Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Heiun yang telah tersadar terlebih dahulu sangat terkejut saat dirinya tahu bahwa kini dia tengah terbaring di sebuah kamar. "Dimana aku sekarang? Bukankah saat itu.. "


Heiun kemudian membayangkan saat ia dan adiknya tak kuat berjalan lagi lalu tiba-tiba terjatuh pingsan tak sadarkan diri.


"Ah iya, bukankah aku saat itu didalam hutan! Lalu siapakah yang sudah menyelamatkanku?" Heiun bertanya-tanya siapa seseorang yang baik hati mau menolong dirinya.


Pintu kamar terbuka terlihatlah seorang wanita cantik tengah membawa makanan. "Oh rupanya kamu sudah sadar? "


"Kakak siapa? " Heiun cukup kaget saat ada wanita cantik yang lebih tua darinya datang menghampirinya.


"Bukankah kau Heiun? Apa kau tidak lagi mengenaliku? " Sang wanita balik bertanya pada Heiun.


Heiun memperhatikan dengan seksama wajah wanita tersebut hingga tak berkedip sedikit pun, saat memori dalam fikirannya kembali ditelusuri akhirnya Heiun sadar siapa wanita cantik yang ada didepannya. "Kak Lou Rin!! Bagaimana kakak bisa ada disini? "


"Itu ceritanya panjang, tak akan cukup bila aku menjelaskan padamu sekarang." Lou Rin kemudian memberikan makanan yang telah dibawanya kepada Heiun. "Ini makanlah kau pasti sangat lapar."


Tanpa malu-malu Heiun pun langsung mengambil makanan tersebut lalu memakannya. "Pelan-pelan saja jangan terlalu bersemangat." Lou Rin merasa senang bisa kembali melihat anak yang dulu pernah ditolongnya.


"Oya kak, dimanakah Heiuni? Mengapa aku tidak melihatnya? Apa yang terjadi dengannya? " Dengan mulut penuh makanan Heiun mengkhawatirkan keberadaan adiknya.


"Tenang saja adikmu baik-baik saja, sebentar lagi pasti kesini. " Lou Rin memberitahukan bahwa tidak terjadi apa-apa pada Heiuni.


Tidak berselang lama terdengar suara langkah kaki yang memasuki ruangan. "Kakak..! "


Heiun langsung menengok kearah sumber suara yang tidak lain adalah adik tercintanya. "Heiuni..! "


Tanpa mempedulikan makanannya Heiun langsung berdiri menghampiri adiknya lalu memeluknya. "Kamu tidak apa-apa Heiuni? "


"Kakak bisa lihat sendiri, bagaimana keadaanku sekarang." Heiuni memutar-mutarkan tubuhnya, memberitahukan pada kakaknya Heiun bahwa dia sekarang sudah lebih baik.


"Ini semua berkat kakak Ning er. " Heiuni memberitahukan bahwa yang menolongnya hingga sampai bisa sembuh adalah Xio Ning er.


"Hai bagaimana keadanmu? " Xio Ning er menyapa Heiun yang tengah memandanginya.


"Kakak! Bagimana kalian berdua bisa disini? " Heiun masih saja penasaran akan keberadaan Lou Rin dan Xio Ning er yang bisa ada disini, dan menolongnya.

__ADS_1


"Kan aku sudah bilang, itu jika diceritakan sekarang akan panjang." Lou Rin beranjak dari tempat duduknya kemudian mendekat menempelkan tangan kanannya pada bahu Heiun.


"Oh iya, kenapa kalian bisa sampai terluka? Sebenarnya apa yang telah terjadi pada kalian? " Lou Rin mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya, sampai bisa terluka cukup parah.


Heiun kemudian menceritakan apa yang dialaminya bersama adiknya Heiuni, saat sedang di rumah panti.


"Hemm.. Sangat biadab!! Baiklah besok setelah kalian benar-benar sudah lebih baik, kita akan membalaskan apa yang diperbuat pada kalian dan teman-teman kalian." Lou Rin yang sangat marah mendengar penjelasan dari Heiun perihal kekejian anak buah Xuan Cong, tak sabar lagi ingin menguliti penjahat-penjahat tersebut.


*


Ternyata Lou Rin dan Xio Ning er yang telah terus-terusan berlatih hingga menjadi lebih kuat, bahkan tingkatan mereka berdua saat ini setara di tingkat langit akhir tahap empat.


Keduanya tak sengaja bertemu saat mereka berdua menjenguk perguruan Macan Putih yang dahulu adalah tempat dimana mereka berdua berlatih bersama, kini keadaan perguruan sudah hancur lebur.


Akhirnya keduanya memutuskan untuk mencari keberadaan Yin Feng dengan pergi menuju kota Tian Jien.


Saat tengah menelusuri desa yang tengah disinggahi keduanya, ternyata saat itu tengah ada kerumunan yang mengkrumuni dua tubuh manusia yang tengah tak sadarkan diri.


Saat Lou Rin dan Xio Ning er mendekat dan melihat dengan mata kepala mereka sendiri, sungguh terkejutnya mereka ternyata dua sosok manusia yang tengah tidak sadarkan diri adalah anak yang saat itu pernah mereka tolong.


"Apa yang ingin kau lakukan? Apakah kau mengenali keduanya? " Salah satu orang yang dikabarkan adalah orang yang menemukan dan membawa kedua kakak beradik itu.


"Iya mereka berdua adalah adikku." Jawab Lou Rin.


"Tapi tidak akan semudah itu kau bisa mengambilnya, setidaknya kau harus menyerahkan dulu 100 koin emas padaku. "


"Apa orang ini sudah gila dengan memperjual belikan manusia." Orang-orang disekitar mendadak merasa bahwa seseorang yang tengah menahan dua sosok kakak beradik itu adalah orang yang tidak waras. Dengan sengaja menjadikan manusia sebagai barang dagangan.


"Bagaimana? Apakah kau mempunyai 100 koin emas tersebut? Jika tidak memiliki sebaiknya relakan saja kedua adikmu ini untuk aku jual dengan orang lain."


Lou Rin sebenarnya bisa saja langsung membunuh orang itu ditempat, tapi dirinya tak ingin menimbulkan kegaduhan maka dengan terpaksa ia mengeluarkan koin emas miliknya. "Aku hanya memiliki ini! Apakah itu cukup? "


Sang orang tua itu pun mengambil kantung yang berisikan koin emas dari Lou Rin, saat ia membuka dan melihatnya seketika kedua matanya langsung berbinar-binar. "Hahaha.. Ini sudah lebih dari cukup. "


Setelah urusan dengan orang tua itu selesai barulah Lou Rin dan Xio Ning er membawa Heiun dan Heiuni kedalam penginapan yang telah dipesannya.

__ADS_1


Keduanya saling mengobati kakak beradik itu sampai keadaan keduanya mulai memulih, barulah mereka dapat menanyai pada Heiun dan Heiuni apa yang sebenarnya telah terjadi.


*


Keesokan harinya Lou Rin, Xio Ning er, Heiun dan Heiuni memutuskan untuk pergi menuju kota Tian Jien.


Jarak dari desa tersebut ternyata tidak begitu jauh hanya membutuhkan setengah hari perjalanan.


Dalam perjalanan Heiuni lebih banyak bicara bila dibandingkan dengan kakaknya, Heiuni menceritakan hari-hari mereka saat setelah Lou Rin dan kawan-kawan saat itu membawanya ke rumah panti.


Di rumah panti Heiuni seolah memiliki keluarga baru, ternyata Heiuni saat di panti lebih akrab dengan seniornya yang dijuluki bidadari panti yaitu Qiu Lien.


Namun saat tragedi menimpa panti Heiuni tidak menemukan jasad dari Qiu Lien sama sekali.


Tak terasa karena keasyikan mengobrol mereka berempat sudah tiba di depan pintu masuk kota, dan mereka pun memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi di kota tersebut terlebih dahulu.


Saat Lou Rin dan Xio Ning er melihat keadaan kota, mereka berdua tidak percaya bahwa telah terjadi pertempuran sebab keadaan kota saat mereka datang terlihat sudah rapih seperti sedia kala.


"Kenapa seolah tidak pernah terjadi sesuatu disini? Apakah hanya rumah panti saja yang menjadi incaran musuh? " Dalam hati Lou Rin sedikit bingung, bila di rumah panti terjadi pembunuhan seharusnya di kota pun akan terjadi perkelahian.


Tapi ini justru baik-baik saja, namun karena bentuk kehatia-hatian mereka Lou Rin memerintahkan pada Heiun dan Heiuni untuk mengganti penampilan mereka.


"Sebaiknya kalian mengganti pakaian serta penampilan kalian, takutnya ada musuh yang hafal dengan wajah kalian. " Lou Rin tak ingin terjadi apa-apa lagi pada Heiun dan Heiuni.


Setelah Heiun dan Heiuni diajak oleh Lou Rin dan Xio Ning er ke sebuah toko, mereka disuruh untuk merubah penampilan dan pakaian mereka.


Mereka berdua mulai merubah dan mengganti pakaian, barulah saat keduanya sudah selesai mereka segera menuju rumah panti.


Setibanya disana ternyata apa yang sebelumnya Heiun dan Heiuni lihat banyaknya bergeletakkan jasad para teman-temannya, justru kali ini jasad itu sudah tiada bahkan rumah panti sudah bersih seperti sedia kala.


"Ini!! Siapa yang membersihkan keseluruhan dari rumah panti?" Heiun dan Heiuni cukup terkejut dan bingung padahal empat hari yang lalu jasad teman-temannya bergeletakkan di halaman panti.


Lou Rin pun curiga bila sedang terjadi sesuatu pembunuhan di rumah panti, tidak meungkin para penjahat akan membereskan mayat-mayat tersebut.


"Maknanya para penjahat itu mungkin saja sudah dibereskan oleh seseorang, tapi siapa?" Lou Rin, Xio Ning er dan kakak beradik Heiun dan Heiuni cukup bertanya-tanya siapa pahlawan yang sudah membereskan penjahat.

__ADS_1


.....


__ADS_2