Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Dendam Sang Tabib


__ADS_3

"Tak ku sangka kau yang sudah aku percayai akan tega melakukan hal tersebut pada putriku!" Hu Nan Liang yang sangat marah saat mengetahui kenyataannya, bahwa tabib keluarganya bertahun-tahun akan tega berbuat seperti itu.


"Huaaa.." Sang tabib mengamuk seketika genggaman erat Hu Liang yang menggenggam erat kedua tangan sang tabib terlepas.


"Memangnya kenapa? Bertahun-tahun kau tidak pernah peduli dengan nasib keluargaku, namun aku selalu kau suruh-suruh mengobati keluargamu! Apa kau fikir aku melakukan pengobatan itu cuma-cuma?"


"Apa maksud ucapanmu tabib?" Hu Nan Liang benar-benar tak mengerti apa yang dikatakan sang tabib.


"Alah.. Jangan berlagak sok tidak tahu! Jelas-jelas ada anak buahmu yang datang ke rumahku dan mengambil sebagian upah yang telah kau berikan!"


"Anak buahku!! Apa maksudnya?" Hu Nan Liang masih tidak mengerti.


"Anak buahmu mengancam jika aku tidak memberikan sebagian upah tersebut, maka mereka akan menyakiti bahkan akan membunuh keluargaku."


"Aku tidak pernah menyuruh anak buahku untuk melakukan hal itu, percayalah!"


"Omong kosong!! Sudah jelas jika ini.." Sang tabib menunjukkan sebuah lencana yang sempat terjatuh dirumahnya saat itu. " Ini adalah lencana milik keluargamu kan?"


Sang tabib menemukan anak dan istrinya sudah tak bernyawa, saat dirinya baru pulang dari kediaman keluarga Hu. Dan dia menemukan lencana lambang keluarga Hu terjatuh disamping jasad istrinya.


"Itu kan!! Cepat perintahkan semua penghuni rumah keluarga Hu untuk berkumpul di ruang pertemuan!" Hu Nan Liang ingin menyelidiki apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Tak perlu kau mengumpulkan semua penghuni rumah ini! Karena hari ini aku akan menghabisi kalian semua!"


"Tenang tabib.. Tenanglah.. Kita bisa bicarakan hal ini baik-baik!" Hu Nan Liang mencoba merayu sang tabib.


"Tak ada yang perlu dibicarakan lagi! Karena akibat perbuatan kalian semua anak dan istriku tewas!"


"Apa!! Bagaimana anak dan istrimu bisa tewas?"


"Sudahlah tuan Hu, jangan mengelak lagi sebaiknya kau akui saja bila pembunuhan anak dan istriku atas perintahmu!"


"Aku tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk membunuh anak dan istrimu!"


"Hutang nyawa harus dibayar nyawa..!"


Ternyata sosok tabib tersebut sudah bersekutu dengan iblis, oleh sebab itu dirinya memiliki kekuatan yang sama dengan para kultivator.


Sang tabib maju hendak melesatkan cakaran pada Hu Nan Liang, akan tetapi Yin Feng menghentikan serangan tersebut menggunakan tangannya. "Dasar kau iblis! Lebih baik cepat kau keluar dari tubuh ini!"


"Hahaha.. Dasar manusia! Kau jangan sombong hanya karena bisa membinasakan roh jahat pada gadis itu, sehingga kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapai ini."


"Yang aku tahu kau hanyalah makhluk rendahan yang hanya bisa menyombongkan diri!"


"Kau mengatakan jika aku adalah makhluk rendahan! Dasar manusia sialan terimalah hukumanmu!"


Tubuh sang tabib yang sudah dikuasai iblis jahat mengeluarkan api dari mulutnya hendak membakar Yin Feng.

__ADS_1


"Kau kira aku takut dengan apimu itu!"


Mendadak api yang dikeluarkan dari mulut sang tabib mengenai tubuh Yin Feng, akan tetapi api tersebut bukannya membakar tubuh Yin Feng justru apinya sedikit demi sedikit mulai terserap kedalam tubuh Yin Feng.


"Haah!! Apa yang terjadi?"


Iblis yang merasuki tubuh sang tabib sempat terkejut, namun keterkejutannya tidak bertahan lama saat semua api miliknya terhisap semuanya oleh Yin Feng.


"Aaaahh tidak.. Tidak."


Tidak hanya api milik sang iblis yang terhisap bahkan hingga rohnya pun terhisap masuk kedalam tubuh Yin Feng.


Didalam tubuh Yin Feng sosok iblis tersebut langsung dimurnikan menggunakan kekuatan kitab syurgawi, melebur menjadi satu dengan api murni milik Yin Feng.


Masalah roh dan sosok iblis jahat sudah teratasi, kini tertinggal sosok sang tabib yang mulai tersadar namun dalam keadaan lemas. "Kau telah mengacaukan segalanya! Rencana yang sudah ku bangun cukup lama dalam sekejap hancur!"


"Aku serahkan semuanya padamu tuan Hu, tapi sebaiknya anda segera cari tahu penyebab masalah dari semua ini!"


Setelah berkata demikian Yin Feng mengajak Walikota Tian Long untuk meninggalkan kediaman keluarga Hu tersebut.


"Tunggu anak muda!" Hu Nan Liang mencoba menghentikan Yin Feng, akan tetapi seketika Su Lilian memanggilnya memberitahukan bahwa putri tercintanya sudah tersadar.


Hu Nan Liang hanya dapat memandangi kepergian Walikota Tian Long dan Yin Feng. "Tenang saja Tian Long! Kebaikan ini pasti akan selalu aku ingat!" Hu Nan Liang kemudian menghampiri putri tercintanya itu.


"Lilin er!" Panggil Hu Nan Liang.


"Tidak ada, kamu hanya sudah tertidur cukup lama."


"Aku tertidur! Tapi kenapa aku merasa seperti sedang dalam keadaan hidup dan mati."


"Mungkin itu hanya mimpi saja." Hu Nan Liang mencoba tidak memberitahukan yang sebenarnya terjadi, sambil memeluk putri tercintanya.


"Oiya ayah! Aku merasa tadi seperti melihat sosok anak muda yang sangat baik, dia menolongku saat aku sedang ditawan oleh sosok iblis jahat."


"Benarkah itu?? Mungkin anak muda tersebut memang yang ditakdirkan untuk menolongmu!" Hu Nan Liang bicara seperti itu sambil menatap kearah wajah istrinya Su Lilian.


"Ibu.! Lama sekali aku tidak menikmati masakan ibu, kini perutku terasa sangat lapar sekali."


"Baiklah ibu akan masak masakan sepesial untuk putriku tercinta ini." Su Lilian berkata sambil memegang dagu mungil putrinya, sebelum pergi untuk membuatkan makanan untuk putrinya tersebut.


Sedangkan Hu Nan Liang berpamitan pada putrinya sebentar. "Lilin er.. Ayah tinggal dulu ya, ayah ada urusan sebentar."


"Hemm.. Baik ayah."


Hu Nan Liang berjalan meninggalkan kamar putrinya dengan terburu-buru, dirinya langsung memerintahkan pada semuanya untuk dapat berkumpul di aula kediamannya kecuali putri dan istrinya saja.


Dengan mata yang memerah dan hati yang panas, Hu Nan Liang sudah tidak sabar lagi ingin segera menemukan pelaku sebenarnya yang telah membunuh keluarga tabib.

__ADS_1


"Apa kalian tahu mengapa aku kumpulkan kalian semua disini!"


Semua yang hadir tak menjawab pertanyaan dari Hu Nan Liang, mereka semua hanya menggelengkan kepala saja.


"Panggilkan Hu Liang kemari!!"


Dua penjaga kemudian pergi mencari Hu Liang dan membawanya menghadap ayahnya Hu Nan Liang.


"Ada apa ayah? Mengapa kau menyuruhku datang kemari?"


"Kalian berdua kemari!" Hu Nan Liang memanggil dua pengawal yang sengaja ditugaskan untuk mengawal putranya.


Tiba-tiba Hu Nan Liang menampar satu persatu pengawal tersebut. "Sekarang jawab! Apa maksud dan tujuan kalian membunuh keluarga sang tabib?"


"Ampun tuan.. Saya terpaksa melakukannya sebab.." Salah satu pengawal hendak mengatakan yang sebenarnya, akan tetapi Hu Liang menatap tajam kearahnya.


"Sebab apa? Jawab yang benar!"


"Sebab kami hanya menjalankan tugas yang disuruh tuan muda." Pengawal tersebut lalu menundukkan pandangannya tak berani menatap kearah Hu Liang.


"Sialan kau!" Dalam hati Hu Liang sangat marah saat pengawal mengatakan yang sesungguhnya. "Bohong ayah!! Dia jelas berbohong! Aku tidak pernah memerintahkan mereka untuk membunuh keluarga tabib."


"Kami tidak berbohong tuan! Semua yang kami katakan memang benar."


"Penjaga bawa kedua pengawal ini! Dan masukkan mereka kedalam penjara! Hanya hukuman mati yang pantas mereka dapatkan!


"Lalu untukmu!" Hu Nan Liang sangat marah pada anaknya tersebut, akan tetapi dia tak berdaya. "Sekarang kau ikuti ayah!"


Hu Nan Liang membawa anaknya Hu Liang menuju penjara kusus. "Tidak ayah! Aku tidak mau ditempatkan ditempat seperti ini!"


"Ini akibat perbuatanmu sendiri Liang er! Karena perilakumu itu hampir saja membahayakan nyawa adikmu sendiri!"


"Ampun ayah.. Ampuni aku, aku mengaku salah. Tolong ayah jangan hukum aku ditempat seperti ini!"


"Tidak Liang er, ini adalah tempat yang pantas untukmu merenungi semua yang telah kau perbuat."


"Ampun ayah, Liang er janji tidak akan melakukan hal demikian lagi!"


"Sekarang cepatlah kau masuk Liang er!"


"Tidak ayah.. Liang er tidak mau masuk."


Hu Nan Liang kemudian memaksa anaknya untuk masuk kedalam penjara tersebut, lalu menguncinya dari luar. "Ayah harap kau akan berubah didalam penjara ini!"


"Ayah sungguh sangat kejam! Aku benci ayah.!"


"Maafkan ayah Liang er, ayah terpaksa melakukan ini karena ayah tidak ingin kamu melakukan hal yang sama dikemudian hari." Hu Nan Liang menatap kearah Hu Liang dengan linangan air mata, lalu pergi meninggalkan anaknya senidirian didalam penjara.

__ADS_1


......


__ADS_2