Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Racun Dewi Ular


__ADS_3

"Sialan.." Panglima Cobra merasa kesal, akibat lengan kirinya putus. Dia kemudian mengeluarkan cairan beracun untuk mengalahkan Yin Feng.


Panglima Cobra kembali melesat maju tak menghiraukan akan lengan kirinya yang putus, dengan sebuah siasat agar racun Dewi Ular mampu tertanam ditubuh Yin Feng.


Namun kali ini Yin Feng tak memberi kesempatan Panglima Cobra untuk dapat mendekatinya, kembali Yin Feng mengayunkan pedang Pencabut Nyawa. "Jurus Tanpa Wujud."


Mengetahui Yin Feng mengelurakan serangan yang sama, Panglima Cobra ternyata sudah memperhitungkan semua itu saat sebelum dirinya maju mendekatiYin Feng.


Walaupun Panglima Cobra terlihat seperti mau kalah, namun nyatanya dia masih memiliki kekuatan yang disembunyikannya. Memang sengaja ia keluarkan disaat-saat mulai terdesak ataupun saat dirinya terpojok.


Nyatanya jurus Tanpa Wujud kali ini tak berhasil mengenai tubuh Panglima Cobra, hanya saja Panglima Cobra terpaksa merelakan ekornya terputus akibat terkena serangan jurus Tanpa Wujud. Sebagai ganti agar racun Dewi Ular dapat mengenai Yin Feng,


Benar saja, setelah Panglima Cobra kehilangan ekornya kecepatan berlari sesaat meningkat drastis, dengan lompatan tinggi akhirnya Panglima Cobra mampu melemparkan cairan racun Dewi Ular.


Yin Feng yang tak sadar bahwa Panglima Cobra mampu berlari dengan cepat, serta secara tiba-tiba sudah melompat dan berada didepannya.


Padahal keadaan Yin Feng masih terbang, namun karena kekuatan rahasia Panglima Cobra terpaksa dikerahkan, untuk melancarkan racun Dewi Ular dengan tepat.


Akhirnya Yin Feng terkena cairan racun Dewi Ular pada tubuhnya, sesaat tak ada tanda-tanda yang terjadi. Namun perlahan Yin Feng merasakan akan tubuhnya yang melemah, memaksanya untuk mendarat ditanah.


"Hahahaha.. Rasakan racun itu, sebentar lagi kau akan tau akibatnya, karena berani berurusan denganku." Ujar Panglima Cobra merasa usahanya tak sia-sia, walaupun lengan dan ekornya terpaksa jadi korbannya.


"Ada apa ini?? Mengapa badanku panas sekali dan juga tenagaku terasa mulai melemah.." Yin Feng tak tahan akan reaksi yang ditimbulkan oleh racun Dewi Ular.


Walaupun memang racun Dewi Ular mulai merasuk ke dalam tubuh Yin Feng, namun Yin Feng tetap berusaha untuk tidak terlihat lemah dihadapan Panglima Cobra.


Dirinya berusaha meningkatkan tenaga dalam, untuk menekan racun Dewi Ular agar tidak menjalar keseluruh tubuhnya. Ternyata sedikit berhasil racun Dewi Ular mampu ditekan penyebarannya.

__ADS_1


Kini ia merasa tak mungkin lagi untuk menghadapi Panglima Cobra, dengan terpaksa disarungkan pedang Pencabut Nyawa dan disimpan didalam kalung ruang hampa.


"Haha.. Ada apa? Apakah kau sudah ingin mati?" Panglima Cobra merasa senang karena racunnya bekerja dan membuat Yin Feng tak dapat menahannya.


"Sekarang terimalah ajalmu.." Panglima Cobra tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut, untuk dapat membunuh Yin Feng.


Panglima Cobra seketika berlari dengan kecepatan tinggi, mencoba menyerang Yin Feng dengan pedang yang sudah terhunus ditangan kanannya.


Akan tetapi sudah terlambat saat Panglima Cobra mendekati Yin Feng, ternyata Yin Feng sudah menggunakan ilmu menghilangnya dan berusaha menjauh sejauh-jauhnya dari Panglima Cobra.


"Sialan.. Dia menggunakan ilmu menghilangnya lagi." Merasa tak berhasil mengetahui bahwa Yin Feng akan menggunakan ilmu menghilangnya.


Panglima Cobra marah besar dilampiaskannya dengan menyerang acak, namun hanya mengenai udara hampa. "Awas kau.. Aku akan segera menemukanmu.. " Teriakan Panglima Cobra menggema sampai terdengar oleh Yin Feng.


Namun ternyata Yin Feng sudah cukup jauh perginya. "Tenaga dalamku sudah mau habis, apa lagi sekarang tubuhku terasa lemah sekali. Aku harus segera menemukan Kakek Liu dan yang lainnya."


**


Disisi lain Walikota Tian Long, guru Liu King, Qin Xua serta Dou Han sangat khawatir, sudah jauh berjalan menunggu kedatangan Yin Feng namun sampai saat ini Yin Feng tak kunjung terlihat batang hidungnya.


"Sebaiknya kalian tunggu disini, jangan halangi aku untuk pergi membantu Feng er." Ujar guru Liu King.


Semuanya terdiam mendengar perkataan guru Liu King, mereka sadar bahwa guru Liu King sangat khawatir akan keadaan Yin Feng. Hingga Walikota Tian Long memberanikan diri untuk berkata. "Tenang kakek, lebih baik kita kesana bersama-sama, aku juga khawatir akan keadaannya."


Namun belum jauh mereka melangkah, guru Liu King menyadari ada sesuatu yang mengikutinya. "Tunggu sebentar, aku merasakan ada sesuatu yang mengikuti kita."


Benar saja saat mereka mencoba menengok kebelakang, ternyata seekor ular ukuran kecil berada dibelakang mereka. "Ular?? Walikota Tian Long sangat terkejut, saat melihat ada ular. "Mengapa ular ini mengikuti kita?"

__ADS_1


"Tunggu sebentar.. Jangan-jangan ular ini milik Panglima Cobra, yang sedang berhadapan dengan Yin Feng." Ujar Dou Han.


Segera guru Liu King menarik pedang dan mengibaskannya kearah ular tersebut, ular itu langsung terpotong menjadi dua. "Sebaiknya kita cepat pergi menjauh dari keberadaan ular ini, aku memiliki firasat bahwa ular ini adalah mata-mata yang menandai keberadaan kita."


Mereka berempat segera pergi menjauhi ular kecil tersebut, ternyata benar tak lama setelah keempatnya pergi jauh, Panglima Cobra tiba dan mendapati ular mata-matanya sudah tewas dibunuh.


"Sialan.. Ternyata mereka menyadari keberadaan ularku." Ucap, Panglima Cobra yang jengekel.


Panglima Cobra tak mau terus mencari keberadaan mereka, sebab keadaannya kini pun tak memungkinkan untuk dapat menang melawan keempatnya.


Akhirnya dia memutuskan untuk kembali kedesa semula, mencoba menyembuhkan dan mengobati lengan serta ekornya yang putus.


Keempatnya merasa sudah cukup jauh meninggalkan tempat matinya ular kecil, kemudian beristirahat sambil menyesali apa yang sudah terjadi.


"Apa jangan-jangan feng er.. " Belum selesai guru Liu King berucap, tangan Walikota Tian Long segera menghentikan perkataan guru Liu King. "Jangan kau teruskan kakek, aku yakin Feng er akan baik-baik saja. Sekarang tidak memungkinkan bagi kita untuk kembali kedesa itu."


"Memang kenapa paman.. Lalu bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Yin Feng?" Ujar Qin Xua.


"Begini saja, biar aku yang menyusul Feng er dan kalian carilah tempat yang aman untuk beristirahat." Ujar, guru Liu King yang langsung pergi dengan ilmu meringankan tubuhnya.


Tak butuh waktu seharian untuk bisa sampai di desa itu, guru Liu King memilih berhenti agak jauh dari desa agar tak diketahui oleh Panglima Cobra.


Namun saat guru Liu King mengamati tak ada tanda-tanda akan keberadaan Yin Feng, jika memang Yin Feng dalam bahaya atau kalah dalam pertarungan tak mungkin Panglima Cobra memberiarkan Yin Feng tetap hidup.


"Aku memiliki firasat jika Feng er masih hidup, namun dimana dia sekarang." Guru Liu King yang resah akan keberadaan Yin Feng, mencoba memikirkan sebuah rencana untuk menyusup masuk kedalam desa tersebut.


"Lebih baik aku tunggu dulu sampai malam tiba, agar keberadaanku tak diketahui."

__ADS_1


......


__ADS_2