Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Hari Penyerangan


__ADS_3

Malam hari sebelum penyerangan Dongmen yang terlihat sedang menyendiri memikirkan akan Mingyin dan bergumam sendiri.


"Ohhh Mingyin.., Sungguh Aku sangat mencintaimu namun Aku malu untuk mengatakannya kepadamu, saat Aku ingin berusaha mengatakannya Kau selalu saja tidak mau bertemu denganku."


"Dan yang makin membuatku sakit adalah ketika pernikahanmu, tak kuasa Aku memandang akan dirimu yang disandingkan dengan Fengshui."


"Hatiku sangat-sangat hancur. Namun tatkala itu guruku telah membuat hatiku kuat hingga Aku dapat bertahan hingga saat ini, dan Aku tidak terima akan perlakuanmu yang meremehkanku."


"Tunggu esok akan aku balas penghinaanmu".


****


Malam telah berlalu mentari pagi mulai menampakkan wajahnya.


Rencana yang sudah tersusun dengan rapih dan penyamaran yang tidak di ketahui, membuat semuanya aman terkendali.


"Guru kapan kita harus bertindak ?"


Tanya Dongmen.


"Tunggu sebentar lagi, kita akan menunggu hingga acara upacara penamaan di mulai, baru kita nanti beraksi." Ucap guru Loutan


Tidak berselang lama acara penamaan pun dimulai.

__ADS_1


"Silahkan kepada Orang Tua dan bayinya duduk disini." Ucap, sang Panatua sambil menunjuk ke sebuah kursi.


Panatua sama dengan sesepuh yang khusus menangani masalah upacara baik itu upacara penamaan dan upacara penobatan.


Fengshui dan Mingyin pun duduk di kursi yang telah di sediakan, dan meletakkan anaknya di sebuah tempat seperti keranjang bayi namun sudah dihiasi dengan berbagai bunga.


Lalu sang panatua memulai upacaranya dengan membacakan berbagai kalimat layaknya seperti doa dan mengakhirinya dengan membasuhkan air ke seluruh tubuh si bayi.


Panatua itu bertanya kepada Fengshui dan Mingyin.


"Akan kalian beri nama siapa anak ini ?"


"Anak ini akan kami beri nama dengan YINFENG." Jawaban serempak Fengshui dan Mingyin.


"Semoga anak ini kelak akan menjadi pendekar yang tangguh dan menjadi pendekar yang menjaga kedamaian umat manusia dari segala kekejaman." Ucap panatua.


Tuiiiiiiiiittt..... Tuiiiiiiiittt...


Dalam sekejap para guru dan murid perguruan di kepung oleh kelompok perampok kelelawar hitam.


"Hahaahahaaa... Kalian semua sudah kami kepung, sekarang kalian pilih serahkan semua harta dan barang berharga kalian atau kami akan membunuh kalian satu persatu." Bentak pemimpin perampok.


Sontak para guru dan murid kaget, ketika mengetahui tiba-tiba kawanan perampok ada di perguruan.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba ada kawanan perampok yang datang di saat upacara penamaan." Batin Fengshui.


Dengan tanpa adanya persiapan para guru dan murid mencoba untuk tetap terlihat tenang, walaupun mereka sempat kaget.


"Hay, kalian semua cepat geledah seluruh ruangan di perguruan ini." Seru, Kingkiong kepada anak buahnya.


Belum sempat anak buahnya bertindak terdengar suara pukulan yang sangat kuat menghantam tembok.


Jeddduarrrrrr.... duarrrr dooooorrrr


"Hemmm, tak kusangka pemimpin Kelelawar Hitam ternyata cukup cepat dalam menghindar." Ucap, seorang pria paruh baya.


"Hahahaha.. Siapa Kau. Berani sekali menyerangku." Bentak Kingkiong.


"Kau tak perlu tau siapa diriku, karena kau sudah berani merampok di perguruan ini maka terimalah ini."


Sontak pria paruh baya tersebut menghilang dan sudah berada di depan Kingkiong, dan mendaratkan pukulan ke dada Kingkiong tanpa Kingkiong sempat menghindar dan terlempar jauh kebelakang, darah segar pun mengalir dari mulutnya.


"Heehee, tidak buruk kau Pak Tua, dapat membuatku memuntahkan darah.


Namun ini baru akan seru jika aku juga menunjukan kekuatanku." Ucap, Kingkiong yang mulai serius.


Maaf ya para reader...

__ADS_1


Mohon untuk dukungannya dengan LIKE DAN VOTE karena akan membantu author untuk lebih semangat dalam menulis..


TERIMAKASIH BANYAK SEMUANYA


__ADS_2