Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Latihan Dasar 1


__ADS_3

Semangat Yinfeng yang menggebu-gebu ingin sekali cepat menjadi kuat, untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya yang di bunuh oleh Dongmen.


Di pagi yang cerah berbagai kicauan burung yang indah menambah semangat Yinfeng untuk memulai latihan dasar.


"Baik Yinfeng sekarang kakek guru menyuruhmu untuk mengisi gentong ini menggunakan ini." Ucap, guru Liuking sambil membawakan sebuah ember.



Sebuah ember yang sudah di lubangi oleh guru Liuking, dan Yinfeng di suruh untuk mengisi gentong menggunakan ember itu hingga penuh.


"Apaaa ?? Bagaimana aku bisa mengisi gentong sampai penuh kakek guru, sedangkan embernya saja bolong seperti itu." Ujar Yinfeng.


"Itu tugasmu untuk bisa menggunakan akal dan fikiran, agar kau nanti dapat mengambil keputusan dengan baik dan bijak." Ucap guru Liuking.


"Sekarang cepat laksanakan perintah kakek guru, jika kau tidak memenuhi gentong itu atau kau tidak melaksanakannya. Tidak akan ada makan malam bagimu." Ancam guru Liuking.


"Baik kakek guru." Ucap Yinfeng.


Yinfeng pun segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru Liuking untuk mengisi gentong menggunakan ember bolong.

__ADS_1


Dan ternyata jarak antara gentong dan air sungai cukup jauh, Yinfeng harus menuruni anak tangga dan melewati tanah merah yang licin, namun walaupun sesusah apapun, sesulit apapun rintangan latihan itu Yinfeng tetap semangat.


Sudah beberapa kali Yinfeng bolak-balik naik turun tangga untuk mengisi gentong hingga penuh, namun gentong tak kunjung penuh juga.


Yinfeng yang amat kelelahan akhirnya istrihat sejenak sambil memikirkan bagaimana caranya agar ia dapat mengisi gentong itu lebih cepat.


Ketika Yinfeng sedang berfikir ia melihat sebuah busa yang terletak tidak jauh dari ia duduk.


"Aha.. Aku ada cara. Bagaimana membuat gentong yang di atas sana cepat terisi penuh oleh air." Gumam Yinfeng.


Di ambilnya busa itu lalu di letakkannya di dalam ember yang bolong tadi, sesegera mungkin ia turun untuk mengambil air.


Setelah tibanya di atas Yinfeng mengngkat busa itu dan di dekatkannya di atas gentong kemudian memerasnya. Ternyat usahanya tidak sia-sia, gentong yang tadinya belum terisi air setetes pun akhnirnya mulai terisi.


"Ahhhh... Akhirnya dapat mengisi gentong ini, walaupun hanya sedikit." Ujar Yinfeng.


Setelah menemukan ide tersebut Yinfeng tidak perlu waktu lama untuk mengisi gentong hingga penuh.


Guru Liuking yang sedari tadi memperhatikan Yinfeng dengan bersembunyi di atas pohon, merasa takjub akan pemikiran Yinfeng yang berhasil melakukan latihan dasar tahab awal dengan cepat.

__ADS_1


Gentong pun sudah terisi penuh, Yinfeng yang merasa kelelahan merebahkan badannya di tanah dengan nafas yang terengah-engah.


Prokkkk... Prokkkk... Prokkkk...


Terdengar suara tepuk tangan dari atas, Yinfeng yang mendengar suara tepuk tangan segera mencari sumber suara itu.


"Kakek guru.., Aku sudah menyelesaikan latihan perdanaku kakek." Ucap Yinfeng.


"Bagus Yinfeng kau berhasil menyelesaikan latihan dasar ini, untuk selanjutnya masih ada latihan-latihan tingkat dasar yang lain.


Sekarang kita sudahi dahulu, esok kau masih harus menjalani latihan dasar selanjutnya."


Ucap guru Liuking.


"Baik kakek guru Yinfeng akan selalu siap." Jawab Yinfeng.


"Sekarang cepat bersihkan badanmu, dan temui kakek guru di ruang makan." Perintah guru Liuking.


Minta saran dan masukannya buat reader sekalian, agar authot dapat memperbaiki untuk selanjutnya.😊😊

__ADS_1


__ADS_2