
Ternyata kakek Xio Fang membawa Yin Feng kesebuah tebing, yang ketinggian mencapai 500 meter dari permukaan tanah. "Tempat apa ini kek?" Tanya Yin Feng yang penasaran akan tempat tersebut.
"Ini dinamakan dengan Tebing Kematian." Ujar kakek Xio Fang.
"Tebing Kematian?? Mengapa bisa dinamakan seperti itu kek?"
"Sebab tebing ini tak ada satu pun orang yang berani memanjatnya, konon tebing ini akan mencari tumbal kepada siapa saja yang nekat mendekati atau bahkan menaikinya."
"Hemm.. Lantas mengapa kakek membawaku kesini?"
"Hehe.. Pertanyaan bagus anak muda, justru inilah syarat yang akan aku berikan padamu jika kau ingin menjadi muridku."
Dengan garuk-garuk kepala Yin Feng mencoba meyakinkan kembali syarat yang diberikan kakek Xio Fang. "Jadi.. Syaratnya aku harus memanjat tebing ini kek?"
"Hemm.. Iya dan kau juga harus ambilkan untukku bunga Mawar Hitam yang ada diatas tebing itu." Ujar kakek Xio Fang.
"Bunga Mawar Hitam??" Sesaat Yin Feng terdiam memikirkan dimana ia pernah membaca tentang bunga Mawar Hitam tersebut. "Oh aku ingat.. Bunga itu seperti yang diterangkan pada kitab Penawar Racun."
"Hemmm.. Iya anak muda, bunga itu akan aku ekstrak dengan bahan-bahan yang lain menjadi sebuah pil Penawar Racun." Ujar kakek Xio Fang.
"Jika memang begitu, baiklah kakek akan aku ambilkan itu untukmu." Ujar Yin Feng.
Yin Feng segera bergegas untuk menggunakan ilmu terbangnya, akan tetapi kakek Xio Fang tiba-tiba menghentikannya. "Tunggu anak muda.. Kau harus memanjatnya, dan tak diperbolehkan menggunakan ilmu terbang."
Wajah Yin Feng nampak terkejut dan kecewa, namun demi bisa menjadi murid ahli peracik obat, ia rela melakukan apa yang diperintahkan kakek Xio Fang.
Perlahan-lahan Yin Feng mencoba mengukur ketinggian tebing itu dengan memandang keatas, setelah memantapkan hati dan menstabilkan kekuatan ia segera mencoba untuk memanjat tebing tersebut.
Saat kurang lebih Yin Feng berhasil mendaki pada ketinggian 200 meter dari permukaan tanah, barulah kakek Xio Fang mengingatkannya akan penjaga bunga Mawar Hitam.
"Hati-hati anak muda bunga itu dijaga oleh ular hijau kepala hitam, jangan sampai kau membangunkannya." Ujar, kakek Xio Fang. Walaupun tanpa teriak namun tetap terdengar oleh Yin Feng.
Sejenak Yin Feng terhenti. "Apa?? Kenapa kakek Xio tidak memberitahukanku dari awal, bahwa bunga itu ada penjaganya." Yin Feng hanya bisa mengumpat dalam hati, akan tetapi sudah separuh jalan ia memanjatnya.
Yin Feng belum melanjutkan memanjat dan masih terhenti memikirkan segala hal yang berkaitan dengan bunga itu. "Jangan-jangan ini sumber maslahnya, kenapa tak seorang pun yang berani memanjatnya."
Memang benar sebenarnya tentang tebing itu mencari tumbal, hanyalah karangan cerita kakek Xio Fang untuk menguji Yin Feng. Namun bila dikaitkan dengan penunggu bunga Mawar Hitam tersebut sangat mungkin, karena ular hijau kepala hitam tak akan membiarkan siapapun mengambil bunga itu.
__ADS_1
"Kenapa anak muda? Apa kau mau berubah fikiran? Jika ragu turunlah dan lupakan keinginanmu menjadi muridku." Ujar kakek Xio Fang.
"Apapun resikonya aku tidak akan menyerah." Ucap Yin Feng pelan. Dan akhirnya Yin Feng melanjutkan memanjat tebing itu.
"Hemm.." Kakek Xio Fang hanya senyum-senyum sendiri sambil mengelus-elus jenggotnya.
Tak lama kemudian Yin Feng berhasil meraih puncak tebing dengan tangannya, tak disangka ternyata saat Yin Feng menginjakkan kaki pertama kali ia terkejut dengan keberadaan ular hijau kepala hitam.
Dalam benak Yin Feng beranggapan bahwa ular hijau kepala hitam seukuran raksasa, namun saat ia melihatnya ternyata ular hijau kepala hitam tak lain hanya seukuran lengan tangannya.
Ular hijau kepala hitam sedang dalam keadaan tertidur melingkar, diatas gundukan batu. "Aku kira ularnya besar." Akan tetapi Yin Feng tetap waspada terhadap ular hijau kepala hitam itu, dengan berjalan secara hati-hati Yin Feng mencoba mencari keberadaan bunga Mawar Hitam.
Saat keberadaannya sudah lebih dekat dengan ular hijau kepala hitam, barulah Yin Feng menemukan keberadaan bunga Mawar Hitam. Ternyata tertutup oleh gundukan batu yang diatasnya terdapat ular hijau kepala hitam.
"Bagaimana cara mengambil bunga itu?" Yin Feng mencoba mencari akal agar dapat mengambil bunga Mawar Hitam tanpa membangunkan ular hijau kepala hitam.
Lama Yin Feng termenung memikirkan cara agar bisa mengambil bunga Mawar Hitam, akhirnya tak ada solusi apapun dengan terpaksa ia harus menyingkirkan ular hijau kepala hitam terlebih dahulu.
"Ahh.. Lebih baik aku singkirkan dulu ular itu." Yin Feng mencari sebatang kayu di sekeliling tempat itu, namun tak satupun ada batang pohon yang ditemukannya.
Memaksanya menggunakan elemen es yang dibuat seperti tongkat, untuk memindahkan ular hijau kepala hitam dari atas gundukan batu. Saat ujung tongkat es mulai menyentuh ular tersebut.
Akan tetapi justru makin membuat ular hijau kepala hitam marah, dengan seketika ular itu merubah bentuk tubuhnya menjadi ular raksasa. "Apa?? Ular ini adalah binatang iblis mutiara ungu!"
Ular hijau kepala hitam langsung mengibaskan ekornya menyerang Yin Feng, dengan cepat Yin Feng melompat untuk menghindari kibasan ekor ular hijau kepala hitam.
"Ahh.. Ini saatnya aku melatih kekuatanku kembali." Yin Feng mencoba mengeluarkan bola api ukuran sedang ditangan kanannya. "Coba kau terima ini." Wuuusssss..
Dilemparkan bola api tersebut kearah ular hijau kelapa hitam, tepat mengenai kepalanya namun tak disangka bola api tak mempan terhadap ular hijau tersebut.
Justru ular hijau makin marah karena Yin Feng menyerang kepalanya, ular hijau itu membuka mulutnya dan muncullah bola api ukuran besar. "Apaa?? Pantas saja apiku tak mempan terhadapmu." Ucap Yin Feng.
Yin Feng ingin mencoba seberapa kuat api milik ular hijau itu, dengan sama-sama menyerangnya menggunakan api. Kali ini Yin Feng mengeluarkan api ukuran besar yang sama dengan milik ular hijau.
Wuusshhh... Duarrrr....
Dua bola api ukuran besar beradu hingga menimbulkan suara yang sangat keras, sampai terdengar oleh kakek Xio Fang yang berada dibawah. "Hemm.. Sepertinya anak muda itu membangunkan ular hijau penunggu bunga Mawar Hitam."
__ADS_1
Ternyata kekuatan dari bola api milik ular hijau lebih kuat daripada milik Yin Feng, hingga membuat Yin Feng terpaksa memakai prisai pelindung dari es.
Tiba-tiba terdengar suara yang sangat dikenalinya. "Hay anak muda.. Sebaiknya kau cepat selesaikan pertarunganmu dengan ular hijau itu, karena aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."
"Apa?? Bagaimana bisa suara kakek Xio mampu terdengar hingga kepuncak tebing?" Yin Feng cukup bingung dan terkejut, padahal jija itu dirinya harus menggunakan jurus auman harimau dahulu.
Namun entah ilmu apa yang dipelajari oleh kakek Xio Fang itu, hingga suaranya mampu terdengar hingga jarak 500 meter. Padahal beliau hanya berucap seperti biasanya tanpa teriakan sedikit pun.
"Ahh.. Padahal aku ingin melatih otot-ototku terlebih dahulu, tapi yasudahlah." Akhirnya Yin Feng terpaksa mengeluarkan pedang Harimau Perak untuk membunuh ular hijau kepala hitam itu.
"Jurus Cakaran Harimau." Seketika Yin Feng langsung mengeluarkan jurus pertama dari pedang Harimau Perak, akan tetapi jurus Cakaran Harimau tak mampu membuat luka yang parah pada ular hijau.
Karena sisik ular hijau kepala hitam ternyata sangat cukup tebal dan keras, sehingga jurus cakaran harimau hanya membuat luka kecil pada tubuh ular tersebut.
Ular hijau mulai menyerang secara terus menurus menggunakan apinya, hingga Yin Feng tak diberikannya kesempatan untuk bisa mengatur rencana. "Sialan." Yin Feng mencoba menggunakan jurus medan gravitasi.
Ternyata itu sangat efektif untuk menekan pergerakan dari ular hijau kepala hitam. Terdengar ular hijau kepala hitam mendesis sangat keras ia mencoba untuk dapat menggerakkan badannya.
"Akan aku akhiri sekarang." Akhirnya Yin Feng terpaksa menggunakan seluruh elemennya secara bersamaan. "Elemen air." Semburan air keluar dari tangan Yin Feng, menghantam ular hijau kepala hitam.
Tak berselang lama kembali Yin Feng mengeluarkan elemen yang kedua. "Elemen es." Seketika tubuh ular hijau membuku dari ekor kemudian ke kepala.
Ketiga kalinya akhirnya Yin Feng membuat balok-balok ukuran besar dari tanah yang bawahnya membentuk kerucut, diterbangkannya keatas barulah satu persatu balok itu dijatuhkan mengenai tepat kearah ular hijau kepala hitam.
Duaaaar.. Duaaarrr.. Duaaaarr..
Satu persatu balok mengenai tubuh ular hijau, sampai desisan ular terdengar sangat keras karena merasa kesakitan.
Hingga yang terakhir barulah dua balok mengenai kepala ular hijau itu, barulah ular hijau kepala hitam mengalami kematiannya. "Uhh.. Cukup merepotkan."
Barulah Yin Feng bebas mengambil bunga Mawar Hitam yang berada digundukan batu, saat Yin Feng selesai mengambil bunga Mawar Hitam ia melihat kilauan cahaya dari tubuh ular hijau kepala hitam. "Aku hampir lupa mengambil mutiara ungunya."
Setelah mendapatkan bunga Mawar Hitam serta Mutiara Ungu dari tubuh ular hijau kepala hitam, barulah Yin Feng turun dari atas tebing dengan ilmu terbangnya.
"Ini kakek.." Yin Feng menyerahkan bunga Mawar Hitam kepada kakek Xio Fang. "Akhirnya aku berhasil mendapatkannya."
"Hemm.. Kerja bagus anak muda, akhirnya kau layak menjadi muridku." Ujar kakek Xio Fang.
__ADS_1
"Terimakasih guru. " Segera Yin Feng mengepalkan tangannya, memberi hormat pada kakek Xio Fang.
......