Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Perampok Kalajengking Merah


__ADS_3

Yinfeng yang dari awal sudah mengetahui jumlah kawanan perampok yang sudah memata-matai mereka, namun Yinfeng masih belum bertindak karena takut jika menggunakan aura penghakiman semua akan mengetahuinya.


Akhirnya Yinfeng hanya terdiam dan mengamati situasinya, jika kemungkinan guru Xinhai tidak dapat mengatasi kawanan perampok itu baru Yinfeng dengan terpaksa akan menggunakan aura penghakimannya.


Benar saja tidak lama kemudian kawanan perampok mulai mengepung mereka berempat, guru Xinhai, Ning'er dan Lourin yang mendengar suara kaki segera terbangun. Sontak mereka terkejut ketika kawanan perampok sudah mengepungnya.


"Hahaha.., bos kita dapat santapan enak nih." Ucap salah satu kawanan perampok.


"Iya bos, mana dua gadis ini sangat cantik sekali lagi bos." Salah satu kawanan menimpali.


"Mau apa kalian ?" Bentak Lourin.


"Hahaha.., gadis cantik jangan pura-pura, tidak melihat apa tato kami." Ucap salah satu kawanan perampok.


"Kalajengking Merah ?" Batin guru Xinhai.


"Guru Xin, siapakah mereka ini ?" Tanya Ning'er.


"Mereka adalah Perampok Kalajengking Merah, yang terkenal bengis." Jawab guru Xinhai.


"Sekarang serahkan barang bawaan kalian dan juga untuk kalian berdua gadis cantik ikutlah bersama kami, kami tidak akan menyakitimu sayang." Ucap Pemimpin kelompok perampok.

__ADS_1


Ternyata Perampok Kalajengking Merah ini memiliki beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki pemimpin yang berkekuatan tingkat Raja tahap Akhir.


Dan mereka ini masih memiliki Pemimpin tertinggi yang kekuatanya di Tingkat Langit tahap menengah, mereka memang tersebar hampir di dataran Barat ini.


"Jangan harap kalian bisa mengambil barang kami." Bentak guru Xinhai.


"Hahaha, jadi kalian tidak mau menyerahkan barang bawaan kalian.., Baik habisi mereka." Seru peminpin perampok.


Anak buah perampok segera menyerang mereka berempat, namun ternyata guru Xinhai dengan cepat menghunuskan pedangnya ke kawanan perampok yang maju menyerang.


Sehingga tiga kawanan perampok mengalami luka cukup parah, kawanan yang lain melihat temannya terluka semakin marah dan mencoba menyerang guru Xinhai, namun apa daya ternyata karena terpaut kekuatan yang cukup jauh dari guru Xinhai.


Membuat kawanan perampok lainnya ikut terluka parah, hingga tinggal menyisahkan 7 kawanan perampok termasuk pemimpinnya.


Guru Xinhai hendak mencegah enam kawanan perampok yang mau menyerang Yinfeng, Ning'er dan Lourin, tapi pemimpin perampok tidak membiarkannya.


"Mau kemana kau, lawanmu adalah Aku." Ucap pemimpin perampok.


Seketika guru Xinhai beradu ilmu pedang dengan pemimpin perampok, dengan berbagai gaya dan tipuan membuat guru Xinhai sedikit kualahan menghadapi pimpinan perampok.


Namun guru Xinhai belum mengeluarkan seluruh kekuatannya, hingga ditambahlah kekuatannya sedikit untuk menghadapi pimpinan perampok itu, ternyata guru Xinhai ini adalah murid berbakat dulunya. Yang sempat menjadi murid terhebat di generasinya.

__ADS_1


Yang telah banyak mengetahui ilmu dalam berpedang membuat guru Xinhai akhirnya dapat menyudutkan pimpinan perampok, dengan berbagai gerakkan zig-zagnya dan permainan pedang yang sulit di tebak oleh pimpinan perampok.


Membuat pimpinan perampok mengalami luka tusukan pada lengan kanan atas hingga darah segar menetes dari lengannya.


Sedangkan enam anak buah perampok yang hendak menyerang Yinfeng, Ning'er dan Lourin, belum sempat anak buah perampok itu maju mendekati mereka bertiga, Yinfeng lebih dulu maju menyerang dengan menggunakan elemen esnya.


Yang mengakibatkan enam anak buah perampok membeku tak bisa bergerak, sebenarnya Yinfeng hendak mengeluarkan ilmu pencerahan hatinya, namun dia belum mau rahasia ilmunya itu di ketahui oleh murid lain.


Namun jika Yinfeng langsung membunuh anak buah perampok tersebut, dia memikirkan andai kawanan perampok itu memiliki anak dan istri yang harus dia nafkahi, apakah Yinfeng tidak berdosa jika membunuhnya.


Ning'er dan Lourin terheran dengan Yinfeng yang membiarkan enam kawanan perampok itu hanya membeku, seakan Yinfeng sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya bingung serta dilema.


Namun bagi Ning'er dia tidak ingin 6 kawanan perampok tersebut dapat lolos dari esnya Yinfeng, dengan mengeluarkan pedang dari sarungnya Ning'er mengeluarkan jurus pedang rembulan yang kedua yaitu pedang bulan sabit.


Dengan diyunkan pedangnya muncul berbagai kilatan rembulan berbentuk bulan sabit, yang mengarah kepada 6 kawanan perampok tersebut. Hingga membuat 6 kawanan perampok yang membeku karena elemen es Yinfeng hancur membentuk serpihan-serpihan es berdarah.


Yinfeng yang dilema menjadi terkejut dan tidak percaya akan yang dilakukan Ning'er dengan menghancurkan 6 kawanan perampok tersebut, tapi Yinfeng hanya memandangi Ning'er dengan senyuman tipis karena tidak mau memperlihatkan kekecawaannya terhadap Ning'er.


Begitu juga dengan Lourin yang tidak percaya bahwa Ning'er begitu tega menghancurkan 6 kawanan perampok yang sudah tidak berdaya itu, namun Ning'er memiliki alasan sendiri mengapa segera menghancurkan 6 kawanan perampok tersebut.


Sedangkan di sudut guru Xinhai yang telah membuat pimpinan perampok mengalami luka tusukan di sekujur tubuhnya, hingga pimpinan perampok tak dapat bertahan atas darah yang telah banyak keluar dari berbagai tusukan tersebut.

__ADS_1


Membuat pimpinan perampok akhirnya mati tersungkur di tanah. Guru Xinhai kemudian menemui ketiganya dengan sangat khwatir jika terjadi sesuatu pada mereka, namun akhirnya lega setelah melihat ketiganya baik-baik saja.


..........


__ADS_2