
Laki-laki yang memiliki tubuh tinggi besar itu tidak lain adalah pemimpin dari kelompok kedua, yang bernama Cou Lang. "Hahaha.. kalian boleh masuk asalkan gadis itu mau menemani kami minum."
Mendadak Qin Xua langsung bersembunyi dibelakang Walikota Tian Long, sambil memegang erat tangan beliau. "Tidak perlu takut Qin er.. Paman ada disini. "
Walikota Tian Long mencoba menenangkan Qin Xua agar tidak terlalu takut. "Lancang.. Jangan harap kalian bisa menyentuhnya." Bentak Walikota Tian Long.
Prokk.. Prokkk...
Terdengarlah suara tepuk tangan dari balik kerumunan, seketika kerumunan para penjahat membentuk jalan dan terlihatlah seseorang dengan postur tubuh besar namun tidak begitu tinggi.
"Cou.. Kau ini tau saja mana yang kualitas bagus." Ujar seorang itu. Ternyata seseorang bertubuh besar namun tidak tinggi adalah pemimpin kelompok pertama yang bernama Lou Pou.
Ternyata Cou Lang adalah pemimpin kelompok dari Panglima Cobra sedangkan Lou Pou adalah pemimpin kelompok dari Panglima Laba-laba.
Ditugaskan untuk menguasai desa terpencil yang terletak sangat jauh baik itu dari dataran barat maupun dari dataran selatan, memang waktu keluarga Qin melewati desa kecil itu belum ada tanda-tanda pasukan kegelapan menguasai desa itu.
Yang membuat Dou Han amat terkejut mengapa dengan waktu yang cukup singkat, mereka sudah dapat menguasai desa tersebut yang memiliki nama Bau Dong.
Setahunya saat keluarga Qin disergap kawanan perampok, letaknya masih jauh dengan desa Bou Dong. "Apakah penjahat-penjahat ini masih ada sangkut pautnya dengan pembunuh tuan Qin ??" Dou Han bergumam dalam hatinya.
"Kalian tunggu apa lagi, cepat tangkap gadis itu untukku." Bentak Cou Lang pada anak buahnya.
Sepuluh anak buah Cou Lang langsung menyerang kearah Walikota Tian Long dan kawan-kawan. "Masalah ini serahkan saja padaku." Ujar Dou Han yang langsung menyambut kehadiran sepuluh anak buah Cou Lang.
Terlihat Dou Han sangat lihai sekali memainkan pedangnya, hingga tak terasa beberapa ayunan mampu melukai dua anak buah Cou Lang.
"Jangan lihat saja, cepat serang mereka." Cou Lang memerintahkan anak buah dari Lou Pou. Namun tak ada satupun anak buah dari Lou Pou yang maju menuruti perintah Cou Lang. "Hey Pou Lou.. Kenapa kau malah diam saja. Cepat perintahkan anak buahmu untuk menyerang."
"Hahaha.. Kenapa aku harus ikut campur, aku ingin melihat bagaimana kemampuan anak buahmu terlebih dahulu." Ujar Lou Pou.
__ADS_1
"Kurang ajar.. Apa kau ingin melihat kami tewas lebih dahulu." Teriak Cou Lang.
"Tenang.. Akan aku kremasikan jasadmu dengan baik nanti." Ujar Lou Pou.
Bukannya membantu anak buahnya justru Cou Lang malah memanas dengan sikap Lou Pou, yang tidak peduli dengan Cao Lang dan anak buahnya.
Hingga kemudian hampir terjadi perselisihan antar keduanya, namun akhirnya Lou Pou mau membantunya dikarenakan tugas untuk menguasai desa Bou Dong termasuk tanggung jawabnya juga.
"Kalian semua cepat bantu mereka ?" Perintah Lou Pou pada anak buahnya.
Melihat Dou Han mengalami lawan yang tidak seimbang, Walikota Tian Long mencoba untuk membantu. "Qin er.. Sebaiknya kamu tetap disini, jangan sampai pergi kemana-mana. Paham?? Ujar Walikota Tian Long.
Qin Xua tak bersuara hanya anggukkan kepala sebagai isarat menuruti perintah pamannya itu.
"Feng er.. Lebih baik kamu jaga saja Qin Xua, masalah mereka biar kakek yang hadapi." Ujar guru Liu King.
"Hah.. Si tua itu ingin melawan kita berdua." Ujar Cou Lang.
"Kau saja yang hadapi si tua itu, masalah gadis disana.." Lou Pou menunjuk kearah Qin Xua. "Biar aku saja yang menanganinya." Dengan cepat setelah berkata demikian Lou Pou melesat maju kearah Qin Xua.
"Mau pergi kemana kau? Lawanmu ada disini." Guru Liu King mengacungkan pedangnya kearah Lou Pou.
"Hahaha.. Kalau begitu biar aku saja yang menangani gadis itu." Giliran Cou Lang yang mulai maju kearah Qin Xua. Namun guru Liu King masih dapat menghadang Cou Lang, walaupun pedangnya menahan Lou Pou.
"Sepertinya kita harus mengalahkan si tua ini terlebih dahulu." Ujar Cou Lang.
Antara Cou Lang dan Lou Pou kali ini mau tidak mau harus bekerja sama melawan guru Liu King. "Jika memang begitu apa boleh buat." Ujar Lou Pou.
Keduanya pun mulai menyerang guru Liu King secara bersamaan menggunakan pedang masing-masing. Disisi lain antara Dou Han dan Walikota Tian Long masih menghadapi anak buah dari keduanya.
__ADS_1
Nampak tidak kesulitan bagi keduanya menghadapi anak buah Cou Lang maupun Lou Pou, baru beberapa menit saja sudah ada tujuh orang yang tergeletak di tanah, bahkan dua diantaranya sudah tak berkepala.
Hingga sampai pada akhirnya anak buah dari Cou Lang dan Lou Pou tewas satu demi satu oleh Dou Han dan Walikota Tian Long. "Nampaknya kakek Liu King membutuhkan bantuan, Dou Han cepat kau bantu kakek Liu" Ujar Walikota Tian Long.
Guru Liu King sebenarnya tidak terlihat kesusahan untuk menghadapi Cou Lang dan Lou Pou, hanya saja beliau masih mengukur kekuatan dari lawan.
"Hey orang tua.. Lebih baik menyingkirlah dari hadapin kami, sebelum kami berdua akan menghabisimu." Bentak Cou Lang.
Nampaknya guru Liu King sudah mengetahui akan kekuatan dari keduanya, sehingga beliau langsung mengeluarkan pedang pusaka yang didapatkannya dari tempat rahasia milik ketua Wung Han.
Namun saat guru Liu King sudah mengeluarkan pedang pusakanya, tiba-tiba beribu-ribu ular muncul entah darimana asalnya.
Semua amat terkejut dengan beribu ular yang tiba-tiba muncul, namun bagi Cou Lang dan Lou Pou mereka berdua sudah mengetahui siapa pengendali ular-ular itu.
Yin Feng mampu merasakan akan kekuatan orang yang dapat mengendalikan ribuan ular tersebut, setidaknya jelas kekuatannya hampir sama dengannya.
Hanya saja berjarak satu tingkat lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkatan Yin Feng. "Aku merasakan sesuatu bahaya, dari kemunculan ular-ular tersebut." Gumam Yin Feng.
Secara cepat ular-ular itu langsung menyerang guru Liu King dan yang lainnya. "Nak tolong lindungi Qin er.. " Teriak Walikota Tian Long pada Yin Feng.
Awalnya Yin Feng sedikit canggung namun saat beberapa ekor ular sudah mulai mendekati Qin Xua, secara cepat ia mengeluarkan api dari tangannya untuk membunuh ular-ular itu.
Naluri seorang wanita saat melihat ular langsung menjerit histeris, dan reflek tanpa disengaja Qin Xua memeluk Yin Feng karena merasa takut pada ular yang hendak mendekatinya. "Tenang Qin... Xu.. Er.."
Yin Feng merasa amat terkejut namun dia berusaha untuk tetap tenang, sebab ular-ular sudah mulai mendekati mereka lagi. "Sebaiknya kau tetap berada dibelakangku." Ucap Yin Feng.
Begitupun dengan Qin Xua seakan rasa malunya sudah hilang, saat rasa takut mulai memenuhi ruang hatinya. Dengan posisi dibelakang Qin Xua terus memegangi baju Yin Feng dengan sangat eratnya. "Aku takut kak."
..........
__ADS_1