Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Arena Pertarungan 3


__ADS_3

Setelah pertarungan babak kedua selesai kini giliran Lourin yang maju ke Arena berhadapan dengan QuinZee dari kerajaan XienZue, dan ternyata QuinZee adalah masih salah satu putri kerajaan XienZue.


Dirinya memiliki keinginan untuk dapat bertarung di Turnamen Bergengsi, dan keinginannya sekarang telah terlaksana dengan berdirinya dia di atas Arena pada Turnamen Bergengsi kali ini. Yang akan berhadapan dengan Lourin murid perguruan Macan Putih.


Keduanya pun menaiki Arena 4 untuk memulai pertarungan.


Doooong...


Terdengar bunyi Gong tanda pertarungan dimulai.


Keduanya mulai mengeluarkan pedangnya masing-masing, pedang milik putri kerajaan memang terlihat sedikit berbeda dengan berlapiskan emas di sarung pedang dan terukir sebuah gambar seekor naga.


Lourin mencoba menyerang duluan dengan melesat maju kedepan mengarahkan pedangnya pada QuinZee, diterimalah oleh QiunZee serangan pedang milik Lourin dengan pedanganya.


Hingga terdengar suara benturan dua pedang yang beradu tersebut.


Traaang.. Traaaang... Traaaang..


Lourin menari-nari laksana penari profesional dengan badan meliuk-liuk menggunakan pedangnya, setiap lesatan yang di arahkan ke QuinZee mampu membuat QuinZee kelabakan.


Dengan terus menahan setiap serangan dari Lourin, QuinZee akhirnya tersudut di pinggir Arena dengan pedang Lourin yang menempel di lehernya.


"Lebih baik kau menyerah saja, dari pada pedangku ini memisahkan kepala dari badanmu." Ucap Lourin.


"Hehe, Aku masih belum serius menghadapimu." Ucap QuinZee.


"Masih belum serius katamu !!! " Lourin makin menempelkan ujung pedangnya ke leher QuinZee dengan dua alis mengangkat kea atas.

__ADS_1


"Hehe, apakah kau masih belum menyadarinya." Ucap QuinZee.


Ternyata ketika QuinZee terpojok dengan pedang Lourin menempel di lehernya, pedang miliknya telah menyentuh perut Lourin dan sedikit lagi dapat melukainya.


"Hemm, cerdik sekali kau." Ucap Lourin.


Lourin kemudian melangkah mundur kebelakang dengan sedikit melompat, akhirnya keduanya pun saling imabang dalam serangan.


"Baik kali ini Aku akan serius menghadapimu." Ujar QuinZee.


Diangkatlah pedang QuinZee ke atas dengan sebuah cahaya keemasan keluar dari pedangnya.


"Apakah kau sudah siap menerima jurusku ini." Ucap, QuinZee dengan sedikit senyum terpancar dari wajahnya.


JURUS NAGA EMAS


Sebuah teriakan QuinZee yang terdengar cukup keras meneriakkan jurus, seketika sebuah bayangan naga emas muncul di atas QuinZee.


Namun dari sudut kanan Arena Lourin masih terlihat tenang-tenang saja, seperti dirinya sudah mempersiapkan jika ini semua bakal terjadi. Ternyata memang benar semua itu telah di prediksi oleh Lourin sebelumnya.


Bahwa di Turnamen Bergengsi ini pasti akan menemui lawan yang sangat kuat, oleh sebab itu dirinya terus berlatih hingga dapat menyempurnakan jurus dari elemen anginnya.


Di angkatnya pedang pemberian Ketua Wunghan seketika sebuah angin menyelimuti pedang tersebut hingga membentuk pusaran angin yang kecil, namun lama-kelamaan berubah menjadi pusaran yang besar.


Lourin meneriakkan sebuah jurus dengan keras.


JURUS BADAI ANGIN TORNADO

__ADS_1


Sebuah angin kencang berpadu dengan pusaran angin tornado muncul di atas Arena hingga membuat hampir seluruh penonton tersedot kedalam pusaran tersebut, namun dengan cepat dari pinggir Arena muncul sebuah dinding lapisan untuk meredam jurus tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan yang besar.


Dua jurus akhirnya saling bertemu naga emas dengan badai angin tornado, namun ternyata bayangan naga emas belum dapat menghalau badai angin tornado milik Lourin, hingha membuatnya tersedot ke dalam pusaran badai angin tersebut.


Membuat bayangan naga emas berputar-putar dalam badai angin itu, namun ternyata jurus badai angin tornado yang di keluarkan oleh Lourin dapat membuat lawannya juga ikut tersedot masuk kedalam pusaran badai angin tersebut.


Sehingga QuinZee yang mencoba menahan dengan sekuat tenaga pun tetap tidak bisa untuk menghindar dari pusaran badai tornado itu, membuatnya tersedot masuk dan berputar-putar.


Hingga sampai beberapa menit baru badai angin tornado melemparkan QuinZee keluar Arena, hingga membuatnya memuntahkan banyak darah sebulum akhirnya tergeletak lemas tak berdaya.


*


Sedangkan di Arena 1,2 dan 3 sudah jelas terlihat siapa dua peserta yang akhirnya lolos masuk ke babak delapan besar, mereka menumbangkan lawan-lawannya dengan sangat mudahnya.


Hingga saat di Arena baik itu 1,2 atau 3 mereka bertemu sesama murid perguruan, namun terlihat murid yang lain lebih legowo dengan menyatakan menyerah sebelum bertanding.


Nama-nama meraka adalah


Arena 1 \= Roulan dari perguruan Elang Putih


dan Lioyen dari perguruan Singa Emas.


Arena 2 \= Jienli dari perguruan Rajawali dan Wouxun dari perguruan Cobra Emas.


Arena 3 \= Liuer dari perguruan Musang King dan Batian dari perguruan Badak Merah.


Namun berbeda dengan Arena milik Yinfeng, Ning'er dan Lourin, mereka masih belum tau siapa 2 orang yang nantinya akan keluar sebagai juara grub, karena masih menyisahkan masing-masing 1 pertandingan.

__ADS_1


Antara Yinfeng berhadapan dengan Xiowhu dan Ning'er berhadapan dengan Felixian dan Lourin menunggu antara Ning'er dan Felixian siapakah nanti yang akan menang dan berhadapan dengan Lourin, untuk menentukan 2 orang yang keluar sebagai juara grub.


.......


__ADS_2