Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kitab Syurgawi


__ADS_3

Panjang lebar sesepuh Qiu Han menceritakan pada Yin Feng akan sosok kaisar Han Yue. "Kurang lebih seperti itu bocah, apakah kau sudah mengerti?" Tanya sesepuh Qiu Han.


"Apakah benar yang dikatakan sesepuh Qiu Han wahai kaisar?" Yin Feng mencoba menanyakannya langsung pada sang kaisar Han Yue.


"Apa yang diceritakannya memang benar, dan hari ini adalah akhir dari penantianku." Ujar, sosok roh kaisar Han Yue.


Ternyata Yin Feng lah yang selama ini dinanti-nantikan oleh sang kaisar, yang akan mewarisi sebuah kitab syurgawi.


Kitab syurgawi tersebut banyak mengandung kekuatan jiwa, dan juga apabila Yin Feng dapat memahami keseluruhan dari kitab syurgawi tersebut, dirinya akan menjadi orang yang terhebat di muka bumi ini.


Kitab syurgawi adalah metode cepat seseorang dapat mencapai jiwa suci, dimana nanti Yin Feng akan mengalami antara hidup dan mati.


Dan juga ruang jiwa Yin Feng akan semakin kuat bahkan bisa menembus ke alam selanjutnya yaitu alam syurgawi, dimana ruang jiwa itu akan sama persis dengan dunia dan seseorang itu dapat mengatur dunianya sendiri. Karena dialah pemilik dari ruang jiwa tersebut.


"Apakah kau sudah siap anak muda?" Tanya sosok roh kaisar Han Yue pada Yin Feng.


"Hamba siap wahai kaisar." Jawab, Yin Feng dengan berlutut didepan sang kaisar.


Sebuah kitab tiba-tiba muncul dari bawah singgasana sang kaisar Han Yue, lalu terbang kearah Yin Feng kemudian mulai memasuki tubuh Yin Feng dari dadanya.


Yin Feng sedikit terkejut bahwa ada sebuah kitab yang dapat menyatu dengan tubuhnya, namun dirinya belum merasakan perubahan yang terjadi pada dirinya selanjutnya.


Namun saat kitab syurgawi sudah masuk kedalam tubuhnya, tiba-tiba empat roh binatang iblis yang ada di masing-masing patung ikut masuk kedalam tubuh Yin Feng.


"Sekarang tugasku sudah selesai, aku harap kelak kau akan menjadi penyelamat dunia ini dari kekacauan." Ujar, sosok roh kaisar Han Yue yang lama kelamaan mulai terbang menghilang.


Setelah menghilang tiba-tiba suaranya terdengar kembali. "Rumput merah darah itu adalah hadiah dariku untukmu maka ambillah."


Yin Feng bergegas mengambilnya. "Aku belum dapat menyuling rumput ini secara langsung, lebih baik aku menyimpannya terlebih dahulu." Kemudian menyimpannya kedalam kalung ruang hampa miliknya.


Yang masih membuat Yin Feng bingung adalah sosok roh binatang iblis yang ikut memasuki tubuhnya, ternyata kitab syurgawi termasuk salah satu kitab yang dimiliki istana langit.


Kitab syurgawi yang memasuki tubuh Yin Feng tergolong masih di tingkat awal, terdapat kurang lebih 4 kitab syurgawi dan masing-masing memiliki tingkat kekuatan sendiri.


Bahkan pada kitab yang keempat dapat menjadikan seseorang sebagai sosok dewa, yang kekuatannya sangat-sangat tak terbatas.

__ADS_1


Di istana langit kitab keempat masih menjadi rahasia yang belum ada seseorang yang dapat menemukannya, karena kitab tersebut pada puluhan ribu tahun dimiliki oleh sosok terkuat di alam langit yang sekarang sudah menjadi dewa.


Dan setiap masing-masing kitab memiliki roh penjaga yang sama, namun dengan kekuatan yang berbeda. Jelas roh penjaga kitab awal syurgawi tak bisa disamakan dengan roh penjaga kitab kedua dan ketiga, bahkan kitab keempat.


Karena sudah jelas kitab awal syurgawi roh penjaganya termasuk yang terlemah, bila dibandingkan dengan sosok roh penjaga kitab syurgawi kedua, ketiga dan keempat.


Yin Feng merasakan sebuah getaran yang lama kelamaan semakin kuat, hingga menyebabkan dinding maupun atap istana tersebut mulai rubuh. "Cepat segera kau tinggalkan tempat ini bocah."


Dirinya kemudian mencari pintu keluar yang pertama kali membawanya kesini, terlihat pintunya sebentar lagi akan ikut menghilang bersamaan runtuhnya istana tersebut.


Dengan cepat Yin Feng terbang kearah pintu dan memasukinya, alhirnya Yin Feng dapat keluar ke tempat dimana pertama kali dirinya tersedot masuk.


Tiga peserta lainnya antara Lin Kiong, Dan Ren, Bahkan Ying Yin sudah lebih dahulu keluar dari danau merah. Dengan yang pertama kali keluar adalah Dan Ren.


Setelah itu disusul Lin Kiong baru yang ketiganya Ying Yin, nampak dari wajah Lin Kiong tidak merasa puas dari perolehan poin untuk rintangan kedua ini.


Ketiganya masih menunggu kemunculan Yin Feng di permukaan, padahal Ying Yin sudah mencari keberadaan Yin Feng saat di dalam danau merah. Namun ia tak menemukan keberadaan Yin Feng bahkan tanda-tandanya pun tak terlihat.


"Sudah lama sekali kita menunggu lebih baik kita tinggalkan saja dia, mungkin dia terjebak disana." Ujar Dan Ren.


Lin Kiong dan Dan Ren hendak pergi untuk kembali ke turnamen, akan tetapi tiba-tiba sebuah pusaran air muncul dari danau merah bersamaan dengan keluarnya seseorang yang telah ditunggu-tunggu.


Yin Feng terlihat tenang saat baru saja keluar dari dalam danau. "Nampaknya tadi aku mendengar seseorang berkata tentang diriku." Sebenarnya Yin Feng sudah mengetahui siapa dia, akan tetapi dia berpura-pura.


"Ah sudahlah, hanya seekor tikus tak perlu dihiraukan." Yin Feng kemudian bergegas pergi untuk kembali ke turnamen. "Yin Feng.." Panggil Ying Yin dengan berjalan mendekati Yin Feng.


"Bagaimana kau bisa sangat lama didalam?" Tanya Ying Yin penasaran. "Ah aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan energi yang terdapat didalam danau itu." Ucap Yin Feng.


Mereka berdua berjalan melewati Lin Kiong dan Dan Ren dengan santai menuju pintu dimensi. "Sialan.. Mengapa dia tidak mati saja didalam sana." Gumam, Lin Kiong dengan mengepalkan tangannya.


Yin Feng yang telah mewarisi kitab syurgawi dapat seketika mengetahui apa yang dibicarakan dalam hati Lin Kiong, sejenak berhenti lalu menoleh kebelakang memandang dengan tajam kearah Lin Kiong.


"Kenapa dia memandangku seperti itu? Oh.. Atau jangan-jangan dia ingin menantangku, baiklah aku terima tantangannya." Lin Kiong membalas tatapan Yin Feng dengan tatapan tajam juga.


*

__ADS_1


Di tempat turnamen para penonton baik kalangan bangsawan dan para perwakilan perguruan, sangat antusias menyaksikan lewat batu proyeksi siapakah yang akan mendapatkan rumput merah darah.


Saat peserta yang pertama keluar tidak membawa rumput merah darah bersamanya, mereka terlihat kecewa lalu menantikan peserta yang kedua.


Peserta kedua pun tak berhasil mendapatkan rumput merah darah, tambah kecewa lagi namun masih mencoba menantikan untuk peserta yang ketiga.


Dan peserta ketiga tak membawa rumput merah darah sangat membuat para bangsawan terduduk lesu, kemudian berharap kepada peserta terakhir.


Yin Feng hanya tersenyum tipis melihat reaksi yang ditunjukan Lin Kiong, lalu melangkah pergi kembali ke tempat awal saat mereka pertama kali memasuki pintu dimensi yaitu di atas arena turnamen.


Saat sekembalinya mereka berempat dari danau merah sang raja dari dataran barat langsung melayangkan sebuah pertanyaan. "Siapa diantara kalian yang berhasil mendapatkan rumput merah darah?"


Keempatnya terdiam tak ada yang bernai menjawabnya, Ying Yin mencoba menyenggol Yin Feng. "Yin Feng.. Apakah kau berhasil mendapatkan rumput itu?"


"Aku tidak berhasil mendapatkannya." Ucap Yin Feng.


Lin Kiong maju beberapa langkah kedepan. "Maaf yang mulia saya dan kedua peserta yang keluar pertama tidak berhasil mendapatkan rumput itu, akan tetapi bagi peserta yang terakhir mungkin dia telah mendapatkannya."


"Siapa namamu anak muda? Tanya raja Tang San kepada Yin Feng.


"Nama saya Yin Feng yang mulia." Jawab Yin Feng dengan membungkukkan badannya.


"Kau yang terakhir keluar dari danau itu, apakah kau berhasil mendapatkan rumput merah darah?"


"Mohon maaf yang mulia, saya tidak berhasil mendapatkannya." Ucap Yin Feng.


"Benarkah kau tidak berhasil mendapatkannya? Atau justru kau sengaja menyembunyikannya." Lin Kiong mencoba memancing amarah Yin Feng dengan memperkeruh suasana.


"Lin Kiong.." Bentak Ying Yin. "Apakah kau tidak melihat tak ada apapun ditangan Yin Feng." Ying Yin menunjukkan dengan mengangkat tangan kanan Yin Feng.


"Memang ditangannya tak membawa rumput merah darah, tapi kita semua kan tidak tahu jika anak itu sudah menyembunyikannya." Ujar Lin Kiong.


"Apakah benar yang diucapkan Lin Kiong?" Tanya raja Tang San pada Yin Feng.


"Saya benar-benar tidak mendapatkannya yang mulia, jika yang mulia tidak percaya bisa menyuruh panitia untuk menggeledah diriku." Ujar Yin Feng.

__ADS_1


........


__ADS_2