
"Jangan banyak omong, coba sekarang kau buktikan saja." Panglima badak melesat maju membantu panglima beruang, begitupun panglima gajah.
Kembali mereka saling bertukar jurus, namun kali ini Ling Tong langsung berhadapan dengan tiga panglima kegelapan sekaligus.
Jelas tak imbang membuat Ling Tong sangat terpojok, sampai-sampai beberapa sayatan cakaran, maupun serangan tanduk panglima kegelapan dapat mengenai Ling Tong.
Dua pendekar kerajaan yang berada disisi raja Tang San merasa geram dan mencoba ingin membantu, akan tetapi raja Tang San menghentikan salah satunya.
"Jangan kalian maju semua, sebaiknya kau saja Ling Wei yang membantu Ling Tong." Raja Tang San memerintahkan Ling Wei untuk membantu Ling Tong.
Saat Ling Tong sudah sangat terdesak dan tubuhnya penuh akan luka, hingga cakaran panglima beruang sudah sedikit lagi mengenainya.
Tiba-tiba serangan datang menghantam panglima beruang dan yang lainnya, dengan secara tiba-tiba.
Membuat ketiganya terpental menjauhi Ling Tong. "Kau tidak apa-apa?" Ling Wei mencoba memastikan keadaan Ling Tong.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit luka kecil."
Ling Wei pun memberikan sebuah pil pada Ling Tong, agar darah yang mengalir keluar dapat berhenti.
"Sebaiknya kau urusi saja srigala itu, biar ketiga binatang ini aku yang tangani." Ling Wei menyuruh Ling Tong agar menangani panglima srigala.
Walaupun Ling Wei mulai maju menyerang untuk membantu Ling Tong, untuk kekokohan formasi masih cukup stabil hanya mengandalkan Ling Kaisan, Ling Mo serta melalui bantuan dari Ling Yuan.
Dengan menggunakan energi dari batu jindan, serta tenaga dalam ketiga pendekar kerajaan. Membuat kedua panglima kegelapan seoalah tak dapat berkutik. "Sial.. Kekuatan formasinya sangat kuat sekali, jika terus seperti ini tenaga kita akan habis terkuras."
Panglima Kera nampak mulai kelelahan setelah sekian lama mencoba untuk melepaskan diri dari formasi tersebut. "Sepertinya tak ada pilihan lain, selain mengandalkan mereka berlima."
Panglima Elang cukup pasrah menunggu kelima panglima kegelapan mampu menangani pendekar kerajaan.
"Kalian harap berhati-hati, pendekar kerajaan ini kekuatannya diatas pendekar satunya." Panglima Badak mencoba untuk memperingatkan dua panglima yaitu panglima beruang dan gajah.
"Hah!! Walaupun dia lebih kuat dari yang sebelumnya, apakah dia mampu untuk menghadapi kita bertiga." Panglima Beruang nampak lugas dan penuh percaya diri, terlihat dari ucapannya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, mari kita serang dia bersama-sama." Panglima Gajah sudah tak sabar ingin sekali menghajar pendekar kerajaan bernama Ling Wei.
Ketiganya langsung maju menyerang menggunakan senjata masing-masing, bagi Ling Wei bertarung dengan ketiga panglima kegelapan cukup menantang.
__ADS_1
"Saya suka yang seperti ini." Ling Wei menahan serangan demi serangan dari ketiga panglima kegelapan menggunakan senjata pusaka berbentuk tombak.
Hingga beberapa kali terdengar bunyi senjata yang beradu cukup keras, bahkan sampai terdengar suara dentuman dari jurus yang meleset.
Kecepatan Ling Wei dalam menahan setiap serangan dari ketiga panglima kegelapan terlihat begitu mudan dan santai, satupun tak ada yang dapat mengenai tubuh Ling Wei.
Serangan demi serangan bahkan jurus-jurus dari panglima kegelapan tak menyulitkan Ling Wei, sebab dua pendekar kerajaan yang bertugas melindungi sang raja termasuk lebih tinggi beberapa tingkat dibandingkan yang lain.
Ling Wei beranggapan bahwa ketiga panglima kegelapan yang dihadapinya hanya seekor binatang payah, cukup dengan setengah kekuatannya saja mereka tak dapat membuatnya terpojok. "Apakah hanya segini kemampuan dari panglima kegelapan."
"Jangan sombong kau.." Ketiga panglima kegelapan mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam, lalu menelannya bersamaan.
"Pil apa yang mereka telan itu, mengapa aku tak pernah melihatnya." Ling Wei sedikit lebih waspada melihat reaksi ketiga panglima kegelapan yang mulai meningkat kekuatannya.
"Apa!! Bagaimana mungkin kekuatan mereka dapat meningkat begitu cepat." Ling Wei curiga kelonjakan kekuatan mereka bertiga diakibatkan pil yang mereka telan.
Namun kelonjokan kekuatan tersebut masih jauh dari tingkat kekuatan yang Ling Wei miliki, akan tetapi tetap saja Ling Wei harus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab dirinya tak hanya menghadapi satu panglima, melainkan tiga panglima sekaligus.
Disatu sisi ternyata panglima Srigala masih duduk terdiam fokus untuk memulihkan tenaganya, melihat ada kesempatan tak akan pernah disia-siakan bagi Ling Tong.
Merasa ada yang mendekatinya panglima srigala mulai waspada, dengan sebuah tameng pertahanan. "Hah!! Percumah saja tamengmu ini srigala, tetap saja mudah bagi pedangku ini untuk dapat mengambil nyawamu."
Benar saja tameng pertahanan dari panglima srigala menampakkan kelemahannya, dengan kondisi panglima srigala yang masih belum pulih dari luka dalam.
Membuat serangan Ling Tong dapat dengan mudah menembus tameng pertahanan panglima srigala, yang mengakibatkan panglima srigala terkena luka tusuk pada bagian perutnya.
"Uhkk.." Dari mulut panglima srigala memuntahkan darah segar.
"Hahaha.. Matilah kau."
Tidak sampai disitu saja, Ling Tong mencabut pedangnya yang telah menembus tubuh panglima srigala, lalu menebas kepala panglima srigala.
Crazzzzz...
Kepala panglima srigala telah lepas dari badannya, semua panglima kegelapan melihat kejadian tewasnya panglima srigala dengan cara tragis.
Membuat panglima beruang, panglima gajah dan panglima badak teralihkan fokusnya, sehingga Ling Wei langsung memberi mereka serangan.
__ADS_1
Duaaaarrr...
Nampak ketiganya tak menyadari jika Ling Wei mengarahkan serangan pada mereka, akibatnya mereka bertiga terkena serangan tersebut.
Walaupun tidak begitu parah akan tetapi membuat ketiganya terpental dengan memuntahkan darah. "Sialan kau.. Sungguh licik memanfaatkan kesempatan disaat kita lemah." Teriakan panglima beruang yang tak terima akan serangan dari Ling Wei.
"Hahaha.. Cukup beruntung kalian tidak mati saat terkena seranganku." Ling Wei tertawa senang melihat serangannya dapat mengenai mereka bertiga.
Dari serangan tersebut akhirnya Ling Wei menyadari bahwa memang firasatnya benar, kekuatan ketiga panglima berbeda dari yang sebelumnya.
Bahkan serangan dari Ling Wei hanya berdampak sedikit pada ketiga panglima kegelapan.
"Hahaha.. Walaupun kami lengah, namun serangamu barusan membuat kami geli saja." Panglima gajah menertawakan serangan dari Ling Wei yang tak begitu berdampak pada mereka.
"Jangan senang dulu, serangan tadi aku hanya ingin membuktikan seberapa kuat kalian setelah meminum pil tadi." Ling Wei mengangkat tombak lalu mengusap tombak itu dengan tangan kanannya.
Terlihat kilauan cahaya putih keluar dari tombak Ling Wei saat tangan kanannya selesai mengusap tombak tersebut. "Nyatanya peningkatan kekuatan kalian tidak ada arti apa-apa bagi tombakku ini."
"Terlalu meremehkan, sebaiknya kita serang langsung." Panglima badak tak terima jika terus-terusan diremehkan.
Ketiganya mulai maju menyerang bersamaan dari arah yang berbeda-beda, dengan sisi kanan panglima gajah, sisi kiri panglima badak dan sisi depan panglima beruang.
Serangan ketiga panglima ditahan oleh Ling Wei menghunakan tombaknya. "Apakah hanya segini kemampuan kalian." Dengan entengnya Ling Wei yang masih menahan menggunakan tombaknya berkata seperti itu.
"Jangan terlalu puas dulu." Tak disangka serangan ketiga panglima barusan hanyalah tipuan belaka, serangan yang sesungguhnya terletak pada mulut mereka masing-masing.
Dari mulut ketiga panglima mengeluarkan serangan yang cukup kuat, membuat Ling Wei tak memprediksinya. Sehingga serangan tersebut dengan mudah mendarah pada tubuhnya.
Duaaaaarrrr...
Ling Wei terpental jauh menabrak tembok pagar kerajaan, dengan sekujur tubuh mengeluarkan darah akibat luka serangan dari ketiga panglima. "Uhuk.. Tak ku sangka ternyata mereka masih memiliki kekuatan sekuat ini."
Walaupun sekujur tubuh Ling Wei terluka parah, namun dirinya masih menyimpan beberapa pil penyembuh kualitas tinggi.
Tanpa tanggung-tanggung Ling Wei langsung meminum lima pil penyembuh.
.........
__ADS_1