Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Latihan Khusus


__ADS_3

Yinfeng yang sudah menyelesaikan latihan dasar,kini dirinya memasuki latihan khusus, yang mana latihan khusus ini berbeda jauh dari latihan dasar.


Karena pada latihan khusus ini Yinfeng di harapkan dapat menahan rasa sakit yang amat-amat sakit, untuk menambah kekuatan tubuh fisiknya dan juga tulangnya.


Sebelum keberangkatannya menuju air terjun, Yinfeng merasa amat sedih tatkala teringat akan orang tuanya yang telah tiada.


"Ayah, Ibu. Yinfeng berjanji akan membalaskan dendam kalian berdua, Yinfeng akan selalu rajin untuk berlatih dan terus berlatih, hingga masanya tiba Yinfeng ingin menjadi pendekar seperti kakek sepuh." Gumam Yinfeng.


Tak terasa ketika Yinfeng sedang memikirkan kedua orang tuanya, air mata menetes membasahi pipinya.


"Yinfeng..., Apa yang membuatmu meneteskan air mata ?" Tanya guru Liuking.


"Aku teringat kedua orang tuaku yang telah dibunuh Dongmen kakek guru." Jawab Yinfeng.

__ADS_1


"Tenang saja Yinfeng. Kelak kau pasti bisa membuat kedua orang tuamu bangga di surga sana. Setelah pelatihan khusus selesai, kakek guru akan menunjukkan kepadamu sebuah kitab yang di tinggalkan ayahmu untukmu." Ujar guru Liuking.


"Kitab apakah itu kakek guru ? " Tanya Yinfeng.


"Sebuah kitab yang dapat membuatmu lebih kuat, namun tidak akan mudah untuk mempelajarinya. Kau harus melakukan pemurnian diri di dalam kobaran api terlebih dahulu." Ujar guru Liuking.


"Sekarang saatnya kau untuk memulai latihan khusus. Namun sebelum itu, bagaimana jika kau coba gunakan ilmu meringankan tubuhmu untuk mencapai air terjun." Ujar guru Liuking.


Yinfeng pun segera berlari dengan ilmu meringankan tubuhnya menuju air terjun, ternyata tanpa Yinfeng sadari dirinya kini sudah terbiasa dengan ilmu itu. Berkat latihan yang diberikan guru Liuking, Yinfeng yang sekarang dapat sampai di air terjun dengan lebih cepat.


"Yinfeng.., Sekarang kau duduklah dibawah air terjun itu, lalu fokuslah untuk mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhmu. Coba kau rasakan akan air yang mengenai tubuhmu, rasakan dan coba kau kuasai akan elemen air itu."


"Bila kau dapat menguasai elemen air, kau akan bisa mengendalikan air itu dengan kehendakmu sendiri. " Ujar guru Liuking.

__ADS_1


Yinfeng menuruti perintah guru Liuking dengan duduk dibawah air terjun dan mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, untuk dapat menguasai elemen air. Ternyata Yinfeng dapat bertahan lebih lama ketika dibawah air terjun dibandingkan dengan sebelumnya.


Yinfeng yang sedang fokus duduk dibawah air terjun, sedangkan guru Liuking terus mengamati Yinfeng yang sudah cukup pesat dalam perkembangan latihannya.


"Hemmm.. Ternyata anak ini jauh dari yang aku bayangkan, padahal ayah dan ibunya jauh di bandingkan Dongmen yang termasuk jenius, tapi Yinfeng... Kau lebih jenius dari Dongmen akan aku latih kau menjadi lebih hebat darinya." Gumam guru Liuking.


Tatkala guru Liuking yang sedang membayangkan akan kemampuan Yinfeng dalam berlatih, tiba-tiba ia terkejut akan apa yang di perbuat Yinfeng.


Ternyata tidak butuh waktu lama untuk Yinfeng dapat memahami akan elemen air, sehingga ia dapat begitu mudah menguasainya.


Seketika tubuh Yinfeng mengeluarkan cahaya putih yang sangat menyilaukan mata, dan air yang tadinya jatuh mengenai langsung tibuhnya kini air itu membentuk sebuah gelembung air yang sangat besar, hingga menyelimuti Yinfeng.


"Hemmmm, Kau memeng beda nak, kau sangat-sangat berbakat, ayah dan ibumu jika masih ada disini mungkin sangat bangga kepadamu." Gumam guru Liuking.

__ADS_1


__ADS_2