
"Tidakkah kalian kesampingkan dulu masalah pribadi kalian, ada yang jauh lebih penting daripada masalah kalian berdua." Bentak, Panglima Laba-laba.
Para pendekar kerajaan justru hanya terdiam menyaksikan adu cekcok antara Panglima Beruang dengan Panglima Gajah, mereka terheran ternyata sesama Panglima kegelapan pun mereka masih suka berantem.
Para pasukan kegelapan membabibuta tanpa belas kasihan, baik anak kecil dan perempuan semua tak luput dari kekejaman dan keganasan pasukan kegelapan.
Dari 15 pendekar kerajaan yang hadir saat ini sudah ada tiga pendekar kerajaan yang mati. "Kalian semua jalankan formasi selanjutnya." Ujar, salah satu pendekar kerajaan yang cukup tinggi tingkat kekuatannya.
Dengan membentuk formasi selanjutnya, ketiga pendekar kerajaan yang memiliki tingkat kekuatan lebih tinggi berada di dalam formasi.
Sedangkan sembilan pendekar kerajaan yang di tingkat bumi melindungi ketiga pendekar kerajaan di tingkat langit. "Formasi Bulan Purnama." Teriak salah satu pendekar kerajaan di tingkat langit.
Ketiga Panglima Kegelapan seolah seperti terkunci baik itu Panglima Gajah, Panglima Beruang dan Panglima Laba-laba. "Apa yang terjadi? Mengapa tubuhku tak dapat digerakkan?" Panglima Beruang kembali kebingungan, setelah dirinya dapat memulihkan tenaga dalam.
Justru kini kembali lagi terkena dampak dari formasi bulan purnama, yang mana kekuatan formasinya kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Sial.. Mengapa kali ini formasinya membuat tubuhku tak dapat digerakkan." Panglima Laba-laba juga merasakan akibat tekanan dari formasi bulan purnama.
Ketiga pendekar kerajaan mengintruksikan kesemuanya untuk menambah tingkat kekuatan dari formasi bulan purnama. "Mari kita tambah kekuatan formasinya menggunakan kekuatan jiwa."
**
Disisi lain rombongan Walikota Tian Long ternyata sudah bersiap-siap untuk bergegas pergi dari kediaman keluarga Qin. "Jangan bersedih Qin er.. Lain waktu kita akan kembali lagi kesini."
Walikota Tian Long menenangkan hati Qin Xua yang terlihat sangat berat untuk meninggalkan tempat tinggalnya, yang penuh akan kenangan manis, pahit dan asam.
"Paman.. Berat rasanya hatiku untuk meninggalkan rumah ini." Tak terasa air mata Qin Xua mulai membanjiri pipinya.
"Yakinlah wahai Qin er, bahwa paman berjanji akan sering-sering mengajakmu kesini." Ujar Walikota Tian Long.
__ADS_1
"Hemm.. Iya paman, aku berjanji akan mencabik-cabik pembunuh dari kedua orang tuaku itu, dan juga pada bibi Su." Ujar Qin Xua.
"Iya Qin er untuk kali ini kita lebih baik kembali ke dataran barat terlebih dahulu, kita persiapkan segalanya dan juga kau harus bertambah kuat."
"Iya paman, aku berjanji akan selalu semangat dalam berlatih." Ujar Qin Xua.
Tak berselang lama paman Dou Han datang dengan membawa kereta kuda, semuanya cukup terkejut saat paman Dou Han menaiki dan membawa kereta kuda. "Darimana kau dapatkan kereta ini?" Tanya Walikota Tian Long.
"Saat menyisiri desa tak sengaja aku melihat sebuah kereta kuda yang luput dari keganasan pasukan kegelapan, jadi apa salahnya aku membawanya." Ujar paman Dou Han.
"Iya sepertinya lebih efektif bila kita manaiki kereta kuda, sebab antara Feng er dan juga Qin er mereka berdua perlu memfokuskan kultivasi tanpa terganggu." Ujar kakek Xio Fang.
"Benar kakek, setelah penyerangan kemarin aku sadar kemampuanku masih cukup lemah untuk dapat menghadapi semua pasukan maupun panglima kegelapan." Ujar Yin Feng.
Tak mau berlama-lama mereka berlima akhirnya pergi dari kediaman keluarga Qin, untuk kembali kedataran barat.
Sebelum menaiki kereta kuda Yin Feng sempat menanyakan pada kakek Xio Fang. "Kakek.. Apakah dirimu hendak ikut bersama kami?"
"Lantas.." Yin Feng hendak mengajukan pertanyaan tentang bagaimana kedepannya soal pelatihan, namun kakek Xio Fang buru-buru memotong perkataan Yin Feng.
Sebab kakek Xio Fang sudah mengetahui apa yang akan ditanyakan Yin Feng pada dirinya. "Tenang saja Feng er, saat urusanku sudah selesai aku akan datang menemuimu."
"Hemm.. Baiklah kakek." Jawab Yin Feng.
Mereka berangkat menuju dataran barat mengendarai kereta kuda, dengan paman Dou Han sebagai kusir kudanya.
Didalam perjalanan tak ada obrolan maupun sendau gurau yang terjadi antara mereka, sebab setelah menaiki kereta kuda Yin Feng lebih memfokuskan pada kultivasinya.
Sedangkan Qin Xua setelah mendapat arahan dari Walikota Tian Long dan juga kakek Xio Fang, barulah Qin Xua mengikuti Yin Feng untuk berkultivasi.
__ADS_1
Karena Qin Xua memiliki tubuh yang spesial yaitu Bintang Keabadian, maka kecepatan dalam kultivasinya sungguh sangat luar biasa.
Setelah penyerangan di kediaman keluarga Qin usai, sempat dirinya belajar ilmu beladiri dengan Yin Feng. Dan yang terjadi sungguh diluar dugaan bahwa pelatihan Qin Xua terbilang cukup cepat.
Hanya dalam beberapa hari hingga sampai saat ini dirinya sudah memasuki tingkat raja tahap awal, sungguh bakat yang sangat luar biasa diperlihatkan oleh Qin Xua.
Kurang lebih sudah dua harian mereka melakukan perjalanan, hingga pada akhirnya kakek Xio Fang memutuskan untuk turun tepat dijalur yang bercabang. "Sepertinya aku lebih baik berhenti disini saja."
"Kenapa mesti disini kek?" Yin Feng sedikit keheranan, padahal jelas-jelas jarak dari jalur bercabang hingga di tempat persembunyian kakek Xio Fang masih lumayan jauh.
"Hemm.. Tidak apa-apa, kakiku masih cukup kuat untuk berjalan." Ujar kakek Xio Fang.
"Tapi kek.." Yin Feng dihentika oleh kakek Xio Fang saat hendak membantah.
"Sudah tidak apa-apa Feng er, justru jika menaiki kereta kuda kakiku makin pegal-pegal, karena memang kaki diciptakan hanya untuk berjalan." Ujar kakek Xio Fang.
Kakek Xio Fang turun dari kereta kuda, namun sebelum itu kakek Xio Fang menyerahkan pada Yin Feng sebuah kitab yang selama ini disimpannya. "Feng er.. Pelajarilah kitab ini aku berharap saat tiba waktunya nanti, kau sudah berhasil menguasainya."
Setelah berpamitan pada semuanya kakek Xio Fang pun bergegas pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh menuju tempat persembunyiannya, hanya dengan kedipan mata ternyata kakek Xio Fang sudah tak terlihat dikejahuan.
"Sungguh pria yang mengesankan, tak hanya menguasai tentang ilmu pengobatan dia juga memiliki basis kekuatan yang cukup tinggi." Walikota Tian Long hanya berdecak kagum melihat kakek Xio Fang pergi hingga tak terlihat dari pandangan.
"Cukup beruntung kau bisa menjadi murid kakek Xio Fang itu Feng er." Ujar Walikota Tian Long.
"Iya paman diriku sangat beruntung dapat diselamatkan oleh kakek Xio Fang, dan juga dapat menjadi murid pribadinya." Ujar Yin Feng.
"Hemmm.. Kalau begitu kita lanjutkan kembali perjalanan kita." Sebelum keberangkatan Walikota Tian Long sempat berbisik pada Yin Feng. "Feng er.. Paman minta tolong padamu untuk selalu menjaga Qin er."
"Paman tidak perlu khawatir aku akan selalu melindungi Qin er dengan segenap jiwa dan ragaku." Ujar Yin Feng.
__ADS_1
.......