Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Badai Angin


__ADS_3

Tiba-tiba Dou Han menghentikan laju kereta kudanya, membuat Walikota Tian Long yang berdiri tanpa berpegangan hampir terjatuh. "Apa yang terjadi Dou Han, mengapa tiba-tiba kau menghentikan laju kereta kudanya ?" Teriak Walikota Tian Long.


"Maaf tuan, sepertinya didepan sana sedang terjadi badai angin yang sangat besar." Ujar Dou Han.


Seketika keempatnya langsung melihat dari balik jendela kereta kuda. "Itu.. Badai anginnya mengarah kesini, ayo cepat kita cari tempat perlindungan." Ujar guru Liu King.


"Dou Han cepat kau putar arah, kita cari tempat yang aman." Teriak Walikota Tian Long.


"Baik tuan, tapi hendak kemana kita akan berlindung ?" Dou Han yang mulai memutar arah kereta kuda, nampak kebingungan karena selama melintasi jalan mereka hanya menemukan padang rumput serta beberapa pohon saja.


"Entahlah.. Yang jelas kita harus cepat menjauhi badai itu." Ujar Walikota Tian Long.


Kereta kuda kemudian dipacu kencang oleh Dou Han, mencoba menjauhi badai angin tersebut. Namun tetap saja kecepatan badai angin dapat mengalahkan kecepatan laju kereta kuda.


Dalam sekejap badai angin mulai menyelimuti kereta kuda, dengan berpegangan erat pada apa yang dapat menahan mereka, untuk dapat bertahan dari kencangnya badai angin tersebut.


Nampak Dou Han sudah tak sanggup lagi menahan kereta kuda agar tidak terbawa oleh angin. "Aku sudah tidak kuat lagi."


Seketika Walikota Tian Long, guru Liu King, Yin Feng dan juga Qin Xua berusaha keluar dari dalam kereta kuda. Walikota Tian Long segera memegang tangan keponakannya itu.


Disaat mereka berempat mampu keluar dari dalam kereta kuda, dengan cepat masing-masing mulai berpegangan satu sama lain, agar tidak terpisah. Namun terlihat kaki Qin Xua mulai terombang-ambing oleh angin.


"Paman.. Tolong aku.." Karena Qin Xua tergolong paling lemah diantara mereka berlima, jadi tekanan yang ditimbulkan badai angin membuatnya tak dapat bertahan dari kencangnya angin.


Membuat Qin Xua melayang-layang hendak terbawa arus kencang badai angin, dengan tangannya yang masing menggenggam erat tangan Walikota Tian Long.


Tanpa terduga sebuah dinding tanah mengurung mereka berlima, membuat Qin Xua tak jadi terbawa arus kencang badai angin. "Qin er.. Kamu tidak apa-apa ?" Walikota Tian Long merasa khawatir jika keponakan satu-satunya terluka.


"Aku tidak apa-apa paman." Qin Xua nampak bingung saat ditanya Walikota Tian Long, karena ia merasa heran ada sebuah dinding tanah yang sudah mengurung mereka.


Namun disisi lain Yin Feng masih mencoba menstabilkan elemen tanahnya, agar tidak hancur didalam badai angin tersebut. Nampak dari wajah Yin Feng sangat kelelahan supaya dapat mempertahankan prisai tanah miliknya, agar tidak hancur diterpa angin.


Tanpa diduga dari belakang guru Liu King menempelkan kedua tangannya dipunggung Yin Feng. "Tenang Feng er.. Kakek akan membantumu." Sebagai seorang kakek jelas guru Liu King tidak tega melihat Yin Feng menghadapinya sendiri.


Seketika Yin Feng merasakan kekuatannya bertambah, ternyata tidak hanya guru Liu King saja yang membantu Yin Feng. Disusul setelah guru Liu King pengawal pribadi Qin Xua yaitu Dou Han langsung menempelkan kedua tangannya pada sisi kiri tubuh Yin Feng.


Tak mau kalah Walikota segera mengikuti keduanya untuk membantu Yin Feng. "Tenang saja nak.. Kami semua ada disini untuk membantumu."

__ADS_1


Dengan ketiganya antara guru Liu King, Dou Han dan juga Walikota Tian Long membantu Yin Feng, akhirnya prisai tanah milik Yin Feng dapat bertahan dari badai angin yang terjadi.


Memang bila dibandingkan dari jurus badai angin milik Lou Rin, badai angin alami ini jelas lebih kuat dan dahsyat tekanannya. Apalagi mereka berlima sedang ditempat yang lapang.


Dengan tidak banyaknya pepohonan terlihat, semuanya hanya rumput hijau yang membentang luas dari ujung ke ujung. Membuat tekanan badai angin menjadi lebih kuat dan mengerikan.


Sampai tak terasa badai angin mulai reda dan meninggalkan mereka, barulah Yin Feng membuka prisai tanahnya. "Aaah.. Sunggung badai angin yang mengerikan." Ujar Walikota Tian Long.


Walaupun saat itu badai angin mulai menghantam kereta kuda, syukurnya mereka berlima mampu dengan cepat keluar dari kereta kuda yang hendak terbang.


"Terimakasih nak.. Berkatmu kita semua dapat selamat dari badai angin." Ujar Walikota Tian Long.


"Tidak tuan, ini semua berkat anda juga yang telah membantuku disaat diriku mulai kelelahan." Ucap Yin Feng.


"Baiklah.. Walaupun tanpa kereta kuda, kita akan tetap melanjutkan perjalanan." Seru Walikota Tian Long.


"Kurasa agar kita dapat dengan segera sampai di desa terdekat, lebih baik jika Qin Xua anda gendong saja tuan Long." Ujar guru Liu King.


"Hemm.. Benar juga kata kakek, memang lebih baik begitu tuan." Yin Feng mencoba menimpali.


Nampak wajahnya kini tak lagi memancarkan cahaya kecantikan, bergantikan dengan wajah yang seolah banyak memikirkan sesuatu. "Aku hanya menjadi beban buat mereka semua." Dalam hati Qin Xua menangis dan merasa tak berguna.


"Qin er.. " Panggil Walikota Tian Long yang membuat lamunannya buyar. "Eh.. Iya paman.. Kenapa ?" Ucap, Qin Xua mencoba menutupi wajah sedihnya.


"Sekarang naiklah ke punggungku, paman akan menggendongmu." Ucap Walikota Tian Long.


Tanpa penolakan terpaksa Qin Xua menuruti perintah pamannya, dengan menganggukkan kepala dan langsung naik kepunggung Walikota Tian Long.


Ternyata diam-diam Yin Feng memperhatikan Qin Xua, dirinya merasakan bahwa Qin Xua sedang mengalami banyak fikiran. Akhirnya hanya senyuman yang dapat Yin Feng berikan saat Qin Xua tak sengaja memandang kearahnya.


Mendapatkan senyuman manis dari Yin Feng membuat Qin Xua terhibur dan malu-malu, wajah sedih yang nampak mulai berangsur hilang, menjelma menjadi wajah yang kembali putih dengan pipi kemerahan serta senyuman manis menambah kecantikan Qin Xua bak bidadari.


Akhirnya mereka mulai bergegas untuk melanjutkan perjalanan, dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Tak butuh waktu lama saat Walikota Tian Long, guru Liu King, Dou Han serta Yin Feng menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk sampai didesa terdekat.


Sebuah desa dengan bangunan rumah yang terbilang sedikit, dan tidak orang sama sekali didalamnya. Nampak satu bangunan di desa tersebut lebih tinggi dari bangunan rumah yang lain.


Saat mereka ingin masuk untuk mencari tempat beristirahat. "Lebih baik kita cari tempat untuk beristirahat terlebih dahulu." Ucap Walikota Tian Long.

__ADS_1


Pertama kali yang mereka dapati ketika hendak memasuki desa tersebut adalah, sebuah tulisan yang terpampang didepan pintu masuknya. "Apa-apaan ini ?" Walikota Tian Long merasa bingung.


Ternyata sebuah tulisan tersebut tidak lain yaitu :


Bagi anda yang ingin masuk diharapkan memberikan pajak terlebih dahulu sebesar 10 koin emas perorang, itu jika ingin selamat.


"Kenapa ada tulisan seperti ini di pintu masuk desa ?" Ucap guru Liu King.


"Kenapa kita harus membayarnya ? Sudahlah kita masuk saja jangan hiraukan tulisan itu." Ucap Walikota Tian Long yang langsung mencoba untuk masuk, namun sebuah tangan tiba-tiba menyentuh bahubya seketika beliau langsung menghentikan langkahnya.


"Tunggu dulu tuan.." Walikota Tian Long langsung menoleh kebelakang dan mendapati seseorang yang menahannya ialah pengawal pribadi Qin Xua yaitu Dou Han. "Ada apa Dou Han ? Mengapa kau menghentikanku ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Maaf jika saya lancang tuan.. Sepertinya ada yang tidak beres dengan desa ini." Ujar Dou Han.


"Aku rasa juga begitu, tidak biasanya saat hendak memasuki desa harus bayar dulu." Ujar guru Liu King.


Namun berbeda dengan Yin Feng ternyata dia lebih terlihat waspada dari yang lainnya. "Kita sedang diintai." Perkataan Yin Feng langsung membuat mereka waspada.


Apa maksudmu nak ? Tanya Walikota Tian Long.


"Aku merasakan ada beberapa orang yang sedang mengawasi kita." Ucap Yin Feng.


"Benarkah ?? Walikota Tian Long mencoba mencarinya dengan menoleh kekanan. "Dimana.." Tak mendapati siapa pun beliau kemudian menoleh kekiri. "Dimana.."


"Tenang tuan.. Usahakan mereka jangan sampai tahu jika kita sudah menyadari keberadaan mereka." Ucap guru Liu King.


Ternyata terdapat kurang lebih lima orang yang sedang mengawasi mereka, dengan masing-masing berada pada tingkat raja tahap akhir delapan.


Namun tiba-tiba salah seorang perampok itu bersiul dengan keras, seketika desa yang tadinya sepi mendadak bermunculan beberapa orang dari dalam rumah.


Mereka berlima nampak terkejut dengan cukup banyaknya orang yang muncul, dengan cepat Walikota Tian Long memegang tangan Qin Xua guna melindungi keponakannya itu.


Terdapat lebih dari dua puluh orang yang muncul dari setiap rumahnya, dan lima orang yang bersembunyi pun juga muncul. Yang awalnya desa penuh dengan sekumpulan orang, tiba-tiba dari sekumpulan orang itu membuka jalan.


Dan nampak seorang laki-laki yang sangat tinggi besar, berkulit hitam dan ditangannya memegang sebuah senjata. "Nampaknya kalian salah milih tempat untuk berteduh."


..........

__ADS_1


__ADS_2