
Perlahan-lahan bola pusaka berlubang menjadi semakin besar, energi yang ditimbulkan dari pil pendingin pun mulai kehabisan kekuatannya.
Dengan kemampuan serta kekuatan masing-masing raja Tang San maupun keempat pendekar kerajaan yang terjebak dalam perut naga hitam, tetap saja mereka semua tak sanggup menahan panasnya api bumi yang ada dalam perut naga hitam.
Alhasil raja Tang San dan empat pendekar kerajaan terbakar habis tak tersisa, raja kegelapan Mou Gui mendapati semua pasukannya mati, hanya tersisa binatang iblis saja itupun dalam keadaan terluka parah.
"Sungguh tak ku sangka, akan menjadi seperti ini." Raja kegelapan Mou Gui cukup merugi akibat peperangan ini, merasa kekurangan pasukan akhirnya raja kegelapan Mou Gui berniat untuk menjadikan mayat para pasukan kegelapan, maupun prajurit kerajaan sebagai wadah bagi para roh binatang iblis yang dipunyainya.
Kurang lebih sekitar 50 roh binatang iblis yang raja Mou Gui meliki saat ini. "Secepatnya aku harus bisa mendapatkan kitab mayat, agar tak perlu repot-repot lagi mengumpulkan roh binatang iblis."
Dijelaskan bahwa kitab mayat adalah sejenis kitab pusaka iblis, dan kemunculannya pun tak dapat begitu saja muncul, perlunya pengorbanan terlebih dahulu.
Sedangkan kriteria yang akan dijadikan pengorbanan yaitu dengan darah para wanita yang masih perawan, dan juga darah para binatang iblis bertanduk merah.
Saat seseorang bisa mendapatkan dan menguasai kitab mayat, maka dirinya akan dapat membangkitkan orang mati juga dapat membangkitkan binatang iblis menjadi budak pemilik kitab mayat tersebut.
Setelah mengetahui bila manusia yang ditelan oleh naga hitam sudah melebur dan menyatu dalam perut naga hitam tersebut, mendadak dari mulut naga hitam menyemburkan api besar.
Haaauuuurrr....
"Nampaknya kau menjadi semakin kuat setelah menelan manusia-manusia tadi." Raja kegelapan Mou Gui yang sedang duduk dikepala naga hitam sedikit terkejut, saat naga hitam menyemburkan api dari mulutnya.
Raja Mou Gui yang mendapati masih ada beberapa bangunan tak terpengaruh dengan kekuatannya, mendadak ia menyuruh naga hitam untuk membakar keseluruhan dari bangunan tersebut.
Hoooouuuurrr... Houuuurrr...
*
Niu Tang yang baru tersadar dari tidurnya ikut terkejut saat mendapati dirinya terbaring diatas rumput hijau. "Mengapa aku bisa berada disini?" Sambil melihat sekitar Niu Tang pun mendapati Tang He ternyata ads juga disana.
"Kak He! Kenapa kita bisa berada disini? Sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Niu Tang tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi dirinya hanya bisa bertanya-tanya.
Saat mereka sedang terdiam masih bingung tiba-tiba terlihat kepulan asap tebal yang dicurigai berasal dari arah kerajaan Xian Tong.
__ADS_1
"Kepulan asap itu bukankah bertepatan dengan kerajaan kita? " Tang He yang menyaksikan pertama kali sungguh sangat terkejut, bergegas dirinya bangkit dan hendak pergi ke kerajaan.
Akan tetapi dua pendekar kerajaan telah menghentikannya terlebih dahulu. "Tenang tuan muda, jika tuan muda kembali kesana justru sama saja tuan muda mengantarkan nyawa."
"Bicara apa kamu!! Kerajaan diserang justru kalian malah keenakan disini. Sudah cepat lepaskan aku, kalau tidak.. " Tang He yang sangat marah saat melihat kepulan asap berasal dari arah kerajaan, justru kini ketika dirinya hendak kembali malah dihadang oleh dua pendekar kerajaan, membuatnya semakin marah.
"Kami diperintahkan oleh raja untuk melindungi tuan muda dan tuan putri, oleh sebab itu walaupun tuan muda marah dengan kami, kami tetap tidak akan membiarkan tuan muda pergi kesana."
Haaaaaakh...
Tang He hanya dapat berteriak kesal sambil memukul-mukul badan kedua pendekar kerajaan, merasa dipukul kedua pendekar kerajaan tak membalasnya hanya tetap terdiam.
Didalam hati Niu Tang tiba-tiba merasakan perasaan yang sedih. "Mengapa hatiku terasa sangat sedih, biasanya saat hatiku seperti ini menandakan seseorang yang aku cintai telah tiada. Apa jangan-jangan.."
Niu Tang tertunduk menangis saat dirinya teringat saat kepergian ibundanya, dia pun merasakan apa yang saat ini dirasakan pada saat ibundanya meninggal dunia.
"Ada apa Niu er? Mengapa kau menangis?" Tang He yang melihat adiknya tertunduk menangis segera menghampirinya.
"Tabahkan hatimu Niu er, relakanlah kepergian ibunda." Tang He mencoba menenangkan hati adiknya yang dirasa teringat kembali saat kepergian ibundanya.
"Aku sudah merelakan kepergian ibunda kak, hanya saja.."
"Hanya saja apa?" Tanya Tang He.
"Hanya saja ini bukan menyangkut kepergian ibunda, tapi sepertinya ayahanda pun sudah pergi dari dunia ini."
Hiks... Hiks..
"Jangan berkata begitu, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa pada ayahanda, sebab para pendekar kerajaan serta prajurit selalu melindungi ayahanda." Tang He tak ingin melihat adiknya sedih, padahal ia pun juga merasakan apa yang dirasakan oleh adiknya itu.
Kedua pendekar kerajaan hanya dapat terdiam menyaksikan kepediahan pada hati Tang He dan Niu Tang.
"Baiklah tuan muda dan tuan putri, sebaiknya kita segera pergi ke kerajaan Tiu Wang untuk mencari perlindungan dari raja Wang Zoe."
__ADS_1
"Mengapa kita harus pergi ke kerajaan Tiu Wang? Bukankah ayahanda sudah jarang berkunjung kesana." Niu Tang sedikit heran dan juga di hatinya masih terbesit rasa kesal pada anak dari raja Wang Zoe.
"Hamba tidak mengerti untuk alasannya, yang jelas ayahanda tuan putri menyuruh kami untuk membawa kalian berdua kesana."
"Hufff." Wajah sebal terlihat dari Niu Tang sambil melingkarkan kedua tangannya di dada.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, yang awalnya saat menyelamatkan Tang He dan Niu Tang, dua pendekar kerajaan terpaksa menggendong mereka berdua agar lebih cepat.
Beberapa kali Niu Tang nampak kesal dan lelah ingin sekali rasanya untuk berhenti beristirahat, namun karena hari menunjukkan akan gelap maka mereka sengaja bergegas tanpa berhenti agar lebih cepat sampai di desa terdekat.
Akhirnya mereka menemukan desa terdekat setelah berjalan sekian lama tanpa berhenti, bertepatan dengan tibanya waktu senja.
Kedua pendekar kerajaan membagi tugas. "Biarkan aku saja yang mencari penginapan, kau jagalah tuan putri dan juga tuan muda."
Pendekar kerajaan yang mencari penginapan bernama Lie Qien sedangkan yang bertugas menjaga Tang He dan Niu Tang adalah Lie Xien.
Tidak berselang lama Lie Qien pun kembali mengabarkan bahwa ada penginapan yang masih kosong, namun dia ragu untuk mengatakan kondisi serta gambaran penginapan tersebut.
"Baiklah cepat antarkan kami ke penginapan itu." Niu Tang yang sudah ingin sekali membersihkan diri, merasa seluruh badannya sangat lengket tak ingin berlama-lama.
Lie Qien kemudian mengantarkan Tang He dan Niu Tang ke penginapan tersebut, namun saat Niu Tang pertama kali menyaksikan bentuk penginapannya seketika yang awalnya semangat, tiba-tiba langsung lemas tak bertenaga.
"Apakah penginapan ini yang kau maksud?" Niu Tang meyakinkan bahwa penginapan yang disebutkan Lie Qien adalah yang saat ini sedang di depan matanya.
"Benar tuan putri, semua penginapan sudah terisi penuh hanya menyisahkan penginapan ini saja." Jawab Lie Qien.
"Niu er ini jauh lebih baik daripada kita harus bermalam di hutan." Tang He mencoba meyakinkan Niu Tang agar bersedia masuk kedalam penginapan.
"Hemm.. Kalau begitu apa boleh buat." Dengan wajah terpaksa akhirnya Niu Tang menuruti apa yang dikatakan Tang He, mereka kemudian memasuki penginapan dan memesan dua kamar.
Bagi pendekar kerajaan jelas mereka memilih untuk berjaga-jaga di luar, menjaga keselamatan tuan putri maupun tuan muda mereka.
........
__ADS_1