Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Introgasi


__ADS_3

Namun saat guru Liu King dan Yin Feng hendak membawa sang gadis, tiba-tiba sang gadis mulai sadarkan diri. "Haah.. Ampun tuan jangan bawa saya, kasihan ibu saya dirumah sedang sakit-sakitan." Ujar, sang gadis yang merasa masih ketakutan.


"Tenang nak, aku bukan orang jahat." Ujar, guru Liu King yang perlahan-lahan jongkok hendak mendekati sang gadis.


"Jangan mendekat.." Teriak sang gadis semakin ketakutan.


Guru Liu King bingung akan sikap sang gadis yang semakin ketakutan, kemudian guru Liu King berdiri dan menyuruh Yin Feng berbicara pada sang gadis.


"Nona.. Tenangkan dirimu, kami ini adalah yang menolongmu dari para penculik itu." Ucap Yin Feng dengan menunjuk kearah para jasad anggota kelelawar.


Sang gadis menoleh kearah yang ditunjukan Yin Feng, sesaat dirinya terdiam dan menangis. "Maafkan saya tuan, saya tidak tau jika tuan berdualah yang telah menolongku."


Yin Feng kemudian mencoba berdialog dengan sang gadis, perihal bagaimana kejadiannya sang gadis dapat diculik dari para anngota kelelawar.


Sang gadis menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan, sebelum akhirnya dia mulai menceritakan kejadian penculikan terhadap dirinya.


Intinya sang gadis diculik saat sedang berjalan pulang, setelah membelikan sebuah obat untuk ibunya. Namun dipertengahan jalan entah darimana datangnya.


Tiba-tiba datang dua orang dengan berpakaian serba hitam, lalu setelah itu dirinya tidak tahu lagi apa yang terjadi.


"Yasudah sekarang mari ikut bersma kami kembali ke kota." Ujar Yin Feng.


Mereka pun kemudian pergi kembali ke kota Tian Jien untuk menemui Walikota Tian Long, sesampainya di kediaman Walikota Tian Long ternyata kedatangan guru Liu King dan Yin Feng telah ditunggu-tunggu.


Penculik itu dibawa kehadapan Walikota Tian Long untuk di introgasi, dengan menyiramkan air keseluruh tubuh penculik akhirnya dia pun sadarkan diri.


Pertama kali membuka matanya sang penculik sangat terkejut, karena dirinya sudah berada dihadapan Walikota Tian Long, dengan posisi duduk dan tangan terikat.


"Siapa yang menyuruhmu ?" Bentak Walikota Tian Long.


"Itu bukan urusanmu." Jawab penculik dengan memalingkan muka.


"Kalian berdua beri dia pelajaran." Walikota Tian Long menyuruh dua pengawal untuk memberikan penculik itu pelajaran agar mau mengatakannya.


Dua pengawal segera menuruti perintah Walikota Tian Long, dengan masing-masing pengawal memberikan pukulan keras ketubuh penculik. Hingga membuat si penculik memuntahkan darah segar.


"Cepat jawab, siapa yang menyuruhmu ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Hahaha.. Sampai kapan pun aku tidak akan mengatakannya." Jawab penculik.


Tanpa aba-aba dua pengawal langsung memberikan pukulan keras kembali, pada tubuh si penculik hingga kali ini membuatnya jatuh tersungkur dengan darah mengalir dari mulutnya.


Dalam keadaan mulut penuh dengan darah penculik berteriak. "Sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya."

__ADS_1


Walikota Tian Long sedikit geram dan kesal hingga memerintahkan dua pengawal untuk segera membunuh penculik itu, namun tiba-tiba Yin Feng menghentikan tindakan dua pengawal lalu mencoba berbicara dengan Walikota Tian Long.


"Tunggu.. Maaf tuan jika saya lancang, bila boleh biar saya mencoba untuk membuatnya mengaku."


"Hemm.. Silahkan nak."


Pertama-tama Yin Feng memandangi keadaan penculik sebelum dirinya mendekati si penculik itu. "Aku tahu jika kau sangat setia dengan atsanmu, namun apakah kau sudah berkeluarga ?"


"Hahh.. Apa urusannya denganmu ?" Jawab penculik ketus.


"Hemmm.. Urusannya denganku jika kau tidak mau mengatakannya maka keluargamu akan mengalami kesengsaraan seumur hidupnya, saat mengetahui kau telah tiada."


"Hahaha.. Kami tidak ada yang berkeluarga, karena kami sudah terikat dengan sumpah."


"Hemm.. Sumpah ?? Menarik sekali.. Aku tanya sekali lagi denganmu, apakah kau mau mengatakan siapa yang menyuruhmu ?" Ujar Yin Feng.


"Hahaha.. Sudah aku katakan, sampai mati pun kalian tidak akan pernah mengetahui siapa yang menyuruhku."


Anak buah yang sangat setia sekali, mendadak Yin Feng mencengkram rambut si penculik, dan mencoba untuk menatap matanya.


Ternyata Yin Feng menggunakan ilmu penyucian jiwa untuk dapat mengetahui apa sebenarnya yang disembunyikan dari penculik itu.


Yin Feng dapat melihat saat para anak buah beserta semua Panglimanya berkumpul disebuah tempat, dengan berpakaian kebanyak berwarna gelap.


Namun kemudian muncul satu orang dihadapan para pasukan dengan aura sangat mengerikan. "Apakah dia pemimpin dari pasukan ini ?" Gumam Yin Feng.


Namun saat Yin Feng ingin mengetahui lebih jauh, tiba-tiba semuanya menjadi gelap tak nampak bayangan yang sebelumnya dapat dilihatnya. "Ada apa ini ? Kenapa semua menjadi gelap ?


Yin Feng kemudian mengehentikan ilmu penyucian jiwanya, ternyata si penculik telah mati dengan tubuh menjadi hangus walaupun tidak terbakar api.


Semua yang menyaksikan kejadian itu sangat terkejut dan beranggapan bahwa Yin Feng lah yang melakukannya, padahal dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh si penculik itu.


"Nak ? Sejak kapan kau memiliki ilmu gelap ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Maaf tuan, bukan aku yang melakukannya, qku pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada penculik itu."


"Lantas mengapa dirimu terdiam cukup lama setelah memandang mata penculik itu ?"


"Aku hanya ingin mengetahui apa yang ada dalam fikiran penculik itu tuan." Jawab Yin Feng.


Apaa ?? Kau dapat membaca fikiran seseorang ? Walikota Tian Long sangat terkejut mendengar jawaban Yin Feng, dan begitupun dengan guru Liu King.


Nak ? Apakah benar yang kau katakan itu ? Tanya guru Liu King penasaran.

__ADS_1


"Iya kakek, tadi aku melihat dalam fikiran pencuri itu terdapat sebuah prajurit yang sangat besar begitupun terdapat seorang pemimpin dengan aura mengerikan."


"Apakah mereka termasuk dari kawanan penculik itu ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Sepertinya begitu tuan, sebab pakaian mereka sama persis dengan yang dikenakan penculik." Ujar Yin Feng.


"Jika menurut saya, mungkin mereka adalah para kelompok kegelapan." Guru Liu King tiba-tiba berpendapat.


"Kelompok kegelapan ? Apa maksudnya kakek ?" Yin Feng sedikit bingung.


"Iya tuan, menurut pengamatan saya tidak ada di dunia ini yang dapat melakukan hal semacam ini, kecuali orang itu sudah menguasai ilmu kegelapan." Ujar guru Liu King.


"Bisa jadi itu kek, sebab mereka semua selalu berpakaian serba hitam dan untuk setiap pemimpin memiliki mata yang berwarna kemerahan." Ujar Yin Feng.


"Hemmm.. Apa mungkin mereka ini memiliki kerajaan sendiri ?" Ucap Walikota Tian Long.


"Itu bisa jadi tuan, sebab mereka semua seperti telah terlatih." Ucap guru Liu King.


Mereka semua masih menerka-nerka dan juga bingung tentang kelompok dari kawanan penculik, saat mereka semua sedang kebingungan.


Sang gadis yang menjadi korban penculikan tiba-tiba angkat suara. "Mohon maaf tuan jika saya lancang, saat saya hendak diculik saya sempat melihat walaupun samar-samar diantara seorang penculik itu, ada satu yang mengawasi dari kejauhan namun tidak terlalu jelas, hanya sedikit terlihat seperti binatang."


"Seperti binatang ?? Apa mungkin mereka semua telah menyatu dengan roh bnatang." Guru Liu King sedikit mengetahui tentang sebuah ilmu yang mampu membuat seseorang itu menyatu dengan roh binatang.


"Menyatu dengan roh binatang ?? Apakah itu bisa kakek ?" Yin Feng sedikit bingung.


"Tentu saja bisa, jika ada seseorang yang mampu menjadikan binatang iblis sebagai budaknya, namun yang pasti seseorang itu harus menjadi kaisar iblis terlebih dahulu untuk dapat menyatukan roh binatang ketubuh manusia."


"Hemm.. Rupanya begitu, berarti kita harus lebih hati-hati dengan kelompok kegelapan itu." Ujar Walikota Tian Long.


"Benar tuan, sebaiknya penjagaan di kota ini harus lebih ditingkatkan, bila perlu menyewa seseorang yang sudah memasuki tingkatan langit. Agar penjagaan lebih maksimal." Ujar guru Liu King.


"Anda benar kakek, memang sebaiknya aku lebih meningkatkan penjagaan di kota ini."


Setelah mendapat masukan dari guru Liu King, Walikota Tian Long segera bergegas memanggil kaki kanannya, seorang mata-mata terbaik bernama Pou Lien untuk mencarikan pendekar-pendekar hebat.


Yang nantinya mau bekerja dengan Walikota Tian Long, untuk menjaga kota Tian Jien dari para pasukan kegelapan. Yang dapat membahayakn penduduk kota tersebut.


.....


Aouthor mohon maaf jika untuk updet tidak rutin, sebab author juga manusia yang memiliki keluarga dan memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin.


Author kerja pagi pulang menjelang maghrib jadi kadang jika sudah kecapean tidak sempat untuk updet, mohon maaf jika para pembaca banyak yang kecewa.

__ADS_1


__ADS_2