
Tak terasa hari dimana Fengshui dan Mingyin akan di persatukan pun tiba.
Seluruh guru dan murid semuanya sudah berkumpul di tempat yang telah di sediakan, seluruh murid perguruan sangat antusias mengikuti upacara pernikahan.
"Kedua mempelai harap mengucapkan janji suci." Kata sang Pendeta.
"Saya Fengshui." "Saya Mingyin."
"Berjanji akan setia sehidup semati dan akan terus bersama hingga ajal memisahkan kita." Perkataan serempak kedua mempelai.
Lalu sang Pendeta mulai membacakan ikrar pernikahan dan mereka pun akhirnya resmi menjadi suami istri.
Berbagai suara tepuk tangan dan ucapan selamat di sematkan kepada kedua mempelai,hingga sebuah hadiah tak henti-hentinya di berikan kepada kedua mempelai.
Acara pernikahannya sangat meriah, banyak sekali persembahan yang di perlihatkan dari Perguruan Macan Putih.
Dari berbagai pertunjukan seni beladiri tangan kosong maupun menggunakan senjata, kebetulan di hari pernikahan ini bertepatan dengan hari jadi Perguruan Macan Putih.
Terlihat seseorang sedikit muda menaiki arena, yang terdapat di aula Perguruan.
"Baik semuanya sekarang Kita akan menyaksikan pertunjukan seni beladiri tangan kosong antara Xunhai dan Tailong.
Tiba-tiba terdengar seseorang berlari kemudian disusul melompat ke atas arena, kemudian dia memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Namaku Xun-Hai Murid Dalam Perguruan Macan Putih."
Tak kalah saing terdengar juga seseorang tengah melompat ke atas arena kemudian memperkenalkan diri.
"Namaku ***-Long Murid Dalam Perguruan Macan Putih."
Setelah masing-masing memperkenalkan diri, Xunhai segera mengambil posisi kuda-kuda, dengan kedua tangan di pinggang.
Sedangkan ***-Long mengambil posisi tangan di depan siap untuk menyerang.
"Baik mari kita mulai pertunjukan pertamanya."
Dooong..... Suara Gong dipukul
Mereka saling beradu dengan berbagai pukulan, hingga tiba-tiba Tailong hilang keseimbangan tanpa ragu-ragu Xunhai memanfaatkan kesempatan dengan melesatkan pukulan keras tepat di dada Tailong, hingga membuatnya termundur kebelakang.
"Aku akui cukup cepat gerakanmu. Namun Aku baru pemanasan, sekarang Aku baru inginserius." Ucap Tailong.
"Oo. Baiklah Aku juga akan serius kali ini." Ucap Xunhai.
Tailong menyerang kembali dengan sangat cepat membuat Xunhai dipaksa bertahan menahan serangan Tailong, Xunhai yang awalnya dapat mengimbangi serangan Tailong, kali ini dia harus akui bahwa serangan Tailong cukup membuatnya kerepotan.
Hingga sebuah pukulan keras mendarat pada bahu kiri Xunhai, Xunhai yang terkena pukulan Tailong sempat terjatuh dengan darah menetes dari mulutnya.
__ADS_1
Xunhai berdiri sambil mengusap darah yang ada di mulutnya.
"Cukup lumayan Kau, sekarang saatnya Aku memperlihatkan sebuah jurus padamu." Seru Xunhai.
Seketika Xunhai mengepalkan tangannya, dengan mengalirkan tenaga dalam lalu memusatkannya pada tangan, membuat sebuah pusaran angin yang mengitari tangan kanan Xunhai.
JURUS PUKULAN BADAI
Teriak Xunhai yang mulai maju menyerang
Namun Tailong tidak mau mengambil resiko dengan berdiam diri tanpa menunjukkan sebuah jurus yang telah dipelajarinya.
JURUS TAPAK AWAN
Teriak Tailong sambil maju menyerang.
Dua jurus kemudian beradu hingga menimbulkan suara ledakan yang cukup kuat dari benturan kedua tangan masing-masing.
Duaaaaarrrr....
Keduanya sama-sama terpental kebelakang dengan darah mengalir dari tiap mulut dan tangan masing-masing, namun Xunhai yang terlihat cukup parah ketika saling beradu jurus.
Sang wasit menghentikan pertarungan, dan menyuruh dua murid untuk membawa Xunhai ke ruang medis untu diobati.
__ADS_1