Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Perjalanan Pulang


__ADS_3

Setelah bersantap makanan akhirnya semuanya baik dari kalangan bangsawan, atupun rombongan Yin Feng mulai meninggalkan tempat perjamuan.


Bahkan ada raja yang langsung berpamitan untuk kembali ke kerajaannya, dialah raja dari dataran barat dan raja dari dataran uatara.


Setelah berpamitan raja dari dataran barat yaitu Qiun Zen mendatangi Yin Feng dan yang lainnya. "Apakah kalian ingin kembali bersama dengan kami?" Raja Qiun Zen mencoba berniat baik dengan menawarkan jasa.


"Tidak perlu raja, kami mungkin akan singgah di desa Xie Zie terlebih dahulu sebelum kembali ke dataran barat." Ujar, Walikota Tian Long dengan nada sopan.


"Iih.. Ayah ini, ngapain juga pake mau ngajak mereka pulang bareng." Gumam, Qiun Zie dengan wajah juteknya.


"Yasudah kalau begitu jaga diri kalian." Ujar, raja Qiun Zen yang kemudian mulai berjalan pergi, saat keberadaan mereka sudah tak terlihat lagi.


Qiun Zie mencoba menanyakan apa yang menjadi beban fikirannya. "Kenapa tadi ayah menawarkan kepada mereka tumpangan."


"Hehe.. Itu kamu tidak perlu tahu alasanya Zie er." Raja Qiun Zen hanya tertawa dan tetap melangkah pergi menuju kereta kuda kerajaan.


Wajah Qiun Zie nampak kesal sekali karena ayahnya tak memberi tahu apa niat ayahnya memberikan tumpangan pada Yin Feng dan kawan-kawan.


**


Setelah para raja berpamitan pada raja Tang San untuk kembali ke kerajaannya masing-masing, kali ini giliran raja Tang San yang menemui Yin Feng.


Raja Tang San menemui Yin Feng dengan para panitia yang membawa hadiah turnamen, begitu banyak peti-peti hadiah yang akan Yin Feng bawa.


Walikota Tian Long yang pertama kali menyambut kehadiran raja Tang San. "raja.. Silahkan duduk." Memang Yin Feng dan yang lainnya sedang duduk-duduk di depan tempat peristirahatannya, sambil menunggu hadiah itu diantarkan.


"Ini semua hadiah yang dijanjikan, silahkan diperiksa." Ujar raja Tang San.


Setelah para panitia pembawa peti hadiah mulai berjejer dengan sangat rapihnya, barulah Yin Feng mengecek satu persatu hadiah yang dijanjikan.


Dimulai dari kanan ke kiri Yin Feng melihat satu persatu peti hadiah, dan semuanya lengkap dengan apa yang dijanjikan. "Semuanya sama persis dengan apa yang telah dijanjikan." Gumam, Yin Feng, yang mulai menyimpan semua peti hadiah ke kalung ruang hampa miliknya.


"Kalau begitu kami mohon untuk undur diri yang mulia." Ujar, Yin Feng memberi hormat dengan membungkukkan badan.


"Tunggu sebentar.." Raja Tang San menghentikan rombongan Yin Feng yang akan pergi. "Bawakan barang itu kesini." Seru raja Tang San pada pelayan.

__ADS_1


Tak lama dua pelayan datang dengan membawa dua kotak peti, Yin Feng dan yang lainnya terheran-heran. "Bukannya hadiah dari turnamen sudah lengkap, mengapa masih ada dua kotak peti lagi! "


"Ini hadiah untukmu karena sudah membantu menyembuhkan anakku." Ujar raja Tang San.


Karena menghargai pemberian seoarang raja Yin Feng pun kemudian menerima dua peti tersebut. "Sekali lagi saya ucapkan terimakasih raja."


Setelah memasukan dua peti itu kedalam kalung ruang hampa, Yin Feng beserta yang lainnya kemudian pergi untuk kembali ke dataran barat.


Namun sebelum melanjutkan pergi ke dataran barat, mereka akan singgah di kediaman keluarga Qin terlebih dahulu untuk beristirahat.


Dengan pergi menunggangi kuda tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai di kediaman keluarga Qin, hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja.


Ternyata kabar kemenangan Yin Feng secara cepat sudah menyebar hingga di desa Xie Zie, namun banyak yang tidak mengetahui rupa orang yang bernama Yin Feng tersebut.


Banyak orang-oarang hanya mendengar tentang kemenangan Yin Feng, dan juga kehebatan dirinya yang mampu mengalahkan semua lawannya.


Sesampainya di kediaman keluarga Qin mereka semua telah disambut kedatangannya oleh bibi Su Ming dengan berdiri di depan rumah.


Walikota Tian Long yang terlebih dahulu turun dari kudanya. "Selamat datang tuan Long." Sapa bibi Su Ming dengan menundukkan kepala.


"Terimakasih bibi Su, sekarang tolong siapkan jamuan hidangan untuk kita." Perintah Walikota Tian Long.


"Tunggu bibi." Panggil Qin Xua menghentikan langkah bibi Su Ming. "Ada apa nona Qin?" Tanya bibi Su Ming.


"Biar aku ikut membantu bibi Su Ming ya paman?" Pinta Qin Xua pada Walikota Tian Long.


"Hemm.. Baiklah Xua er.."


Tersirat dari wajah Qin Xua senyuman yang penuh arti, dibalik senyumannya ada sesuatu yang ternyata disembunyikannya.


Bibi Su Ming sedikit bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Qin Xua tiba-tiba ingin ikut membantunya. "Sudah nona Qin tidak perlu membantu bibi, bibi masih sanggup menyiapkannya sendiri."


"Tidak bibi, justru aku ingin bibi mengajarkanku cara membuat sup ayam yang enak." Ujar Qin Xua.


"Sup ayam!!" Bibi Su Ming sejenak terdiam memikirkan Qin Xua yang tumben-tumbennya mau membuat sup. "Saya tahu.. Sungguh nona ponakan yang sangat baik ingin menyenangkan hati pamannya."

__ADS_1


"Bukan bi.. Ini bukan buat paman Long, justru ini buat..." Pipi Qin Xua terlihat mulai memerah, dirinya sangat malu untuk mengatakannya. "


"Hayoo.. Buat siapa?" Ledek bibi Su Ming. "Oh bibi tahu, pasti buat anak muda yang ganteng itu kan."


"Ahhh.. Bibi, aku kan jadi malu." Ujar Qin Xua dengan membelakangi bibi Su Ming, sambil menutup mukanya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Hehe.. Baiklah non bibi akan ajarkan."


**


Di ruang tamu Walikota Tian Long, kakek Xio Fang, paman Dou Han dan juga Yin Feng tengah berbincang-bincang.


"Feng er.. Sekarang berkatmu kota kita akan sangat terkenal." Ujar Walikota Tian Long.


"Ah.. Justru aku sebenarnya tidak menginginkan hal demikian, yang terpenting bagiku adalah keselamatan dari semua orang yang ku sayangi." Ujar Yin Feng.


"Ngomong-ngomong masalah orang yang kau sayangi, siapa saja mereka?" Tanya Walikota Tian Long penasaran.


"Kalian semualah yang sangat aku sayangi, tentu saja juga para orang-orang yang ada di panti asuhan itu."


"Ah iya, bicara tentang panti asuhan aku jadi snagat rindu akan anak-anak disana." Ujar Walikota Tian Long.


"Akupun demikian paman, terutama pada Heiun dan Heiuni. Mungkin saja mereka sudah lebih kuat." Ujar Yin Feng.


Sementara Walikota Tian Long dan Yin Feng sedang berbincang, ternyata kakek Xio Fang hanya terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. "Ada apa guru? Mengapa dari tadi guru diam saja?"


Pertanyaan Yin Feng membuyarkan fikiran yang difikirkan kakek Xio Fang. "Tidak ada apa-apa." Jawab kakek Xio Fang singkat.


"Oya guru, saat aku didalam jurang iblis aku menemukan ini." Yin Feng mengeluarkan sebuah benda dari kalung ruang hampa miliknya, kemudian menunjukkan pada kakek Xio Fang.


"Ahh itu!!" Kakek Xio Fang sedikit terkejut akan benda yang ditunjukan Yin Feng. "Bagaimana kau bisa mendapatkannya Feng er?"


Yin Feng kemudian menceritakan kronologi kejadian hingga dirinya bisa mendapatkan benda yang seperti token tersebut. "Hemm.. Jadi seperti itu." Kakek Xio Fang mengelus-elus jenggotnya.


....

__ADS_1


Mohon maaf sedikit gangguan jadi tekat updet.


Jangan lupa Like, komen dan tips nya ya.. Hehehe


__ADS_2