
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sepuluh harian akhirnya mereka sebentar lagi tiba di perguruan Macan Putih.
"Akhirnya kita sebentar lagi akan tiba di perguruan." Ucap Lourin.
"Iya, saya sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana keadaan perguruan saat kita tinggalkan." Ucap Ning'er.
Di gerbang perguruan empat penjaga yang melihat sebuah kereta kuda dan tiga orang penunggang kuda sempat panik, akhirnya satu penjaga ditugaskan untuk melapor dan sisanya untuk berjaga-jaga.
"Lapor Ketua.. Diluar ada kereta kuda dan tiga orang penunggang kuda sedang menuju ke perguruan." Kata penjaga.
"Apakah kalian tau darimanakah kereta kuda itu berasal ?" Tanya ketua perguruan.
"Kami tidak tau ketua, yang kami tau di kereta kuda terdapat bendera berlambangkan huruf TJ." Jawab penjaga.
"Hemm.. Itukan lambang kota Tianjien, berarti Yinfeng sudah kembali." Gumam, ketua perguruan sambil mengelus-elus jenggotnya.
Dengan segera ketua perguruan menyuruh penjaga itu kembali ke gerbang masuk perguruan untuk menyambut kedatangan para rombongan, lalu ketua perguruan memerintahkan para murid untuk mempersiapkan acara penyambutan.
Setelah rombongan Yinfeng memasuki perguruan, sontak kedatangan mereka disambut dengan tabuhan penyambutan dengan seluruh murid perguruan berjejer dipinggir-pinggir jalan.
Saat keempatnya keluar dari kereta kuda guru Liuking sudah menyambut mereka dengan wajah bahagia dan senyuman khasnya.
"Selamat datang Nak." Kata guru Liuking sambil memeluk Yinfeng.
"Kakek guru aku berhasil." Ucap, Yinfeng mendongakkan kepala melihat guru Liuking sambil tetap memeluknya.
"Kakek bangga padamu nak." Ucap guru Liuking dengan memegang kepala Yinfeng.
Lalu guru Liuking mengajak mereka berempat untuk masuk ke kediamannya, tidak lupa juga mengajak sang kusir beserta pengawal, namun mereka menolak dan lebih ingin menunggu di halaman.
Saat hendak memasuki pintu masuk halaman mereka berempat terkejut saat guru Liuking membawa keempatnya ke kediaman Ketua Perguruan.
"Ini bukannya kediaman ketua perguruan." Gumam Lourin dan Ning'er yang keheranan saat guru Liuking mengajak mereka memasuki kediaman ketua perguruan.
"Guru Liu.., Bukannya ini kediaman ketua perguruan ?" Tanya guru Xinhai.
"Hemmm.. Iya ini memang kediaman ketua perguruan." Ucap guru Liuking.
"Lalu ada apakah guru Liuking membawa kita ke kediaman ketua ?" Tanya guru Xinhai.
__ADS_1
"Hemmm.. Nanti kalian akan mengetahuinya." Jawab guru Liuking.
Akhirnya guru Liuking mengajak mereka berempat untuk memasuki kediaman ketua, saat sudah memasuki kediaman ketua perguruan mereka berempat makin penasaran lagi saat tidak mendapati ketua perguruan Wunghan.
"Lah ?? Kemana ketua perguruan guru Liu ?" Tanya guru Xinhai.
"Akulah ketua perguruan yang sekarang." Jawab guru Liuking.
"Apaaaa ??" Keempatnya merasa terkejut dengan perkataan guru Liuking.
Sejak kepergian guru Xinhai, Yinfeng, Lourin dan juga Ning'er ke kota Tianjien untuk mengikuti Turnamen Bergengsi yang kurang lebih sepuluh harian, ternyata tampu kepemimpinan Ketua Perguruan Macan Putih telah resmi diberikan kepada guru Liuking.
Karena Ketua Perguruan Wunghan sudah tidak ingin terlalu terlibat dan berperan aktif dengan perguruan Macan Putih, beliau hanya mengawasi dan memantau keadaan perguruan dari jauh.
Beliau lebih senang tinggal disebuah goa walaupun sendirian, tapi beliau lebih suka tempat yang sepi dan jauh dari keramaian supaya pertapaannya tidak ada gangguan sedikit pun.
Saat keempatnya masih terkejut guru Liuking pun menceritakan pengangkatannya sebagai ketua perguruan, diceritakan dengan sangat panjang sekali sampai-sampai membuat keempatnya berkali-kali menguap.
Setelah menceritakan panjang lebar barulah mereka berempat diajak untuk makan bersama, dengan berbagai menu yang sudah disiapkan dan sudah tertata rapih diatas meja.
Saat mereka sedang asyik menikmati hidangan yang telah disajikan, tiba-tiba kediaman ketua pergurua diketuk oleh salah seorang murid yang hendak melaporkan sesuatu.
Sontak guru Liuking yang mendengar namanya diteriakkan dengan keras merasa kaget dan sempat jengkel, ditinggalkanlah makanannya lalu segera melihat apa yang sedang terjadi.
"Ada apa kau memanggilku dengan berteriak." Bentak guru Liuking.
"Itu ketua, diluar ada seseorang yang mengacau dan memanggil-manggil nama ketua." Ucap, salah seorang murid dengan nada terengah-engah.
Apaaa ?? Siapakah yang berani mengacau di perguruan ini !! Guru Liuking menaikan nada suaranya.
Guru Xinhai, Lourin, Ning'er dan juga Yinfeng sontak langsung menghentikan makannya setelah mendengar laporan dari salah seorang murid tersebut.
Guru Liuking bergegas untuk menemui seseorang yang berani mengacau di perguruan, dengan diikuti dibelakangnya guru Xinhai, Laourin, Yinfeng dan juga Ning'er yang juga merasa penasaran serta marah atas tindakan orang pengacau itu.
Setelah sesampainya di aula perguruan meraka sangat terkejut saat mendapati sebagian murid dan guru perguruan sudah tergeletak bersimbahkan darah, dan sudah tak bernyawa.
"Hahaha... Akhirnya kau keluar juga tua bangka." Teriak, seseorang dengan tubuh yang kekar, rambut berwarna merah kehitaman serta mengenakan pakaian yang serba hitam.
"Siapa kau ?? Berani sekali membunuh guru dan murid perguruan ini." Bentak guru Liuking.
__ADS_1
"Hahaha... Apakah kau sudah lupa ? Ataukah kau sudah pikun. Tua bangka."
"Lancang sekali kau menghina ketua perguruan." Bentak guru Xinhai.
"Hahaha... Ketua perguruan ?? Jadi tua bangka ini sudah menjadi ketua perguruan !!"
"Kau sudah mengacau di perguruan ini maka akan aku beri kau pelajaran." Bentak guru Xinhai.
"Hahaha.. Pelajaran!!" Maju saja jika kau sanggup."
Dengan seketika guru Xinhai maju menyerang pengacau itu dengan tangan kosongnya, saat pukulan guru Xinhai hendak mendarat pada tubuh pengacau itu tiba-tiba tangan guru Xinhai dengan mudahnya di pegang oleh pengacau itu.
"Hahahaha.. Hanya semut pengganggu berani-beraninya menyerangku." Ucap, seorang pengacau yang dibarengi dengan menguatkan genggamannya pada tangan guru Xinhai, hingga terdengar seperti tulang yang patah.
Sontak guru Xinhai menjerit kesakitan saat tangannya digenggam dengan sangat kerasnya, belum reda rasa sakit pada tangannya pengacau itu pun melesatkan pukulannya yang mengenai perut guru Xinhai.
Jeduaaaakkk...
Suara yang amat keras terdengar saat pengacau melesatkan pukulannya ketubuh guru Xinhai, hingga membuat guru Xinhai terpental jauh dengan tubuh yang sudah lemas tak berdaya.
Hingga tubuh tersebut menatap tembok pagar perguruan.
Duaaaarrr..
Ternyata tubuh yang membentur tembok pagar perguruan menimbulkan ledakan pada tembok, hingga menampakkan lubang besar pada tembok tersebut.
"Guru Xiiiiiin..." Teriak Lourin, Ning'er dan juga Yinfeng.
Saat itu juga Lourin dan Ning'er hendak maju menyerang pengacau itu, namun guru Liuking menahan keduanya dan menyuruh Yinfeng untuk pergi dan membawa keduanya bersamanya meninggalkan perguruan ini.
Banyak dari murid maupun guru perguruan yang telah mati ditangan pengacau itu, termasuk sang kusir dan juga pengawal yang menolak ajakan guru Liuking untuk bersama-sama menikmati makanan. Tapi tidak sedikit juga murid dan guru perguruan yang lari untuk menyelamatkan diri masing-masing.
Mereka dibunuh dengan sangat mudahnya oleh pengacau itu, terlihat pengacau itu setidaknya sudah mencapai tingkat langit akhir tahap 8 yang tidak lama lagi hendak mencapai tingkat langit akhir tahap 10.
.....
Maaf ya para reader semuanya dikarenakan Author kemarin melakukan perjalanan pulang kampung, yang mengakibatkan sempat terhenti tidak updet.
Insya Allah kini Author akan kembali updet lagi. Mohon maaf sekali lagi.
__ADS_1