Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Cahaya Putih


__ADS_3

"Hemm.. Dasar murid tak berguna, hanya menghadapi tubuh ilusi saja tak becus." Guru Gou Lang mengubah arahnya dengan secara cepat kearah tubuh ilusi Yin Feng.


Dengan memusatkan kekuatan pada tangan kanannya, guru Gou Lang mendaratkan pukukan keras ketubuh ilusi.


Tubuh ilusi Yin Feng tak dapat menahan pukulan dari guru Gou Lang, walaupun sekuat mungkin dia berusaha menahan pukukan itu. Membuatnya terlempar jauh dengan kedua tangan hancur.


"Hahaha.. Hanya tubuh ilusi ingin mencoba menahan pukulanku." Ujar, guru Gou Lang dengan tertawa lepas.


Selanjutnya guru Gou Lang berjalan mendekati Qin Xua, lalu mencekik lehernya dan mengangkatnya keatas. "Akh.. Lepaskan aku." Terdengar suara Qin Xua semu-semu serak akibat lehernya tercekik oleh tangan guru Gou Lang.


"Hahaha.. Aku ingin melihat bagaimana jika pacarmu ini mati tepat didepan matamu." Ujar, guru Gou Lang yang sangat bahagia sekali.


"Hentikaaannn.." Teriak Yin Feng yang masih dalam keadaan terbaring lemah di tanah. "Aku akan memberikan kepadamu semua yang aku punya, tapi lepaskan dulu dia."


"Hahaha.. Kau ingin bernegosiasi denganku? Buat apa juga aku menuruti permintaan dari orang yang sudah mau mati." Ujar, guru Gou Lang yang menambahkan cekikan sedikit lebih kuat pada Qin Xua.


"Aaakhhh.." Teriak Qin Xua yang merasa kesakitan dan merasa seolah nafasnya sudah mendekati batas akhir.


"Lepaskan dia.." Teriak Yin Feng yang perlahan-lahan mulai dapat bangun dan berdiri. "Walaupun hari ini aku akan mati, tapi aku tidak ingin mati sia-sia." Gumam, Yin Feng menyemangati dirinya sendiri.


Dengan sekuat tenaga Yin Feng bangkit dan mencoba menyerang guru Gou Lang menggunakan belati siluman, yang dilesatkannya secara cepat.


Tanpa disadari oleh guru Gou Lang, belati siluman yang dilesatkan Yin Feng mengenai tangan kanannya yang mencekik leher Qin Xua.


Craaaazzz..


Tangan kanan guru Gou Lang terputus akibat terkena belati siluman yang Yin Feng lesatkan. "Akhh.." Teriak guru Gou Lang yang merasakan sakit pada tangan kanannya. "Mati saja kau hari ini."


Guru Gou Lang tak mempedulikan tangan kanannya yang putus, segera ia melesat kearah Yin Feng dengan sebuah pedang ditangannya. "Jurus Tebasan Kematian."


Yin Feng mencoba menahan serangan dari guru Gou Lang menggunakan pedang Pencabut Nyawa, namun apa yang terjadi sebuah ledakan berdaya ledak yang hebat terjadi.


Duuaaaaaarrrrr....


Yin Feng dan guru Gou Lang sama-sama terpental jauh, bila guru Gou Lang tak begitu parah luka yang didapat. Namun berbeda dengan Yin Feng dirinya banyak memuntahkan darah dan juga banyak darah mulai mengalir dari setiap luka ditubuhnya.

__ADS_1


Hingga dirinya tergeletak sedikit tak berdaya di tanah. "Cukup beruntung, kau masih tidak mati setelah menerima seranganku." Guru Gou Lang berjalan perlahan mendekati Qin Xua kembali.


"Terlebih dahulu akan aku habisi gadis itu." Ucap guru Gou Lang yang sedikit lagi sampai di tempat Qin Xua duduk. "Jangan mendekat.. Atau akan aku bunuh kau." Qin Xua ternyata menyelipkan sebuah pedang kecil dibalik bajunya.


"Hahaha.. Mau membunuhku!! Apakah kau sanggup?" Secara cepat guru Gou Lang sudah berada disamping Qin Xua, dengan memegang pedang kecil miliknya yang ditempelkan ke leher Qin Xua.


"Pertama-tama gadis ini yang akan mati terlebih dahulu, setelah itu baru akan aku siksa kau perlahan-lahan." Terlihat dari wajah guru Gou Lang sangat bahagia, dengan tertawa lepas.


Yin Feng tak berdaya melihat Qin Xua ditangan guru Gou Lang, hanya dapat menyalahkan diri sendiri karena tidak cukup kuat untuk dapat melindunginya.


Namun tiba-tiba entah darimana datangnya sebuah cahaya putih secara cepat mendarat pada tubuh Qin Xua. "Aakhhh.." Masuknya cahaya putih membuat Qin Xua merasakan sakit pada tubuhnya, dan membuat guru Gou Lang terkejut.


Yang secara reflek melepaskan Qin Xua dari belenggunya. "Cahaya apa itu" Guru Gou Lang nampak bingung dan terkejut.


Mendadak tubuh Qin Xua seolah memiliki kekuatan yang sangat besar, setelah rasa sakit yang dirasakannya berangsur menghilang. "Apa yang terjadi dengan tubuhku."


Qin Xua sendiri nampak bingung dengan perubahan didalam tubuhnya, saat Qin Xua masih dalam keadaan kebingungan guru Gou Lang kembali melesat kearah Qin Xua. "Aku memiliki firasat buruk dari cahaya yang masuk ketubuhnya tadi."


Karena merasa ada yang tak beresa guru Gou Lang tak mau mengambik resiko dari kejadian tadi, dia segera mengarahkan pedangnya untuk membunuh Qin Xua.


Saat pedang milik guru Gou Lang sedikit lagi menyentuh Qin Xua, dirinya hanya pasrah dengan kedua tangan mencoba untuk menahannya sambil memjamkan mata.


Akan tetapi tiba-tiba serangan pedang milik guru Gou Lang memantul seolah ada sebuah tameng yang melindungi Qin Xua.


"Apa!!" Guru Gou Lang kembali dikejutkan dengan serangan pedangnya yang tiba-tiba memantul. "Bagaimana bisa?" Seolah tak masuk akal dengan apa yang dilihatnya.


Awalnya jelas-jelas Qin Xua tak memiliki kemampuan sedikit pun, bahkan tenaga dalam pun tidak ada. Namun kali ini justru kekuatannya sampai tak terukur.


Qin Xua membuka matanya pelan-pelan dan mendapati bahwa ternyata tidak terjadi apa-apa pada diriny. "Ini.." Qin Xua sangat terkejut. "Aku tidak terluka sama sekali." Dirinya mencoba memperhatikan kedua tangan dan tubuhnya.


Guru Gou Lang masih tak percaya kemudian dia mencoba untuk yang kedua kalinya, dengan menggunakan jurus yang sama saat menghadapi Yin Feng. "Jurus Tebasan Kematian."


Nampak serangannya sangat kuat sekali membuat Yin Feng yang tertunduk, merasakan akan kekuatan serang yang lebih kuat dari sebelumnya. "Ini.." Yin Feng mendongakkan kepalanya. "Apa!! Xua er masih hidup! Bagaimana mungkin?"


Keterkejutannya mendadak hilang saat tebasan pedang milik guru Gou Lang, mengarah pada Qin Xua malah kekuatan serangnya lebih kuat dari saat guru Gou Lang mengarahkan padanya.

__ADS_1


Namun kejadian selanjutnya membuat Yin Feng seolah bermimpi, dan sangat tak percaya. "Itu.. Sejak kapan Xua er memiliki kekuatan sekuat ini?"


Tebasan dari guru Gou Lang ternyata dapat ditahan oleh Qin Xua, yang hanya mengandalkan kedua tangannya.


Kemudian secara cepat dibalikkan serangan itu kepada pemiliknya yaitu guru Gou Lang, tanpa dapat menghindar akhirnya serangannya mengenai dirinya sendiri.


"Guruuu." Teriak Lin Kiong yang tergeletak tak berdaya, dengan seluruh tubuhnya mengalami patah tulang.


Guru Gou Lang terpental jauh dengan luka dalam yang sangat parah, dari mulutnya banyak mengeluarkan darah segar, serta tubuhnya banyak terlihat luka tebasan yang sangat dalam.


"Uhuukkk.. Bagaimana bisa begini." Seumur hidup tak pernah guru Gou Lang mendapati dirinya kalah oleh wanita, hingga hari ini kejadian yang sangat membuat harga dirinya terinjak-injak.


Ia dikalahkan oleh seorang gadis yang tak memiliki tingkat kekuatan. "Ini tidak mungkin.." Guru Gou Lang menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk tetap dapat berdiri dan bertarung.


Seketika sebuah cahaya putih yang masuk didalam tubuh Qin Xua mendadak keluar, terlihat sesosok roh perempuan yang sangat cantik dengan pakaian serba putih dan juga mukanya tertutup oleh cadar.


Saat roh perempuan itu keluar dari tubuh Qin Xua, mendadak Qin Xua terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Siapa kau? Mengapa kau ikut campur urusanku?" Tanya, guru Gou Lang pada sosok roh perempuan berbaju putih.


"Siapa aku itu tidak penting, yang jelas kau sudah menyakiti tubuh yang telah aku incar sejak dulu." Ujar sosok roh perempuan.


"Memang apa yang spesial dari tubuh gadis itu untukmu?"


"Itu bukan urusanmu, sekarang sebaiknya kau temui saja ajalmu." Sosok roh perempuan itu mengarahkan sebuah cahaya putih kecil kearah guru Gou Lang.


Yang membuat guru Gou Lang langsung menghilang bagaikan ditelan cahaya itu, antara Lin Kiong maupun Yin Feng sama-sama terkejutnya sampai tak bisa mengedipkan matanya.


Sosok roh perempuan melirik kearah Lin Kiong dengan tatapan yang tajam, membuat Lin Kiong merasakan ketakutan yang hebat sampai tubuhnya bergetar. "Mengapa roh perempuan itu menatap tajam kearahku?"


Lin Kiong menunduk tak berani membalas tatapan tajam sosok roh perempuan, namun saat dia mencoba melirik kearahnya ternyata sosok perempuan itu sudah tidak ada. "Kemana roh perempuan itu?"


"Kau mencariku?" Suara sosok roh perempuan mengejutkan Lin Kiong, yang ternyata sudah berada tepat diatasnya. "Kau pun akan menemui gurumu itu."


Sosok roh perempuan mengangkat tangan kanannya dan seketika Lin Kiong pun ikut terangkat, hanya dengan menggenggam tangan Lin Kiong pun langsung menghilang.

__ADS_1


..........


__ADS_2