
Setelah beberapa tahun berlalu semenjak berakhirnya penyerangan di Perguruan Macan Putih, kini Yinfeng sudah berumur Delapan tahun.
Di umurnya sekarang Yinfeng baru mencapai kekuatan tingkat dasar tahap awal, karena sifat anak-anak yang masih suka bermain dan juga di dalam Perguruan ia sempat merasa bosan tidak adanya anak yang seumuran dengan dirinya.
"Yinfeng...," Panggil guru Liuking.
"Iya kakek guru." Jawab Yinfeng.
Yinfeng pun segera memenuhi panggilan guru Liuking.
"Yinfeng sekarang kau sudah memasuki umur Delapan tahun, yang mana di luar sana anak seumuran dirimu sudah mencapai kekuatan tingkat dasar tahap lima."
Ujar guru Liuking.
"Lantas kenapa kakek guru." Jawab, Yinfeng yang tidak peduli.
"Hemmm.. Yinfeng kakek akan bercerita, sini duduk di pangkuan kakek." Ucap guru Liuking.
__ADS_1
Yinfeng lalu menuruti kata guru Liuking duduk di pangkuannya dan mendengarkan cerita dengan seksama.
"Dahulu kala.. Ada seseorang murid Perguruan yang sangat-sangat berbakat di umurnya yang sama denganmu ia sudah mencapai kekuatan tingkat dasar tahap dua, dan ketika dia memasuki umur sepuluh tahun ia sudah mencapai tingkat menengah tahap awal."
"Berbagai misi ia selesaikan dengan baik, hingga ketika dia memasuki masa dewasa dia sudah pada tingkat raja tahap akhir, berbagai kitab jurus dikuasainya hingga suatu ketika dia dapat mencuri kitab sakti yang kakek miliki."
"Kitab kakek di curi olehnya, berarti dia murid Perguruan ini kakek guru ?" Tanya, Yinfeng yang merasa jengkel.
"Iya Yinfeng dia bernama Dongmen dia adalah murid dari guru Loutan yang telah mati karena berani melawan kakek sepuh."
"Apaaaa ?? Melawan kakek sepuh." Ucap, Yinfeng yang merasa sangat kaget.
"Waaahh,, lantas kenapa kakek sepuh hanya banyak bertapa kakek ?" Tanya Yinfeng.
"Karena kakek sepuh semasa mudanya sudah sangat-sangat banyak berkelana dan banyak melakukan pertempuran hidup dan mati, oleh sebab itu sekarang kakek sepuh bertapa untuk merenungi masa-masa kelamnya dahulu." Ucap guru Liuking.
"Ohhhh.. Begitu toh Kakek guru."
__ADS_1
"Yinfeng sekarang kakek akan memberitahumu sebuah tragedi yang telah menewaskan kedua orang tuamu."
"Dulu murid dari guru Loutan yaitu Dongmen sangat menyukai ibumu, namun ibumu tidak menyukainya selalu saja ibumu mengacuhkannya sehingga suatu ketika Dongmen sangat sakit hati dan gelap mata, setelah ia mencuri kitab jurus kakek ia mempelajarinya di dunia dimensi."
"Sampai akhirnya ia berhasil menguasai jurus TAPAK API MEMBAKAR SUKMA milik kakek, dan jurus itulah yang di pergunakannya untuk membunuh ayah dan ibumu."
"Jadiii.. Dongmen itu yang telah membunuh kedua orang tuaku kakek guru. Ini tidak bisa di maafkan, nyawa harus di bayar dengan nyawa." Ujar Yinfeng.
"Jika kau ingin membalaskan dendam kedua orang tuamu kau harus lebih bersemangat dalam latihan ilmu beladiri." Ucap guru Liuking.
"Baik kakek guru, mulai hari ini aku akan semangat dalam berlatih ilmu beladiri agar aku dapat membalaskan dendam orang tuaku."
"Kakek guru..," Panggil Yinfeng sambil berlutut dan mengepalkan kedua tanganya.
"Tolong bimbing aku agar aku bisa menjadi hebat dan kuat."
"Hemmm... Baik Yinfeng, berdirilah.
__ADS_1
Kelak kau akan menjadi yang terkuat dan dapat membalaskan dendam. Dan untuk waktu dekat ini kau harus bisa mencapai tingkat menengah. Kakek akan latih dirimu dengan latihan yang berbeda."