Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Perubahan Menjadi Raksasa


__ADS_3

Setelah masalah tempat berteduh bagi para warga terselesaikan, barulah tugas selanjutnya akan diambil alih oleh Monk Lie.


Yin Feng berjalan mendekati Monk Lie yang sedang bertengger di dahan pohon kecil, sambil mengelus-elus punggung Monk Lie seraya Yin Feng berkata. "Selanjutnya kami serahkan tugas ini padamu teman."


Uuu.. Aaa.. Uuu.. Aaa...


Monk Lie melompat-lompat seperti halnya kera pada umumnya. "Kau tidak perlu khawatir teman, serahkan saja semuanya padaku."


Segera Monk Lie berlari menuju kota Tian Jien dan masuk kedalamnya, hingga tibalah ia ditengah-tengah kota.


Dia mencari tempat yang cukup tepat agar semua warga merasa takut, dia melihat ada sebuah bangunan dengan atap yang cukup kokoh bila dipijaki kakinya saat berubah ke bentuk raksasa. "Sepertinya disana cukup tepat bila aku merubah wujudku."


Monk Lie berlari dan memanjat bangunan tersebut, awalnya para warga yang melihat Monk Lie biasa-biasa saja mereka menganggap bahwa Monk Lie hanyalah kera malang yang mencari makan.


Tibalah Monk Lie diatas atap bangunan tersebut, dan seketika ia merubah bentuk tubuhnya menjadi ukuran besar.


Gouuurrrr.... Gouuuurrr...


Perubahan bentuk Monk Lie membuat semua para warga menjadi panik, yang seketika berhambuaran untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.


Ada juga para lelaki yang merasa dirinya cukup berani, langsung mengambil senjata apa saja yang mereka punya untuk dapat mempertahankan diri mereka.


Tiba-tiba ada seeorang laki-laki pemberani dengan senjata panah ditangannya, yang langsung menembakkan anak panah kearah Monk Lie.


Karena tembakan tersebut dilancarkan oleh orang yang tidak memiliki kultivasi, saat mengenai tubuh Monk Lie itu tak berpengaruh sedikit pun. Justru Monk Lie semakin menambah kuat teriakannya dengan memukul-mukul dada.


Goouuuurrrrr......


Seketika teriakan Monk Lie langsung membuat para lelaki pemberani, menjadi ciut semangatnya dan mulai menyelamatkan diri masing-masing.


Disitulah tugas Walikota Tian Long, paman Dou Han, Qin Xua dan juga Yin Feng selanjutnya.


Mereka berempat mulai menyebar untuk mengevakuasi para warga yang ketakutan. "Ayok semuanya kita harus cepat pergi untuk mencari tempat yang lebih aman." Walikota Tian Long berteriak keras sampai membuat seluruh warga terhenti sejenak.

__ADS_1


Seluruh warga menatap kesatu arah yaitu sosok yang sangat mereka kenal sebelumnya, antara yakin dan tidak yakin para warga masih menerawang dan mengingat-ingat sosok yang mereka lihat.


Memang saat memasuki dunia dimensi mereka sudah terlebih dahulu melepas kertas perubah wajah, dan setelah itu mereka tetap memakai wajah asli mereka.


Tak banyak yang mau menuruti ajakan dari Walikota Tian Long, namun ada satu orang nenek-nenek yang amat sangat mengenal bahkan akrab dengan sosok Walikota Tian Long.


Dia berjalan mendekati Walikota Tian Long dengan wajah tanpa ketakutan sedikit pun. "Nenek Cin Mei!!" Walikota memanggil sosok nenek tersebut. "Mari nek silahkan ikut dengan yang lainnya, untuk mencari tempat perlindungan."


Berbagai perbincangan bisik-bisik para warga yang merasa ragu namun juga takut akan kehilangan nyawa mereka. "Bagaimana ini? Apakah kita akan mengikuti Walikota Tian Long?"


"Kalau aku sih lebih baik mati agar aku bisa bertemu kembali dengan anak dan istriku, sebab semua kenangan terindah bersama mereka ada ditempat ini."


"Kalau aku memilih menyelamatkan diri, karena putriku masih menungguku untuk menyelamatkannya."


Memang ada sebagian anak perempuan yang direbut dari tangan keluarganya, agar mau menjadi pelayan untuk para penjahat. Jika ada perlawanan mereka tak segan-segan membunuh orang tua perempuan tersebut.


Keributan yang terjadi sampai terdengar hingga ke tempat dimana para penjahat itu tinggal. "Keributan apa yang sedang terjadi di kota?" Xuan Cong yang sedang menikmati keindahan wanita merasa terganggu, akan keributan yang terjadi.


"Lapor ketua." Salah satu anak buah yang bertugas menjadi mata-mata, tiba-tiba datang untuk melaporkan kejadian yang terjadi di kota.


"Diluar telah terjadi keributan yang disebabkan oleh seekor makhluk kera rakasasa, dan juga saya melihat ada sesosok Walikota sedang berusaha untuk mengevakuasi warga."


"Apa!! Seekor makhluk kera rakasasa?? Dan juga kamu melihat ada sosok Walikota?" Xuan Cong cukup terkejut dan merasa janggal mengapa kemunculan kera raksasa bisa berbarengan dengan kemunculan Walikota Tian Long.


"Apa mungkin semua ini memang siasat mereka?" Xuan Cong masih memikirkan perihal kemunculan keduanya yang bisa berbarengan.


"Kalau begitu segera perintahkan semuanya untuk segera bergegas menuju asal dari keributan tersebut." Xuan Cong memerintahkan semua anak buahnya agar menuju tempat dimana keributan berasal.


Saat Xuan Cong dan anak buahnya tiba, ternyata para warga sudah hampir semuanya telah dievakuasi dan di tempatkan di tempat aman yang telah dipersiapkan, dengan dipandu oleh paman Dou Han serta Qin Xua.


Prokk... Prokkk..


Xuan Cong berjalan perlahan dengan bertepuk tangan. "Cukup menarik! Ada kera raksasa yang mengamuk akan tetapi tidak membuat kerusakan sedikit pun." Kecurigaan Xuan Cong terbukti setelah dia menyaksikan sendiri apa yang terjadi.

__ADS_1


Memang Monk Lie hanya ditugaskan untuk menakut-nakuti warga, sebab itu dia hanya menakut-nakuti diatas atap saja.


Walikota Tian Long segera menoleh ke asal sumber suara tersebut. "Oh.. Rupanya umpan yang telah dipersiapkan berhasil menarik tikus dari sarangnya."


"Hahaha.. Kau cukup berani untuk datang kesini, apakah kematianmu ingin disaksikan oleh wargamu?" Xuan Cong mencoba memancing emosi Walikota Tian Long.


"Hahaha.. Justru sebaliknya, hari ini adalah hari dimana kematianmu telah ditentukan." Walikota Tian Long membalas perkataan dari Xuan Cong.


Yin Feng yang berdiri cukup jauh dari Walikota Tian Long berjalan mendekat kearahnya, disusul mengecilnya perubahan Monk Lie ke tubuh semula.


Dengan melompat-lompat Monk Lie turun dari atap dan melompat mendarat tepat di pundak Yin Feng.


Xuan Cong yang menyaksikan perihal tersebut menjadi terkesan. "Ohh.. Rupanya kera itu milikmu? Cukup menarik, bagaimana jika kita membuat kesepakatan."


"Hah!! Kau ingin membuat kesepakan setelah apa yang telah kau perbuat?" Walikota Tian Long sedikit geram.


"Hahaha.. Tentunya kesepakatan ini bukan untuk dirimu, tapi untuk pemuda disampingmu itu." Xuan Cong menunjuk kearah Yin Feng.


"Kau ingin membuat kesepakatan denganku! Kesepakatan apa yang kau maksudkan itu." Yin Feng berkata dengan nada sedikit tinggi.


"Gaya bicaramu boleh juga anak muda, jika kau mau menyerahkan kera itu padaku mungkin aku bisa mempertimbangkan untuk tidak membunuhmu." Xuan Cong mencoba membuat pilihan untuk Yin Feng.


"Menyerahkan kera ini!! Bila kau mampu merebutnya dariku kau boleh memilikinya." Perkataan tegas terlontar dari mulut Yin Feng.


"Hahaha.. Menarik sunggung menarik, anak muda yang hanya tingkat langit akhir tahap 3 berani menolak tawaran dari tuan ini." Xuan Cong tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Yin Feng.


Walikota Tian Long memegang pundak Yin Feng. "Feng er masalah dia biar paman saja yang tangani, lagian juga tingkat kekuatanmu dan dia berbeda sangat jauh."


"Hemm.. Paman tidak perlu khawatir, walaupun perbedaan kami terlalu jauh tapi Feng er tak akan gentar sedikit pun."


"Jangan gegabah Feng er, jelas-jelas tingkat kekuatannya di tingkat langit tahap 7 sama dengan paman, sudah biarkan paman saja yang menghadapinya."


Walikota Tian Long tidak ingin terjadi apa-apa dengan Yin Feng, karena jelas anggapan Walikota Tian Long Xuan Cong bukanlah tandingannya Yin Feng.

__ADS_1


........


__ADS_2