
Kini tinggal satu musuh tersisa walaupun tingkat kekuatan Walikota Tian Long dengan sang musuh tergolong sama, namun kesetabilan dan kekokohan dalam kultivasi cukup terlihat pada Walikota Tian Long.
Mengakibatkan sang musuh cukup kesusahan dalam menghadapi kekuatan Walikota Tian Long.
Pertarungan terakhir membuat sang musuh mengeluarkan semua kekuatan yang dimilikinya. "Tidak mengapa jika aku mati, tapi kau pun harus mati juga!"
Seketika sang musuh mengerahkan semua kekuatan yang ada pada tubuhnya, membuat energi pada tubuhnya mengalami lonjakan hebat.
"Sepertinya dia ingin meledakkan diri! Ini sangat bahaya sekali!" Yin Feng yang mengetahui lebih awal segera melesat maju mendekat kearah sang musuh.
Walikota Tian Long dibuat terkejut dengan mengarahnya Yin Feng kearah sang musuh."Jangan Feng er..!"
Yin Feng tak menghiraukan teriakan dari Walikota Tian Long, dia justru semakin cepat karena takut jika dirinya akan terlambat.
"Jangan harap bisa meledakkan diri ketika aku berada disini!"
Yin Feng langsung menggunakan kekuatan jiwa untuk menyerang ruang jiwa sang musuh, dalam sekejap konsentrasi sang musuh terganggu mengakibatkan gagalnya ia meledakkan dirinya.
Aaakkhhh...
Didalam ruangan jiwa sang musuh.
"Apa yang sedang kau lakukan kepada ruang jiwaku?" Sang musuh cukup merasa kesakitan pada ruang jiwanya.
"Sekarang coba jawab pertanyaanku! Siapa sebenarnya kalian? Dan apa tujuan kalian menyerang kami?"
"Aku tidak akan memberitahukan padamu!"
"Ohh kau ingin menguji kesabaranku! Baiklah..!" Yin Feng semakin menambah serangan yang mengarah pada ruang jiwa sang musuh.
"Aaakkhhh.. Cukup.. Sudah cukup hentikan!"
"Jawab dulu pertanyaanku! Baru setelah itu aku akan melepaskanmu!"
"Iya baiklah aku akan mengatakannya padamu, tapi tarik dulu seranganmu pada ruang jiwaku!"
"Ohh jadi kau ingin tawar-menawar denganku!"
Yin Feng justru semakin menambah kekuatan serang pada ruang jiwa sang musuh.
"Tidaaak.. Hentikan! Baiklah akan aku katakan, kami adalah pembunuh bayaran yang disewa oleh tuan Mio Jie."
"Apa!! Mio Jie? Bukankah dia yang bersaing denganku saat merebutkan kunci kuno di pelelangan?" Sejenak Yin Feng terdiam namun tiba-tiba dirinya merasa ada yang janggal.
__ADS_1
"Bukankah aku sudah mengubah tampilan serta wajahku saat di pelelangan? Tapi mengapa kawanan musuh ini bisa tahu siapa aku sebenarnya?"
Yin Feng sedikit curiga bahwa kemungkinan sang musuh sudah mengikutinya sejak lama. "Jadi kau sudah tahu siapa diriku ini?"
"Iya, kau adalah master Feng alkemis kehormatan keluarga Xue, aku membuntutimu dari semenjak kau mengejar sesosok orang tua."
"Oh pantas saja kau bisa tahu walaupun aku sudah merubah kembali wajahku, ternyata kau mengintip saat diriku sedang berganti wajah serta penampilan!"
"Haha.. Asal kau tahu bukan hanya aku saja yang akan mengetahui identitas gandamu, melainkan juga tuan Mio Jie serta seluruh dataran barat ini, sebentar lagi mereka akan mengetahuinya."
"Sialan! Kau berani mengancamku!"
"Bunuh saja aku! Itu tak jadi masalah, karena kami pembunuh bayaran memang sudah siap untuk mati."
Yin Feng mencoba mendeteksi menggunakan mata batinnya, alat apa yang dipergunakan sang musuh untuk mengabarkan semua kejadian.
Lama Yin Feng menggunakan mata batin hingga pada titik terakhir ternyata dirinya menemukan kejanggalan yang tersimpan pada tubuh bagian kiri sang musuh.
Secara cepat Yin Feng menggeledah tubuh sang musuh dan benar saja dirinya menemukan sebuah batu komunikasi yang disembunyikan dibalik baju sang musuh.
"Ohh ternyata kau pintar juga! Cukup sulit aku menemukan benda ini!"
"Sial! Bagaimana anak ini bisa menemukannya!" Dalam hati sang musuh cukup terkejut jika Yin Feng dapat menemukan keberadaan batu komunikasi miliknya.
"Lantas mengapa memangnya jika kau berhasil mendapatkannya! Saat kau berusaha menghancurkan batu itu, secara otomatis pesan didalamnya akan langsung terkirim ke batu komunikasi yang lainnya."
Seketika Yin Feng keluar dari ruang jiwa musuh, namun sebelum itu dirinya menghancurkan ruang jiwa tersebut terlebih dahulu.
"Terlaknat kau..!"
Sang musuh langsung memuntahkan banyak darah, bahkan kekuatannya pun menjadi melemah. "Lebih baik kau bunuh saja aku!"
"Baiklah akan aku penuhi keinginanmu itu!"
Craaazz...
Yin Feng langsung menebas kepala sang musuh hingga kepalanya terlempar cukup jauh dari tubuhnya.
"Mio Jie!! Tunggu saatnya nanti pasti akan aku balas perbuatanmu ini!"
Walikota Tian Long berjalan mendekati Yin Feng. "Kau tidak apa-apa Feng er?"
"Aku baik-baik saja paman, sebaiknya kita ambil dulu harta benda milik mereka semua paman."
__ADS_1
Cukup lumayan ternyata apa yang dimiliki para pembunuh bayaran tersebut, beberapa koin emas serta berbagai senjata maupun pil bahkan ada kitab jurus juga.
"Ternyata para pembunuh bayaran ini sangat kaya." Yin Feng yang melihat apa isi dibalik cincin ruang milik para pembunuh bayaran tersebut dibuat takjub.
Walikota Tian Long dan Yin Feng kemudian melanjutkan perjalanannya kembali, menuju kota tercinta kota Tian Jien.
Tak ada halangan yang ditemui setelah kejadian sebelumnya, sampai tak terasa waktu sudah gelap dan keduanya akhirnya mulai memasuki tugu masuk kota. Dan keduanya pun langsung menuju perguruan Macan Putih.
Pertama kali saat Walikota Tian Long dan Yin Feng tiba di gerbang masuk perguruan, ternyata Qin Xua, Lou Rin, Xio Ning er serta Heiun dan Heiuni sudah menunggu kedatangan keduanya.
"Kak Yin Feng.." Panggil kakak beradik Heiun dan Heiuni yang langsung berlari menghampiri Yin Feng.
Namun tak terduga Qin Xua juga berlari menyusul kedua kakak beradik tersebut, dan langsung memeluk Walikota Tian Long.
"Bagaimana disana paman? Besok lagi Qin er pokoknya harus ikut." Qin Xua melipat kedua tangannya didada dengan raut wajah yang cemberut.
"Iya.. Iya, besok lagi paman akan ajak Qin er."
"Baiklah berhubung tuan Long dan Yin Feng sudah pulang, bagaimana kalau kita makan bersama."
"Boleh juga." Walikota Tian Long langsung menerima ajakan makan bersama bersama dengan para murid perguruan Macan Putih.
"Asal tuan Long dan Yin Feng tahu, semua masakan yang ada ini dibuat sepesial oleh Qin Xua." Lou Rin memberitahukan siapa yang memasak menu makanan hari ini.
"Apa!! Sungguh itu Qin er?" Walikota Tian Long cukup terkejut dengan apa yang diberitahukan oleh Lou Rin.
"Ah tidak paman, ini semua berkat bantuan Lou Rin dan juga Xio Ning er." Qin Xua menjawab pertanyaan Walikota Tian Long dengan cukup malu-malu.
"Kau dengar Feng er! Qin er membuatkan makanan spesial ini hanya untuk menyambut kepulanganmu, lalu apa yang akan kau berikan padanya?"
Tiba-tiba Yin Feng tersedak makanan saat sedang menikmati hidangan. "Uhukk.. Uhuk.."
"Ada apa kak Yin Yin? Apakah kamu baik-baik saja?" Qin Xua seketika langsung nengambilkan air minum untuk Yin Feng. "Ini kak minumlah dulu."
"Makasih Qin Qin." Yin Feng pun kemudian mengeluarkan beberap senjata, kitab jurus serta beberapa botol pil.
"Waaahh ini banyak sekali kak! Apakah ini semua buat kak Qin Xua aja? Lalu bagian kita mana?" Ujar Heiun dan Heiuni bersamaan.
"Tenang saja justru ini semua buat kalian penghuni perguruan Macan Putih."
Qin Xua yang awalnya merasa tersanjung atas perilaku Yin Feng, namun saat Yin Feng mengatakan bahwa semua itu bukan hanya untuk dirinya, senyuman di wajah Qin Xua langsung terlihat menipis.
Yin Feng yang menyadari hal tersebut tiba-tiba mendekat kearah Qin Xua. "Ini spesial untuk Qin Qin." Yin Feng memberikan Qin Xua sebuah cincin ruang dengan berbagai barang didalamnya.
__ADS_1
Senyuman di wajah Qin Xua yang tadinya menipis kini kembali merekah, bahkan terlihat kemerah-merahan. "Ah kak Yin Yin, Qin Qin kan jadi malu."
.......