Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Temuan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Setelah raja kadal iblis binasa Yin Feng mencoba menelusuri goa tempat dimana raja kadal iblis tinggal, beberapa penampakan tulang belulang dan juga kerangka tengkorak binatang iblis yang bertebaran.


Yin Feng mencoba untuk terus memasukinya semakin dalam, saat dirasa sudah banyak langkah ia menyusuri Yin Feng pun terhenti tepat didepan sebuah batu besar yang bersinar.


"Mengapa batu ini nampak berbeda dari yang lain." Yin Feng mencoba mengamati dan memegang batu tersebut.


Saat ia mencoba mengitari batu itu tak ada satupun tanda-tanda bahwa cahaya matahari menyinari batu tersebut. "Sangat aneh." Dengan memegangi janggutnya Yin Feng terdiam dan berfikir sejenak. "Kalau begitu akan aku coba untuk menghancurkannya."


Yin Feng mengambil posisi yang pas untuk mengeluarkan kekuatannya, dengan sebuah pukulan keras ia daratkan ke batu besar itu. Akan tetapi tak ada efek apapun pukulan Yin Feng tak membuat batu besar itu hancur.


"Apa?? Bagaimana mungkin." Yin Feng nampak bingung dengan memandang kearah tangannya setelah itu kearah batu besar.


Mencoba terus berfikir untuk mendapatkan cara agar dapat mengetahui apa yang ada didalam batu tersebut, namun nyatanya tetap saja tak ada cara.


Saat Yin Feng masih terdiam memikirkan sebuah cara tiba-tiba ada yang mengagetkannya. "Nampaknya itu terlihat seperti bukan batu biasa."


Yin Feng sangat mengenali suara itu dan langsung menjawab. "Sepertinya begitu, aku sudah mengerahkan kekuatanku untuk dapat menghancurkannya, tapi tetap saja tidak berhasil."


"Biar aku mencobanya teman." Sumber suara itu tak lain adalah Monklie yang sudah selesai membereskan anak buah raja kadal.


Monklie mencoba mengalirkan tenaga dalam dan memusatkannya ditangan, saat semua tenaga sudah berkumpul barulah pukulan hebat didaratkan kearah batu besar tersebut.


Namun itu juga tak berpengaruh pada batu besar malahan membuat Monklie terpental, karena akibat serangannya yang tidak berhasil menghancurkan batu itu.


Monklie menstabilkan nafasnya. "Sungguh batu yang tidak biasa." Ucapan, Monklie yang sedikit terengah-engah karena kelelahan.


Antara Monklie maupun Yin Feng hanya saling pandang-pandangan, tak tahu lagi harus berbuat apa agar batu besar itu dapat dihancurkan. "Jika dengan kekuatan fisik tidak berefek, maka tidak ada salahnya mencoba menggunakan kekuatan jiwa."


Yin Feng mencoba mendekati batu besar itu kembali, dan meletakkan kedua tangannya pada batu tersebut lalu memejamkan matanya.


Kali ini Yin Feng mencoba mengalirkan energi ke batu besar dengan menggunakan kekuatan jiwa, ternyata sungguh sangat tidak menyangka bahwa batu besar tersebut langsung merespon.


Sangat terlihat jelas bahwa batu besar itu ternyata dilindungi dengan menggunakan segel formasi, yang hanya dapat dibuka dengan menggunakan kekuatan jiwa.


Yang tadinya menggunakan kekuatan fisik tak mampu menghancurkan batu besar itu, kini melalui kekuatan jiwa Yin Feng dapat dengan mudah membuka segel yang melindungi batu besar tersebut.

__ADS_1


Batu yang awalnya berdiri dengan sangat kokoh, kini tiba-tiba setelah segelnya terlepas dengan sangat mudahnya terbelah menjadi dua bagian.


Terlihat jelas ada sebuah benda yang terlapisi cahaya kebiruan. "Benda apa itu sangat menyilaukan sekali." Sambil menutup kedua matanya dengan tangan, Yin Feng mencoba tetap memastikan benda apa yang ada didepannya.


Benda tersebut tidak lain adalah token langit, token ini bisa dibilang juga kunci untuk membuka pintu menuju istana langit.


Diceritakan bahwa dahulu antara penduduk bumi dan penduduk langit masih saling berkomunikasi dan juga masih sering berbagi wawasan ilmu.


Namun karena suatu alasan tatkala terjadi konflik antara penduduk langit dan penduduk bumi, tiba-tiba jembatan yang menghubungkan keduanya menghilang.


Memang awal mula terbentuknya jembatan penghubung tersebut karena sebuah kesepakatan, antara leluhur dari penduduk bumi dan juga penduduk langit.


Bahwa jika suatu ketika terjadi sebuah konflik antara keduanya, maka secara otomatis jembatan penghubung akan menghilang.


Namun jembatan penghubung tersebut terpecah menjadi beberapa token, kemudian tersebar disetiap penjuru bumi.


Ternyata token tersebut adalah sebuah kunci bagi siapa saja yang terpilih untuk mendapatkannya, maka saat nanti waktunya tiba mereka semua yang terpilih akan langsung dapat menuju istana langit.


Hanya dengan mengalirkan kekuatan jiwa kedalam token tersebut, maka saat itu juga seseorang yang terpilih akan langsung dapat berpindah tempat menuju istana langit.


Justru tingkat langit adalah tingkatan dasar yang ada di istana langit, oleh sebab itu pada zaman dahulu banyak leluhur yang berlomba-lomba untuk dapat menjadi murid di istana langit.


Karena sebuah tragedi hingga menyebabkan menghilangnya jembatan penghubung, akhirnya para leluhur yang resmi menjadi murid di istana langit tak diperbolehkan untuk kembali.


Menyisahkan hanya para leluhur yang telah mencapai tingkatan langit saja, sehingga hingga sampai saat ini tingkat kekuatan tertinggi di bumi adalah tingkatan langit.


Walaupun sebenarnya setelah tingkatan langit masih ada tingkatan jiwa suci, itupun terbilang masih langka selama seratus tahun hanya ada satu orang yang mampu mencapainya.


Karena sebenarnya tingkat jiwa suci adalah tingkatan yang dimiliki oleh istana langit, setelah seseorang melalui tingkatan dasar yaitu tingkatan langit.


Seseorang tersebut akan memasuki fase hidup dan mati, bila berhasil maka akan menaiki tingkatan jiwa suci semua segala bentuk kekuatan akan sangat berbeda dari yang ada dibumi.


Segera Yin Feng mengambil token tersebut dan menyimpannya di kalung ruang hampa. "Untuk sementara lebih baik aku menyimpannya terlebih dahulu, suatu hari mungkin ini sangat berguna."


Setelah mengambil token tersebut Yin Feng bergegas keluar dari goa, sebelum dirinya mulai melangkah tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada teman terbaiknya. "Aku sangat berterimakasih padamu teman, lain kali akan aku panggil kembali."

__ADS_1


Setelah berjabat tangan Monklie kemudian menghilang pulang ke tempat asalnya kembali, barulah Yin Feng melangkahkan kakinya pergi kembali ke tempat dimana turnamen sedang di adakan.


Namun dipertengahan jalan ada seseorang yang ternyata tengah menunggunya, seorang perempuan yang tidak lain adalah Ying Yin. "Ying Yin.. Mengapa kau disini?" Yin Feng mencoba bertanya.


"Aku sengaja menunggumu disini." Ucap Ying Yin.


"Menungguku?? Kenapa kau menungguku?" Tanya Yin Feng.


Dengan kepala yang tertunduk Ying Yin mencoba meminta maaf pada Yin Feng. "Aku minta maaf jika sebelumnya sangat meremehkan kemampuanmu."


"Ah.. Itu tak usah kau fikirkan, lebih baik kita sekarang bergegas kembali." Yin Feng mencoba untuk melangkah pergi terlebih dahulu, namun tiba-tiba ada beberapa orang yang menghentikannya.


Nampak beberapa orang dengan berpakaian gelap dan mengenakan topeng. "Hei anak muda lebih baik kau cepat serahkan token itu." Bentak salah satu orang bertopeng.


Walaupun mereka semua mengenakan topeng, namun Yin Feng dapat mengenali mereka ternyata mereka semua orang-orang yang pernah menyerang dirinya saat melintasi dua tebing.


"Token?? Token apa aku tidak mengerti apa maksudmu!" Ujar, Yin Feng mencoba berpura-pura tak mengerti.


"Jangan berpuara-pura kau anak muda, aku melihat jelas kau mendapatkan token itu saat di goa."


"Ohh.. Jadi ternyata kalian yang telah mengawasiku, bila aku tak mau menyerahkannya kalian mau apa?"


"Jangan harap kau dapat kembali dengan selamat." Salah seorang yang bertopeng mengacungkan pedangnya kearah Yin Feng.


"Hahaha.. Apa kalian tidak salah, justru kalian lah yang tidak lama lagi akan menemui ajal kalian." Yin Feng merasakan dalang dibalik penghadangannya kali ini masih masih ada sangkut pautnya dengan Lin Kiong.


Yin Feng menoleh kebelakang kerah Ying Yin. "Sebaiknya kau cepat pergi, aku tidak mau membahayakan dirimu." Ujar Yin Feng.


Ying Yin nampak tidak suka dengan perkataan yang Yin Feng ucapkan, padahal jelas-jelas ia sangat ingin membantu Yin Feng. "Apakah kau tidak membutuhkan bantuanku?"


Yin Feng menghela nafas dan membiarkan Ying Yin untuk membantunya. "Jika kau sanggup menghadapi salah satunya tak masalah, namun berhati-hatilah."


.........


Maaf ya para pembaca semua di bulan kemarin adalah masa-masa sulit bagi saya dalam keuangan, jadi harap dimaklumi jika tak bisa updet.

__ADS_1


__ADS_2