Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Heiun Dan Heiuni


__ADS_3

Saat sedang mengamati sekitar ruangan tiba-tiba gadis pelayan datang menghampiri keduanya.


"Selamat datang di Asosiasi Mentari Senja, ada yang bisa kami bantu ?" Sapa seorang gadis pelayan yang terlihat ramah.


"Ah kami hanya ingin melihat-lihat saja." Jawab Ning'er.


"Ternyata Asosiasi Mentari Senja yang ada di Kota Tianjien ini lebih besar." Gumam Lourin sambil terus mengamati sekitar.


"Memang barang apa saja yang sedang dilelang saat ini ?" Tanya Lourin.


Gadis pelayan pun mulai menerangkan barang apa saja yang sedang dilelang saat ini memang banyak macamnya, terdapat berbagai ribu pil penyembuh, pil tulang serta sebuah pusaka dengan berelemenkan es dan masih banyak lagi yang disediakan.


Ning'er dan Lourin pun mengetahui barang apa saja yang dilelang saat ini dari penjelasan gadis pelayan itu, namun keduanya tidak begitu tertarik karena tidak cukup banyak uang yang mereka bawa.


Setelah puas melihat-lihat barulah keduanya beranjak pergi untuk kembali ke tempat jamuan Walikota Tian Long, ternyata dipertengahan jalan keduanya mendapati ada seorang anak kecil yang tengah duduk dengan mangkok ditangannya berpakain lusuh sedikit bolong.


Keduanya kemudian mendatangi anak kecil tersebut karena merasa kasihan.


"Hay adik kecil siapa namamu ?" Tanya Lourin.


"Nama saya Heiun kakak." Jawab anak kecil itu.


"Heiun.. Kenapa kamu bisa jadi pengemis, kemanakah orang tuamu ?" Tanya Lourin.


"Aku terpaksa mengemis kakak, sebab orang tuaku telah tiada."


"Hemm.. Lalu dengan siapa kamu tinggal sekarang ?"


"Aku hanya tinggal berdua dengan adikku kakak." Jawab Heiun dengan wajah bersedih.


"Hemmm.. Kasian sekali dia." Batin Lourin.


"Boleh kakak main ke rumahmu ?"

__ADS_1


"Aku tidak memiliki rumah kak." Jawab Heiun sambil tertunduk lesu.


"Yasudah, boleh antarkan kakak menemui adikmu ?" Ucap Ning'er.


"Hemm.. Baik kak."


Kemudian Heiun pun mengantarkan Lourin dan Ning'er untuk menemui adik Heiun, setelah tidak cukup lama berjalan mereka tiba di sebuah tempat yang sangat-sangat terlihat kotor, banyaknya binatang-binatang kecil berkeliaran dilantainya.


Sebuah tempat yang tidak layak yang terlihat layaknya kandang binatang dengan berukuran hanya satu meter persegi, cukup untuk mereka berdua saja.


"Ini tempat tinggal mereka ??" Gumam Lourin dan Ning'er merasa terkejut serta sangat kasihan akan keadaan tempat tinggal keduanya.


Lourin dan Ning'er lebih terkejut lagi saat melihat adik Heiun ternyata sedang berbaring sakit, saat keduanya bertanya pada Heiun apa yang terjadi dengan adiknya itu dia menjawab dengan meneteskan air mata bahwa sudah tiga hari mereka tidak makan.


Sontak perkataan Heiun membuat Lourin dan Ning'er yang tadinya sempat menahan agar tidak menangis, namun kali ini jawaban Heiun membuat air matanya tak dapat ditahan kembali.


Air mata mengalir deras membanjiri pipinya yang lembut, dengan segera Lourin dan Ning'er membawa keduanya ke tempat jamuan yang disediakan Walikota Tian Long.


Sesampainya mereka di tempat penjamuan Walikota Tian Long, semua yang berada disana merasa terkejut saat Lourin yang menggendong seorang anak perempuan kecil dan seorang anak laki-laki disamping Ning'er dengan pakaian sangat-sangat kotor dan tidak layak.


"Siapa yang kau bawa itu Lourin ?" Tanya guru Xinhai.


Lourin pun bercerita apa yang mereka lihat dan apa yang dijawab dari Heiun tentang keadaan kedua anak tersebut, sontak Walikota Tian Long, guru Xinhai dan Yinfeng meneteskan air mata.


Segera Walikota Tian Long memerintahkan para pelayannya untuk memberikan Heiun dan Heiuni sebuah pakaian yang layak serta makanan enak untuk keduanya makan.


Walikota Tian Long sangat terpukul melihat nasib dua anak tersebut, dia tidak mengira masih ada di tempatnya seorang anak yang mengalami kelaparan, padahal beliau sudah menurunkan kebijakan saat banyak anak-anak yatim piatu tidak memiliki tempat yang layak.


Sebuah kebijakannya yaitu membuat rumah kusus untuk anak-anak yatim piatu, segala bentuk yang bersangkutan dengan anak yatim tersebut sudah menjadi tanggung jawab langsung Walikota Tian Long.


Sehingga saat dirinya melihat Lourin dan Ning'er membawa Heiun dan Heiuni, Walikota Tian Long sangat marah pada setiap jajarannya karena masih ada di Kotanya seorang anak yatim piatu yang tidak terdata.


Akhirnya setelah Heiun dan Heiuni selesai menyantap makanannya, Walikota Tian Long mengajak keduanya untuk tinggal di rumah kusus bagi anak-anak yatim piatu (Panti asuhan). Guru Xinhai, Lourin, Ning'er dan juga Yinfeng tidak lupa di ajak juga oleh Walikota Tian Long.

__ADS_1


Sesampainya di Panti Asuhan Lourin dan Ning'er sangat senang sekali ketika melihat anak-anak kecil sedang asyik bermain, terlihat semua anak yang di panti asuhan tersebut sangat bahagia dan sangat senang.


"Waaah.. Terlihat anak-anak sangat bahagia disini." Ucap Lourin.


"Iya disini langsung saya pantau perkembangannya, sebab mereka adalah bibit-bibit yang sangat berpotensi tinggi." Ucap Walikota Tian Long.


"Anda sangat berhati besar Walikota." Ucap guru Xinhai.


"Hemm.. Aku hanya ingin menjadikan anak-anak ini kelak bisa sepertimu." Ucap, Walikota Tian Long yang melihat kearah Yinfeng sambi menepuk-nepuk pundak Yinfeng.


Yinfeng yang merasa disanjung terlihat memerah wajahnya sambil tertunduk malu, kemudian Walikota Tian Long mengintruksikan kepada guru yang menangani anak-anak yatim untuk mengumpulkan mereka semua di aula panti asuahan.


Setelah semua anak yatim kumpul di aula panti asuhan, barulah Walikota Tian Long memperkenalkan Heiun dan Heiuni kepada semua anak-anak.


Terlihat Heiun dan Heiuni sangat senang sekali saat melihat teman seumurannya, setelah Walikota Tian Long memperkenalkan keduanya pada semua anak-anak, barulah keduanya disuruh untuk bermain dengan yang lainnya.


Sesaat sebelum Heiun dan Heiuni berbaur dengan anak-anak tersebut, tiba-tiba keduanya berlari kearah Lourin dan Ning'er dengan deraian air mata yang membasahi setiap pipinya.


"Kakak...,"Panggil keduanya yang berlari menghampiri Lourin dan Ning'er kemudian memeluk keduanya.


"Terimakasih kak, kakak sudah mau membantu kami." Ucap, Heiun dengan deraian air mata hingga terdengar suara tangisan yang tersedu-sedu.


"Kamu harus berjanji pada kakak, jadilah anak yang baik dan selalu jaga adikmu." Ucap Lourin yang tidak kuat menahan air matanya untuk jatuh kemudian ikut menangis.


"Iya kak, Heiun janji akan selalu jadi anak yang baik dan selalu menjaga Heiuni." Jawab Heiun.


Semua yang ada disitu baik itu Walikota Tian Long, guru Xinhai, Ning'er dan juga Yinfeng ikut terharu atas apa yang mereka saksikan, seoarng anak dengan sangat polosnya hidup berdua hanya dengan adiknya. Tanpa dapat makan selama tiga hari sangat-sangat menyayat hati.


Setelah selesai menemui Lourin dan Ning'er keduanya pun melambaikan tangan dan pergi bergabung dengan yang lainnya.


"Somoga kini tidak ada lagi nasib yang sama seperti Heiun dan Heiuni terjadi di Kota Tianjien ini." Ucap Lourin.


.....

__ADS_1


__ADS_2