
Tiba-tiba kesadaran Yin Feng sedikit pulih dan menolak, namun kembali roh pedang menguasai raga Yin Feng. "Sudah jangan melawan manusia hina, aku hanya ingin sedikit bersenang-senang dengan tubuhmu."
"Jangan harap kau dapat memerintahkan tubuhku ini untuk tindakan jahat." Teriak Yin Feng yang memaksa untuk tetap sadar.
Perkelahian pun kembali terjadi dialam fikiran milik Yin Feng. " Kau sangat keras kepala rupanya manusia hina, baik lebih baik aku lenyapkan saja jiwamu itu."
"Coba saja bila kau mampu." Terlihat Yin Feng sudah dapat menggerakkan tubuhnya, setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat aura Kien Chang.
Roh pedang Kien Chang kembali mengeluarkan tekanan kekuatannya, yang sebelumnya dapat membuat Yin Feng terduduk tak berdaya.
Namun ternyata kali ini tekanan tersebut tak begitu berefek pada tubuh Yin Feng, hanya sedikit merasakan berat pada kakinya. Yin Feng sedikit merasakan kekuatannya bertambah kuat.
Saat dia mencoba terus merasakan sumber kekuatan yang datang, ternyata dari luar sesepuh Qiu Han mentranfer energi kekuatan kedalam tubuh Yin Feng.
Saat mengetahui Yin Feng kembali terduduk tanpa bergerak, sesepuh Qiu Han segera mencoba untuk menolong Yin Feng dari luar.
"Kalahkan dia bocah jika kau tidak ingin tubuhmu diambil alih olehnya."
Terdengar suara yang menggema dialam fikiran Yin Feng. "Ternyata roh tua itu yang telah membantumu, mari kita selesaikan pertarungan ini."
Kien Chang segera maju menyerang menggunakan cakaran api, dengan tambahan kekuatan membuat Yin Feng lebih kuat dari sebelumnya.
Dengan cepat ia menangkis serangan dari Kien Chang menggunakan elemen tanah, yang telah menyatu dengan kedua tangannya.
Serangan demi serangan dilesatkan oleh Kien Chang, namun dengan mudahnya Yin Feng hindari bahkan berkali-kali serangan Kien Chang beradu dengan serangan Yin Feng.
Dalam beberapa kali serangan mampu diimbangi oleh Yin Feng, sehingga membuat murka roh pedang Kien Chang kemudian mendadak dirinya melompat keatas.
Terlihat Kien Chang melayang-layang diudara nampak dirinya hendak mengeluarkan separuh kekuatannya. "Hei manusia hina.. Andai kau masih dapat bertahan dari seranganku ini maka aku akan menerimamu sebagai tuanku."
Yin Feng berusaha mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk dapat bertahan dari serangan roh pedang Kien Chang, dengan memusatkan pada kedua tangannya Yin Feng bersiap-siap untuk menerima serangan Kien Chang.
Seketika alam fikiran Yin Feng terasa hampir tak ada cahaya yang menerangi, akibat sebuah kegelapan dan bayang-bayang roh yang mulai bermunculan.
Hingga tiba-tiba bayang-bayang roh mulai berkumpul dan menyatu menjadi satu, membentuk sebuah pedang besar yang siap untuk dilesatkan kearah Yin Feng.
__ADS_1
"Terimalah ini manusia hina.." Sebuah terikan Kien Chang mengiringi laju bayang-bayang roh yang membentuk pedang besar.
Dengan segenap kekuatan dan juga seluruh kemampuan, tidak lupa dari luar sesepuh Qiu Han tetap mentransfer kekuatannya untuk membantu Yin Feng.
Pedang roh mulai menghantam Yin Feng, walaupun sebelumnya Yin Feng telah mengerahkan segenap kemampuan serta kekuatannya, tapi tetap saja serangan Kien Chang kali ini mampu membuat Yin Feng terluka cukup parah.
Dari kedua tangan Yin Feng nampak kulit yang sedikit mengelupas, dan seluruh pakaiannya robek tak berbentuk. Setelah menerima serangan dari Kien Chang nampak Yin Feng masih bertahan.
Senyuman tak lupa tetap Yin Feng pancarkan karena merasa berhasil menahan serangan yang dilesatkan roh pedang Kien Chang. "Hahaha.. Aku akui kau memang cukup hebat manusia hina yang dapat menahan seranganku ini, tapi tenang saja pantang bagiku untuk ingkar janji."
Setelah mendengar perkataan Kien Chang tiba-tiba Yin Feng menghilang, dan tubuh aslinya mendadak jatuh tak sadarkan diri. Bila dilihat saat dialam fikiran Yin Feng mengalami luka cukup parah.
Namun tatkala dilihat dari tubuh aslinya Yin Feng hanya memuntahkan darah, sebelum dirinya jatuh tergeletak tak sadarkan diri. Sesepuh Qiu Han merasa khawatir dengan yang terjadi pada Yin Feng.
Ingin meminta bantuan, namun beliau sadar bila orang lain mengetahui wujud rohnya maka akan menimbulkan kekaccauan, akhirnya beliau hanya menunggu hingga Yin Feng tersadar.
Roh pedang Kien Chang yang sudah menyepakati bahwa jika Yin Feng dapat bertahan dari serangannya, maka ia akan mengakui Yin Feng menjadi tuannya.
Seketika Kien Chang menolong dengan mentransfer sebagian kekuatannya ketubuh Yin Feng, dalam sekejap tubuh Yin Feng terlihat segar kembali dan perlahan-lahan Yin Feng membuka kedua matanya.
Sesepuh Qiu Han yang melihat Yin Feng sudah sadarkan diri merasa sangat lega dan senang, namun saat melihat dan merasakan secara detail ternyata dari tubuh Yin Feng memancarkan sedikit aura membunuh.
Sehingga Yin Feng dapat tersadar lebih cepat dan seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa padanya. "Sesepuh.." Ucapan pertama kali yang Yin Feng ucapkan saat dirinya tersadar.
"Apa sebenarnya yang terjadi padaku?" Yin Feng seolah bingung dengan apa yang barusan dia alami. "Apakah kau tidak ingat apa yang baru saja kau alami ?" Sesepuh Qiu Han mencoba balik bertanya.
Yin Feng mencoba mengingat-ingat kembali apa yang baru saja dialaminya. "Ya aku ingat ! Aku menerima luka yang cukup parah akibat serangan pedang milik Kien Chang, tapi saat ini aku merasakan tubuhku lebih kuat dari sebelumnya."
Yin Feng memandangi tubuhnya sendiri, nampak dari ekspresi wajahnya seperti kebingungan atas perubahan yang dialami pada tubuhnya.
Saat dalam keadaan bingung tiba-tiba terdengar bisikan dari dalam tubuhnya. "Kau tidak perlu bingung manusia, akulah yang memberimu kekuatan. Akibatnya aku harus tertidur untuk memulihkan kekuatanku."
"Kau ?? Apakah kau sudah menerimaku ?" Yin Feng nampak terkejut mendengar perkataan yang barusan Kien Chang ucapkan.
"Ya aku sudah berjanji padamu, dan mulai sekarang kau adalah tuanku." Perkataan yang diucapkan roh pedang Kien Chang.
__ADS_1
"Kau memiliki kekuatan yang sangat besar lebih baik aku menganggapmu sebagai teman saja." Ucap Yin Feng.
"Hemm.. Itu terserah kau saja, yang jelas kau harus memberiku makan saat aku mulai lapar."
"Makan ?? Memang apa makananmu ?" Yin Feng mencoba untuk bertanya.
"Hemmm.. Jangan lupa kau harus memberiku darah segar, untuk dapat memulihkan setiap kekuatanku yang hilang. Apakah kau mengerti ??"
"Darah ??" Yin Feng nampak terkejut setelah mengetahui jika Kien Chang menyukai darah, sebagai stamina kekuatannya.
"Iya kenapa ? Apakah kau tidak sanggup memberiku darah ? Atau justru kau tidak sanggup untuk membunuh seseorang ?"
"Aku tidak bisa sembarangan membunuh orang, apalagi orang itu tak bersalah." Ucap Yin Feng.
"Hemm.. Aku mengerti, aku tidak akan menyuruhmu untuk membunuh kecuali kau sendiri yang menginginkan itu."
"Baiklah, aku akan memberimu darah dari orang-orang yang kejam dan jahat, serta yang memiliki kegelapan didalam hatinya." Ucap Yin Feng.
"Baiklah itu terserah kau saja, sekarang aku akan tidur dulu." Setelah berkata demikian roh pedang Kien Chang pun menghilang dan kembali bersemayam di pedang Pencabut Nyawa.
Saat Kien Chang yang mulai masuk kedalam pedang Pencabut Nyawa, Yin Feng mulai bangkit dari duduknya dengan memandangi kearah pedang Pencabut Nyawa yang dipegangnya.
"Syukur kau tak apa-apa bocah." Ucapan sesepuh Qiu Han mendadak mengagetkan Yin Feng.
"Uhh.. Iya sesepuh ini semua berkat bantuan anda, andai saja sesepuh tidak mentransfer kekuatan padaku entah bagaimana nasibku selanjutnya."
"Hemm.. Aku melihat sepertinya kau memerlukan bantuan, sebab itu aku berusaha membantumu saja bocah." Ucap sesepuh Qiu Han.
"Terimakasih sesepuh, lalu bagaimana dengan pedang ini ?" Tanya, Yin Feng sambil mengangkat tangan kanan yang memegang pedang Pencabut Nyawa.
"Itu sudah menjadi milikmu bocah, dan juga Kien Chang telah mengakuimu sebagai pemiliknya maka jagalah dengan baik pedang itu." Ucap sesepuh Qiu Han berwasiat pada Yin Feng.
"Baik sesepuh Qiu Han, akan aku jaga dengan baik pedang ini." Ucap, Yin Feng dengan membungkukkan badannya memberi hormat pada sesepuh Qiu Han.
Setelah sesepuh Qiu Han selesai berkata barulah dirinya mulai bersemayam kembali didalam kitab teratai api, begitupun dengan Yin Feng dia pun segera kembali ke kediamannya.
__ADS_1
Takut bilamana guru Liu King khawatir akan dirinya, tak lupa sebelum Yin Feng pergi ia menyimpan pedang Pencabut Nyawa didalam kalung ruang hampa miliknya terlebih dahulu. Agar tidak ada yang mengetahui keberadaan pedang tersebut.
.............