Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Sebuah Informasi


__ADS_3

Yin Feng tidak menduga di kota Tian Jien ini terdapat sebuah tempat hiburan yang sangat besar, memang letaknya lumayan jauh dari kediaman Walikota Tian Long.


Dan terlihat tempat ini selalu saja ramai dikunjungi oleh para leleki, baik itu penduduk asli kota Tian Jien ataupun bahkan dari luar kota Tian Jien. Namun lebih banyak terlihat di tempat ini orang-orang asing bukan dari kalangan penduduk asli.


Yin Feng yang dibawa sang gadis keruangan kusus miliknya, memastikan jika tidak ada seorangpun yang berada diruangan itu. "Tenang saja tuan, ini ruangan kusus milikku tanpa seizinku tidak ada yang boleh memasukinya."


Mendengar perkataan sang gadis Yin Feng sedikit lebih tenang, sang gadis terlihat pasrah dengan apa yang akan dilakukan Yin Feng dan perlahan-lahan hendak membuka kancing bajunya.


Namun secara cepat Yin Feng menghentikan tangan sang gadis. "Apa yang kau lakukakan ? Aku tidak menyuruhmu untuk melepas baju." Ujar Yin Feng.


"Tapi bukannya tuan yang menyuruhku untuk mengantarkan keruangan kusus milikku ?" Sang gadis yang terkejut saat Yin Feng menggenggam tangannya dan menghentikannya.


"Aku hanya ingin kau menceritakan kepadaku tentang tempat ini." Ucap Yin Feng.


Sesaat sang gadis terkejut dengan permintaan Yin Feng, namun kemudian dia balik bertanya pada Yin Feng. "Apa maksud dengan permintaan tuan, apakah tuan memiliki maksud jahat ?"


"Tenang saja, aku tidak memiliki maksud jahat dengan tempat ini, aku hanya ingin memintamu untuk menceritakan sesuatu yang mungkin terlihat mencurigakkan di tempat ini."


"Mencurigakan ?? Emmm.. Sepertinya tidak ada." Ucap, sang gadis sambil memegangi dagu. Sebenarnya sang gadis beberapa kali melihat kejadian yang sangat mencurigakan.


Bahkan sempat dia tak sengaja melihat tiga orang dengan pakaian hitam namun separuh wajahnya tertutup, mereka bertiga masing-masing membawa wanita dan memasukannya di ruang kusus.


Melihat tingkah laku sang gadis Yin Feng mulai faham, akhirnya Yin Feng mengeluarkan sekantong koin emas dari kalung ruang hampa miliknya.


Sontak sang gadis terkejut dengan mulut membuka lebar, namun dia berusaha tetap tenang. Dia terkejut bukan karena Yin Feng mengeluarkan sesuatu dari ruang hampa.


Itu mungkin bukan pertama kalinya bagi sang gadis menyaksikannya, akan tetapi tak pernah terbayang didalam fikirannya bahwa seseorang seperti Yin Feng memiliki sekantong koin emas.


Jelas sang gadis termasuk dari golongan wanita penghibur kelas atas, terlihat dari ruangan kusus miliknya banyak terdapat berbagai pernak-pernik hiasan.


Bahkan tidak sedikit juga terlihat diruangan sang gadis, berbagai bunga dengan jenis yang berbeda-beda dan juga warna-warni. Menambah mahalnya bayaran sang gadis.


"Ini 200 koin emas apakah cukup ?" Ujar Yin Feng.

__ADS_1


"Hehehe.. Ini lebih dari cukup tuan." Setelah menerima koin emas dari Yin Feng sang gadis mulai menceritakan penemuannya tentang sesuatu yang mencurigakan.


"Hemm.. Jadi seperti itu, lalu apakah kau menemukan sebuah tanda dari tiga orang tersebut." Ujar Yin Feng.


"Tanda.. ?? Ahh.. Iya aku ingat tuan, sempat aku menemukan dilengan salah satu orang itu tergambar binatang kelelawar." Kata sang gadis.


"Hemmm.. Siapa namamu ?" Tanya Yin Feng.


"Hamba Yue Nie tuan." Jawab sang gadis.


"Baik Yue Nie kau sekarang adalah sumber informasiku, jadi saat nanti aku kesini kau harus sudah mengetahui apa yang dilakukan para orang-orang itu."


"Baik tuan, hamba akan berusaha mencari informasi tersebut." Ujar sang gadis.


"Kalau begitu, aku pergi dulu."


Setelah dirasa cukup Yin Feng segera pergi meninggalkan tempat itu, sepanjang perjalanan Yin Feng memikirkan apa yang sedang dilakukan orang-orang yang bertato kelelawar itu.


Yin Feng segera bergegas untuk membicarakannya pada Walikota Tian Long, namun saat sudah didepan kediaman Walikota Tian Long Yin Feng baru tersadar bahwa beliau sedang bermeditasi dibawah pohon besar.


Akhirnya Yin Feng mengurungkan niatnya untuk menemui Walikota Tian Long, akan tetapi sesaat sebelum Yin Feng melangah pergi terdengar suara pintu dibuka.


Yin Feng sontak langsung menoleh kebelakang, namun tak terasa tiba-tiba Yin Feng melebarkan matanya dengan seketika tubuhnya mematung tak bergerak.


Terlihat seorang gadis dari pintu yang terbuka. "Eh.. Kakak mau cari Paman Tian Long ya ?" Tanya sang gadis ramah.


"Ahh.. Iya." Jawab, Yin Feng sedikit gugup dengan sedikit malu-malu.


"Tapi paman sedang tidak ada, apakah kakak mau menitipkan pesan ?" Tanya sang gadis bernama Qin Xua.


Selama Walikota Tian Long bermeditasi Qin Xua telah sadarkan diri, dan saat dirinya mencoba membuka pintu ternyata pengawal pribadi yang bernama Dou Han.


Tak sengaja tertidur karena sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang, dan juga sebagian tenaga dalamnya telah banyak digunakan saat mencoba lari dari kawanan perampok.

__ADS_1


"Ahh.. Tidak, biar nanti aku kembali lagi kesini." Jawab Yin Feng.


Setelah berkata demikian Yin Feng segera bergegas pergi dari kediaman Walikota Tian Long, namun terdengar suara seseorang sedang memanggil gadis itu. "Nona Qin.. Maafkan atas keteledoran hamba."


"Tidak mengapa paman, aku tidak mau mengganggu tidurnya paman karena terlihat paman sangat nyenyak sekali." Ujar Qin Xua.


"Nona Qin hendak pergi kemana ?" Tanya Dou Han.


"Aku hanya ingin pergi untuk melihat-lihat."


"Biar hamba antarkan." Saat Dou Han mencoba membuka lebar pintu, terlihat Yin Feng tengah terdiam seolah tengah memikirkan sesuatu. "Anda siapa ? Ada keperluan kemari ?


"Maaf tuan saya Yin Feng, saya kesini ingin bertemu dengan tuan Tian Long." Ujar Yin Feng.


Sesaat setelah Yin Feng menyebutkan namanya seketika Qin Xua mulai terdiam. "Hemm.. Ternyata pemuda ini bernama Yin Feng." Gumam Qin Xua dalam hati.


Tiba-tiba dari arah belakang Yin Feng terdengar seseorang memanggil namanya. "Yin Feng.. Ada apa ?" Seseorang itu tidak lain adalah Walikota Tian Long.


"Tuan Tian Long." Ucap, Yin Feng dengan memberi hormat. "Ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda tuan."


"Hemm.. Baiklah nanti kita bicarakan diruanganku." Ujar Walikota Tian Long dengan berjalan mendekati Qin Xua. "Oh iya Yin Feng.. Perkenalkan ini Qin Xua keponakanku."


Yin Feng tersenyum kepada Qin Xua dengan muka yang sedikit memerah malu, Walikota tersenyum ringan melihat raut wajah Yin Feng yang sedikit berubah menjadi kemerahan. "Nah Qin Xua.. Dia adalah Yin Feng murid dari perguruan Macan Putih."


"Salam kenal, aku Qin Xua anak dari Qin Wou Xue dan juga keponakan dari paman Tian Long." Ucap, Qin Xua memperkenalkan dirinya.


"Asal kamu tahu nak.. Yin Feng ini adalah pemuda berbakat di dataran barat, dia telah menjuarai Turnamen Bergengsi yang diadakan di kota Tian Jien ini." Ujar Walikota Tian Long.


"Waahh.. Hebat." Ucap, Qin Xua sambil tepuk tangan.


Yin Feng semakin gugup dan kembali mukanya memerah, namu kali ini terlihat jelas bahwa dirinya sangat malu.


........

__ADS_1


__ADS_2