.
Duaaaarrrr... Duaaaaaarrrrr.... Duaaaarrrr...
Berbagai ledakan terdengar saat bola-bola es dan api itu mengenai tubuh Dongmen.
Kali ini Dongmen terjatuh ketanah dengan luka yang cukup parah, sampai-sampai beberapa tulangnya patah dan darah telah banyak menyembur keluar.
Saat itulah Yinfeng kembali mendekati Dongmen untuk mensucikan jiwanya tak lupa Yinfeng meminta bantua kepada guru Liuking.
"Kakek guru aku membutuhkan bantuanmu untuk menjaga Dongmen agar tidak memberintak lagi." Ucap Yinfeng.
Dengan segera guru Liuking mengeluarkan rantai dari ruang hampa miliknya, dan mengikat Dongmen sekencang-kencangnya. Saat ikatan sudah kencang barulah Yinfeng beraksi.
Dipegang kepala Dongmen menggunakan kedua tangannya agar berposisi saling pandang-memandangan, jiwa Yinfeng seakan tertarik masuk kedalam jiwa milik Dongmen.
Yang ternyata dua iblis sudah menantikan kehadiran Yinfeng, dengan saling berkacak pinggang keduanya tertawa.
"Hahaha.. Akhirnya aku akan mendapatkan kekuatan yang hebat, dengan menghisap jiwa anak ini."
Ternyata kekuatan Dongmen meningkat cukup cepat dikarenakan dua iblis berada didalam tubuhnya, selalu menghisap jiwa-jiwa manusia yang telah dibunuhnya.
......
__ADS_1