
Setelah Yinfeng bertanya akan asap putih berbentuk naga yang di keluarkan Ketua Wunghan, Ketua Wunghan pun menjawab hingga membuat Yinfeng bingung.
Mereka bertiga saling berbincang-bincang, walaupun Yinfeng masih berusia 10 tahun namun dirinya beda dengan yang lain, yang mana pemikiran Yinfeng lebih dewasa di bandingkan yang lain.
Setelah mereka selesai berbincang-bincang, Ketua perguruan mengajak guru Liuking dan Yinfeng ke sebuah tempat yang ternyata semua peralatan baik itu Senjata, Baju Zirah, dan Pil penyembuh dan lain sebagainya.
Semua itu milik Ketua Perguruan yang telah disimpan di tempat khusus agar tidak ada yang mengetahuinya, dengan mengajak guru Liuking dan Yinfeng ke tempat itu Ketua Wunghan ingin memberikan Yinfeng hadiah.
Ternyata tempat itu adalah ruang rahasia milik Ketua Perguruan, dengan melewati berbagai batu-batu besar yang ada di belakang kediaman Ketua Perguruan.
Yinfeng yang makin penasaran hendak kemana Ketua Perguruan membawanya dan guru Liuking, namun setelah melihat yang telah Ketua Wunghan lakukan dengan mendorong sebuah batu, ternyata itu adalah sebuah pintu masuk.
Mereka pun ikut masuk mengikuti Ketua Wunghan, setelah memasukinya karena sudut pandang yang gelap membuat Yinfeng dan guru Liuking masih bertanya-tanya dalam hatinya, sebenarnya tempat apa ini.
Namun tatkala Ketua Wunghan menyalakan penerangan yang telah beliau siapkan di tempat itu, barulah terlihat semuanya. Seperti sedang melihat sebuah harta karun Yinfeng dan guru Liuking sempat terbengong.
"Hemm, nah inilah ruang khusus diriku." Ucap Ketua Wunghan.
__ADS_1
"Ini semua milik Kakek Sepuh ?" Tanya Yinfeng.
"Iya, senjata-senjata ini lah yang telah menemaniku dari Aku seumuranmu." Kata Ketua Wunghan.
"Apaa.., dari seumuranku." Ucap, Yinfeng yang terkejut.
"Aku mengajak kalian kesini adalah ingin memberikan hadiah padamu Nak." Kata Ketua Wunghan sambil memegang kepala Yinfeng.
"Memberikanku hadiah ? Hadiah apa itu Kakek Sepuh."
Di ambilkannya sebuah pedang yang sama dengan tinggi badannya Yinfeng, pedang pusaka dengan warna keperakkan dan terukir di badan pedang itu sebuah gambar kepala harimau.
"Ini namanya adalah pedang Harimau Perak, pedang ini yang telah membuatku terkenal dimana-mana, karena ketika pedang ini sudah lepas dari sarungnya maka harus bisa mengendalikannya."
Ketua Wunghan menyerahkan pedang Harimau Perak kepada Yinfeng karena yakin bahwa Yinfeng adalah orang yang tepat untuk mewarisi pedang tersebut, namun ternyata pedang itu tidak sembarangan bisa di kuasai.
Ketua Wunghan pun memberikan Yinfeng sebuah Kitab yang harus di pelajarinya, Kitab itu adalah Kitab Harimau Sejati karena pedang Harimau Perak tidak akan bisa di lepaskan dari sarungnya, melainkan dia sudah mampu memahami bab pertama yang ada dalam Kitab Harimau Sejati.
__ADS_1
"Inilah simbol mengapa Perguruan ini dinamakan Macan Putih, karena Pedang tersebut yang membuat Leluhur pendiri Perguruan dan diriku juga terkenal sebagai Ketua Perguruan Macan Putih yang sangat di segani."
"Namun semenjak Aku memulai pertobatan dengan bertapa, dan semenjak tragedi 10 tahun silam Perguruan Kita tidak lagi di segani oleh Perguruan yang lain terutamanpemuda pemudinya." Ucap Ketua Wunghan.
"Aku berharap padamu Nak, di Turnamen bergengsi nanti kau bisa menjadi pemenangnya, agar Pemuda dari Perguruan ini disegani kembali." Ucap Ketua Wunghan menimpali.
"Baik Kakek Sepuh akan Aku usahakan." Jawab Yinfeng.
Setelah Yinfeng di berikan Pedang Harimau Perak dan Kitab Harimau Sejati, Ketua Wunghan menyuruh Yinfeng untuk mempelajarinya di dalam tempat tersebut.
Sedangkan untuk guru Liuking Ketua Wunghan memberikan sebuah token kewenangan untuk mengurus Perguruan Macan Putih, karena Ketua Wunghan akan kembali bertapa saat Yinfeng sudah menguasai jurus-jurus Harimau Sejati.
Akhirnya Ketua Wunghan dan giru Liuking meninggalkan Yinfeng sendirian di tempat itu, untuk masalah makanan akan guru Liuking antarkan.
Yinfeng di biarkan berlatih di tempat itu agar tidak ada yang mengganggunya, secara sekarang Yinfeng bak seorang artis yang selalu di cari-cari.
Oleh sebab itu keberadaan Yinfeng di rahasiakan dari guru maupun murid perguruan yang lain, hanya Ketua Wunghan dan guru Liuking yang tahu.
__ADS_1