Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Segel Di Kunci Kuno


__ADS_3

Sekembalinya Yin Feng dari pertarungannya dengan Mio Jie, dan membuat Mio Jie mengalami kematian yang layak untuknya. Yin Feng langsung masuk kedalam batu prasasti untuk menemui sesepuh Qiu Han.


Terlihat sesepuh Qiu Han sedang dalam keadaan terbaiknya, dengan duduk bersantai sambil menikmati tiupan angin yang sepoi-sepoi.


"Akhirnya kau muncul juga bocah! Sudah lama sekali aku menunggumu."


"Tidak biasanya sesepuh sangat menantikan kedatanganku!"


"Aku memiliki firasat bahwa tidak akan lama lagi aku akan bertemu dengan tubuh asliku."


"Apakah engkau yakin? Bukankah tubuh asli sesepuh dibawa pergi oleh kekasih sesepuh."


"Memang benar, tapi entah mengapa rasanya aku sangat yakin akan dapat menemukan tubuh asliku dalam waktu dekat ini."


"Baiklah jika sebegitu yakinnya sesepuh, maka aku pun akan semangat untuk meningkatkan kekuatanku."


"Iya memang seharusnya begitu, sebab kita tidak tahu bahaya apa yang akan kita hadapi nantinya."


"Oiya sesepuh saat di pelelangan aku mendapatkan sebuah kunci kuno." Yin Feng mengeluarkannya dari kalung ruang hampa lalu memberikan kunci tersebut pada sesepuh Qiu Han.


"Nampaknya kunci ini adalah kunci kerajaan kuno."


"Menurut informasi sebelumnya pun begitu, tapi apakah sesepuh dapat membuka segel pada kunci tersebut?"


Sesepuh Qiu Han mencoba untuk membuka segela yang ada pada kunci kuno, saat pertama kali merasakan segel tersebut sesepuh Qiu Han nampak terkejut.


"Ada apa sesepuh? Mengapa kau sepertinya sangat terkejut?"


"Tidak ku sangka! Ternyata aku mengenali segel ini."


"Sungguh!! Memangnya sesepuh mengenali seseorang yang menyegel kunci ini?"


"Segel ini hampir sama dengan segel yang telah aku kuasai, akan tetapi ini sepertinya jauh lebih kuat."


"Hemm.. Lalu apakah sesepuh dapat memecahkan segel tersebut?"


"Tidak ada yang tidak bisa aku pecahkan!" Sesepuh Qiu Han menambah kekuatan pada kedua tangannya, bersamaan dengan menguatnya kekuatan jiwa miliknya.


"Sungguh luar biasa! Ternyata segel pada kunci tersebut bukan segel sembarangan."


Tidak lama kemudian segel pun terpecahkan, dan ternyata saat segel muali terpecahkan terpampang bayangan memori yang terekam pada kunci kuno.


"Itu kan..!!" Sesepuh Qiu Han tak menyangka bahwa bayangan memori pada kunci kuno akan memperlihatkan sosok kekasihnya dahulu.


"Apakah sesepuh mengenali mereka?"


"Dia adalah kekasihku yang telah mengkhianatiku."


"Jadi.. Itu kekasih sesepuh yang selama ini sesepuh bicarakan!"


"Iya, tapi tak ku sangka ternyata dia mengkhianatiku hanya karena pria itu."


"Apakah sesepuh mengenali pria itu?"


"Iya, dia adalah kaisar Zu King, sosok kaisar bengis pada zaman itu."


"Kaisar Zu King! Jadi apakah itu artinya tubuh asli sesepuh disembunyikan disana?"

__ADS_1


"Sepertinya begitu."


"Lalu kira-kira apakah sesepuh mengetahui lokasi tepatnya reruntuhan tersebut?"


"Aku tidak tahu pasti, yang jelas saat badai angin panas berada dalam puncak-puncaknya barulah pintu masuk akan terlihat."


"Badai angin panas! Seperti yang dikatakan ketua Xue Lili bahwa nanti akan terjadi badai tersebut di dataran barat ini."


"Di dataran barat! Nampaknya memang benar keberadaan tubuh asliku pasti disembunyikan di istana kaisar Zu King."


"Apakah sesepuh sangat yakin?"


"Aku yakin sekali, sebab tidak mungkin kekasihku menyembunyikannya ditempat biasa saja, dia jelas sudah tahu bahwa aku akan mudah menemukannya."


"Hemm.. Oleh sebab itu kekasih sesepuh menyembunyikannya di istana kaisar Zu King! Itu sangat masuk akal sekali."


"Lalu apakah benar kunci ini adalah kunci gudang harta milik raja Zu King?"


"Jika masalah itu aku tidak bisa menyimpulkan, namun kita bisa mengetahuinya saat nanti memasuki reruntuhan itu. Akan tetapi sebaiknya kau segera meningkatkan kekuatanmu karena kita tidak tahu sekuat apa musuh yang akan kita hadapi nantinya."


"Baiklah sesepuh."


Yin Feng kemudian keluar dari batu prasasti namun saat baru saja dirinya keluar sudah ada seseorang yang menunggunya. "Salam ketua Feng!"


"Ah paman, kau membuatku terkejut saja. Ada apa paman sampai menungguku disini?"


Ternyata seseorang yang menunggu Yin Feng adalah Dou Han. "Bagini ketua Feng, sebenarnya aku memiliki seorang anak perempuan yang sengaja aku titipkan pada seseorang."


"Oh paman ternyata memiliki seorang putri, siapakah nama putri paman itu?"


"Namanya adalah Han Yu."


"Iya sebenarnya aku ingin menemuinya serta mengajaknya untuk tinggal bersama kita disini, apakah boleh ketua Feng?"


"Hahaha.. Paman kenapa bertanya begitu? Ya tentu saja aku perbolehkan, lagian juga kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada putrimu jika keberadaannya jauh dari paman."


"Ah terimakasih ketua Feng." Dou Han langsung membungkukkan badannya.


"Paman tak perlu bersikap begitu, sekarang kan paman sudah menjadi bagian dari perguruan ini, apalagi paman adalah penasehat."


"Aku tidak tahu harus mengucapkan apa, namun aku sangat berterimakasih sekali padamu sebab berkat bantuan yang selama ini kau berikan, aku dapat lebih kuat dari sebelumnya."


"Ah itu tidak perlu sungkan paman, karena kita semua adalah saudara. Lantas kapan rencana paman akan menjemput putri anda?"


"Jika diperbolehkan hari ini saya akan pergi untuk menjemput putri saya ketua."


"Oh kalau begitu hati-hati ya paman! Semoga putrimu baik-baik saja."


"Terimakasih ketua Feng, saya mohon pamit." Dou Han kemudian mulai berangkat pergi untuk menemui putrinya dan menjemputnya.


*


Yin Feng masuk kedalam kamarnya dan mencoba melihat hasil rampasannya, dikeluarkan beberapa cincin ruang yang didapatnya saat berhasil mengalahkan lawannya.


"Waaah.. Tidak aku sangka didalam semua cincin akan ada harta berharga sebanyak ini!"


Yin Feng mengecek satu persatu barang berharga dari semuanya, seketika ada kejadian yang tidak terduga terjadi.

__ADS_1


Didalam kalung ruang hampa milik Yin Feng tiga telur emas yang didapatnya dari cincin ruang Lu Jian tiba-tiba bereaksi dan langsung keluar dari kalung ruang hampa.


"Ini!! Kenapa tiga telur emas tiba-tiba langsung keluar dari kalung ruang hampa? Apakah ketiganya merasakan sesuatu?"


Yin Feng yang terkejut terus mengamati ketiga telur tersebut, hingga kejadian tak biasa pun terjadi. Ketiga telur emas seketika menyatu menjadi satu.


"Hah!! Bagaimana ini bisa terjadi?"


Tidak lama kemudian telur mulai retak dan pecah, bersamaan munculnya cahaya emas yang sangat menyilaukan mata, hingga Yin Feng pun harus menutupi kedua matanya.


Saat cahaya keemasan mulai meredup barulah Yin Feng lebih terkejut lagi sosok binatang yang ada dihadapannya.


Meauuuu...


"Kucing!! Ternyata sosok didalam ketiga telur emas hanya seekor kucing!"


Yin Feng dibuat bingung saat mendapati bahwa sosok binatang dihadapannya adalah seekor kucing.


Akan tetapi kucing ini tidak sembarang kucing, dari bentuk serta warna tubuhnya sedikit berbeda dengan kucing pada umumnya.


Kucing ini memiliki warna bulu keemasan pada bagian punggungnya, sedangkan keseluruhan dari warna bulunya memiliki warna putih.


Sedangkan diantara kedua matanya memiliki tanda seperti huruf M dan W yang menjadi satu, dan juga kucing ini memiliki dua tanduk kecil.


Saat Yin Feng yang masih dalam keadaan terdiam karena terkejut, sang kucing tiba-tiba langsung memakan semua pil yang ada dihadapannya.


"He.. He.. Jangan kau makan semua pil itu!" Yin Feng yang sudah tersadar tak sanggup lagi menahan sang kucing untuk memakan semua pil yang ada.


"Semua pilnya kau habiskan!" Yin Feng hanya dapat meratapi dengan memegangi kepalanya.


Meawww.. Meawww..


"Apa?? Apa kau masih kurang?"


Miawww..


Sang kucing seolah mengetahui apa yang ditanyakan Yin Feng dengan menganggukkan kepalanya.


"Tidak ada lagi! Semuanya sudah kau habiskan!"


Sang kucing seolah tak percaya dengan perkataan Yin Feng dengan masih saja berteriak dan memasang wajah memelas.


"Kau kira aku akan kasihan dengan gaya wajahmu yang seperti itu! Tidak.."


Miaaawww...


Melihat sang kucing yang terus-terusan memasang wajah memelas, akhirnya hati Yin Feng pun luluh dengan mengambilkan dua botol pil didalam kalung ruang hampa miliknya.


Miawww.. Miawww...


Seketika dua botol pil langsung dihabiskan oleh sang kucing, lalu setelah itu sang kucing mendekat didekat Yin Feng dengan tingkah yang menggemaskan.


"Jika dilihat-lihat kau itu ternyata sangat lucu juga ya."


Yin Feng memegang sang kucing dengan membelai-belai bulu pada punggungnya. "Aku akan memberikanmu nama Mie Can, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan nama tersebut. Apakah kamu suka?"


Miawww... Miaww..

__ADS_1


.......


__ADS_2