
Ternyata tanpa Zouming sadari Pil yang telah di konsumsinya merupakan Pil penambah kekuatan gelap, yang terhubung dengan dua pisau pusaka pemberian guru Kinluo.
Setelah terjadinya perubahan pada diri Zouming yang terlihat lebih ganas dengan kedua mata memerah, mendadak dua pisau pusaka yang di simpannya di belakang celana terbang dan berputar-putar di atas kepala.
"Itu bukannya pisau pusaka dari daerah timur mengapa ada di dalam Perguruan ini." Kata, guru Liuking yang terkejut.
"Hemmm.., Aku merasa ada yang tidak beres dengan anak ini, coba kau perhatikan di sudut sana." Ucap, Ketua Wunghan yang menunjukan keberadaan guru Kinluo.
"Sepertinya ini ulahnya, karena dia tidak rela diremehkan oleh anak kecil itu (Yinfeng)."
"Lantas bagaimana ini Ketua, apakah kita hentikan saja pertarungan ini." Ujar guru Liuking.
"Yang Aku lihat anak ini (Yinfeng) masih memiliki kekuatan yang disembunyikan, jadi kita tunggu sebentar apa yang akan anak ini lakukan." Ucap Ketua Wunghan
Di Arena Zouming yang makin tidak terkendali segera menyerang Yinfeng dengan dua pisau pusaka, Yinfeng segera mengeluarkan pedangnya dan menyatukan dua Elemen dalam dirinya.
Elemen air dan es telah menyatu di dalam tubuh Yinfeng hingga tubuhnya terselimuti kabut putih berhawa dingin, di salurkan dua elemen tersebut ke pedangnya.
Traaaang... Traaaaang...
Suara dua senjata berbenturan dan saling beradu kekuatan, melihat pisau pusakanya tidak berhasil menghadapi pedang Yinfeng.
Zouming menaikan kekuatan pisau pusaka tersebut hingga dua pisau itu mengeluarkan asap hitam pekat terselimuti aura gelap, tiba-tiba sebuah asap hitam pekat membentuk sebuah ular raksasa.
Sekian mata memandang sangat terkejut dan di buat takut akan kejadian itu, banyak murid perempuan yang teriak histeris tatkala menyaksikan ular raksasa dari asap hitam.
Zouming sudah hilang kesadarannya akibat terlalu memaksakan kekuatan, hingga tubuhnya dapat dirasuki aura kegelapan yang terkandung dalam pisau pusaka tersebut.
Namun di satu sisi Yinfeng menyaksikan itu sempat berfikir untuk menggunakan Aura Penghakiman, namun dia takut banyak orang akhirnya tau akan kekuatan dirinya yang sesungguhnya. Yang telah melebihi kekuatan orang dewasa.
__ADS_1
Akhirnya Yinfeng hanya dapat menggunakan pertahanan yang dibuat dari elemen esnya,
sebuah ular raksasa menyerang pertahanan Yinfeng terus menerus yang mengakibatkan sedikit demi sedikit pertahanan esnya retak.
Ketua Perguruan Wunghan hanya termenung dan bergumam dalam hatinya.
"Kenapa rasanya anak ini lebih terlihat menyembunyikan kekuatannya, padahal dia sudah dalam keadaan terdesak."
"Ketua...," Panggil guru Liuking yang menyadarkan Ketua Wunghan dari lamunannya. " Bagaimana ini, jika tetap di teruskan akan berakibat fatal pada Yinfeng."
"Hemm.., jika memang demikian baiklah Aku akan turun tangan menghadapinya." Ucap Ketua Wunghan.
Ketua Perguruan segera berdiri dan mengeluarkan asap putih membentuk sebuah naga besar, yang di tujukan untuk melawan asap hitam berbentuk ular.
Kraak...
Sebuah suara retak yang di timbulkan dari pertahanan es milik Yinfeng yang membuat pertahanan hancur, asap hitam berbentuk ular hendak menyerang Yinfeng namun ternyata asap putih berbentuk naga milik Ketua Perguruan Wunghan telah lebih dulu melindungi Yinfeng.
"Ini..., kekuatan Kakek Sepuh, sangat mengerikan sekali." Gumam Yinfeng.
Tidak hanya Yinfeng yang terkejut, semua guru dan murid yang belum pernah menyaksikan kekuatan Ketua Perguruan pun dibuat terkejut, dan terkesima akan kekuatan Ketua Wunghan.
Seketika asap hitam berbentuk ular segera menyerang asap putih berbentuk naga, namun karena kalah besar asap putih berbentuk naga menghisap asap hitam berbentuk ular.
Dengan sekali hisapan asap hitam berbentuk ular sudah hilang dari Arena pertarungan, dan Ketua Perguruan Wunghan menarik kembali asapnya yang berbentuk naga.
Namun walaupun asap hitam berbentuk naga telah hilang, tapi tubuh Zouming tetap terselimuti oleh asap hitam, dan dari mata Zouming masih memancarkan kemarahan.
"Sudah Aku hilangkan asap ular hitamnya, dan sekarang giliranmu menghadapinya." Teriak, Ketua Wunghan kepada Yinfeng.
__ADS_1
Yinfeng yang mendengar teriakan Ketua Wunghan segera mengangguk tanda siap untuk bertarung kembali, tidak mau melewatkan kesempatan Yinfeng segera melesat maju menyeranga Zouming.
Traaaang... Traaaang..
Kedua senjata saling bertemu kembali beradu kekuatan, namun kali ini Yinfeng lebih terlihat mendominasi dengan pedang yang telah di aliri dua elemen air dan es.
Dengan beberapa serangan akhirnya Yinfeng dapat menjtuhkan dua pisau pusaka itu dengan pedangnya, dan segera Yinfeng mengeluarkan elemen esnya untuk membuat dinding es pada Arena pertarungan.
Yang mana didalam dinding es tersebut hanya Yinfeng dan Zouming yang ada di dalamnya, semua yang menyaksikan kebingungan karena tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam dinding es tersebut.
Ternyat didalam Yinfeng menggunakan Ilmu Pencerahan Hatinya untuk menetralisir kekuatan hitam, dipandangnya mata Zouming dan di netralkan aura kejahatan yanga ada di dalam tubuh Zouming.
Dari Ilmu Pencerahan Hati Yinfeng dapat mengetahui darimana asal kekuatan itu, dan siapa yang memberikannya, namun Yinfeng hanya tersenyum setelah mengetahui penyebab Zouming hilang kendali.
Tidak berselang lama dinding es kemudian meleleh dan terlihat Zouming yang telah terduduk lemas di Arena sedangkan Yinfeng masih berdiri didepan Zouming.
Semua yang menyaksikan seakan tidak percaya bahwa Yinfeng dapat menaklukkan kekuatan hitam pada diri Zouming, namun bagi Ketua Perguruan dia merasa bahwa Yinfeng menggunakan dinding es agar kekuatannya tidak di ketahui orang lain.
"Hemm, tak Ku sangka anak ini lebih bijak dari yang lain." Gumam Ketua Wunghan.
Segera Wasit Xinhai mengumumkan bahwa pertarungan dimenangkan oleh Yinfeng.
Di sisi lain sebuah sudut tempat Sounkin dan guru Kinluo berada keduanya sangat marah dan heran akan apa yang sudah terjadi, tentang Ketua yang ikut campur dan juga Yinfeng membuat dinding es ketika meleleh terdapat Zouming telah terduduk lemas.
"Sebenarnya kekuatan apa yang anak ini miliki." Gumam guru Kinluo.
Setelah selesainya pertarungan demi pertarungan, akhirnya di umumkan tiga besar yang berhak mengikuti Turnamen bergengsi di Pusat kota bagian barat.
Pertama Yinfeng kedua Lourin dan yang ketiga karena Zouming telah didiskulifikasi, oleh sebab itu di gantikan oleh Ning'er untuk posisi ketiganya.
__ADS_1
"Acara Turnamen bergengsi akan di adakan dalam 6 bulan kedepan, usahakan untuk berlatih dan terus berlatih dan dapat membanggakan Perguruan kita." Ucap wasit Xinhai sambil menutup acara Turnamen.