Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Semi Final 1


__ADS_3

Setelah pertarungan terakhir antara Felixian melawan WouXun yang dimenangkan oleh Felixian, dengan bola api miliknya membuat WouXun mengalami luka bakar cukup serius.


Barulah pertarungan masuk dalam babak semi final, dan daftar nama peserta yang masuk kedalam babak semi final yaitu :


Lioyen dari perguruan Singa Emas.


Raulan dari perguruan Elang Putih.


Yinfeng dari perguruan Macan Putih.


Felixian dari perguruan Macan Kumbang.


Setelah panitia memberikan waktu jeda untuk beristirahat kepada peserta sekitar satu jam, barulah pertarungan babak semi final dimulai.


Dengan tersisa 4 peserta dari perguruan berbeda dan dengan kekuatan masing-masing yang sangat luar biasa, 4 peserta semi final ini nantinya yang akan menentukan siapakah yang akan maju ke babak final dan memenangkan Turnamen Bergengsi ini.


Dengan hadiah yang begitu besar dan begitu sangat diinginkan oleh semua peserta Turnamen ini, yang nantinya akan mewakili Daratan Barat ini dalam Turnamen Bergelar yang di adakan setiap 10 tahun sekali.


Dengan masih menyisahkan waktu sekitar tiga tahun lagi, dan acara Turnamen Bergengsi tersebut akan diselenggarakan di Dataran Timur. Yang mana Dataran Timur adalah Dataran yang sangat disegani ke tiga setelah Dataran Utara dan Selatan.


Karena pada ketiga Dataran tersebut Dataran Utara, Selatan dan Timur sangat berbeda dengan Dataran Barat, yang notabennya Dataran Barat ini tingkat kekuatan hanya sampai pada tingkat Langit saja.


Padahal di tiga Dataran itu tingkat kekuatan Langit hanyalah sebagai jembatan pada seorang Kultivator untuk menuju ke tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu Jiwa Suci.


Setelah seseorang dapat memasuki Jiwa Suci barulah orang itu akan mampu untuk membuka titik kekuatan di dalam tubuhnya, yang berjumlah 100 titik kekuatan dan tersebar di setiap titik-titik saraf.


Dan tingkat Jiwa Suci ini untuk tiga Dataran tersebut, hanya mampu memiliki 2 sampai 3 orang pendekar yang telah berhasil melewati tingkat Jiwa Suci, sedangkan di Dataran Barat hanya Sesepuh Qiuhan sajalah yang berhasil mencapainya.


Walupun saat mencapainya harus mengorbankan raganya, sehingga kini dirinya hanyalah arwah yang tidak memiliki raga. Oleh sebab itu Sesepuh Qiuhan meminta tolong kepada Yinfeng untuk mencarikan sebuah kitab di dataran Barat ini.


Tidak ada yang mengetahui letak persis Kitab itu kecuali Sesepuh Qiuhan saja, karena peta keberadaan Kitab tersebut hanya dimiliki oleh Sesepuh Qiuhan.


Sedangkan setelah seseorang memasuki Jiwa Suci dan telah membuka setengah titik kekuatan pada tubuhnya, barulah seseorang itu dapat membuat alam jiwa di dalam tubuhnya.


Jika seseorang itu dapat membuka 100 titik pada tubuhnya yang tersebar di setiap titik-titik syaraf, maka seseorang itu akan menaiki alam selanjutnya yaitu alam Keabadian.

__ADS_1


Belum ada di seluruh dataran baik itu dataran Utara, Selatan, Timur maupun dataran Barat yang dapat memasuki alam keabadian.


Namun kabarnya ada satu orang yang sudah membuka 100 titik tersebut dan memasuki alam Keabadian, tapi belum tau persis siapa orang itu darimana asalnya dan belum ada orang lain yang mengetahui keberadaannya.


***


Waktu untuk istirahat telah habis, para panitia Turnamen mulai mengumumkan agar para peserta di babak semi final ini dapat menduduki tempat yang telah di sediakan.


Ternyata di babak semi final ini para peserta di berikan tempat duduk kusus, yang tidak terlalu jauh dari arena Turnamen.


Panitia pun mengumumkan akan peraturan pada babak semi final ini, yang kurang lebih adalah para peserta bebas menggunakan senjatanya masing-masing, dan bebas melakukan apapun selama masih di atas arena.


Setelah panitia mengumumkan pertaruran pada babak semi final, barulah wasit Mubai mulai menaiki arena dan hendak mengumumkan pertarungan pertama di babak semi final ini, siapakah yang akan maju terlebih dahulu.


"Baik sekarang kita sudah memasuki babak semi final, langsung saja untuk pertarungan pertama di babak ini yaitu Roulan dari perguruan Elang Putih melawan Lioyen dari perguruan Singa Emas."


Keduanya sama-sama menaiki arena dan tidak lupa memberikan hormat kepada Wali Kota Tianjien dan juga perwakilan dari kerajaan XienZue, setelah keduanya selesai memberikan hormat barulah wasit Mubai memberikan aba-aba bahwa pertarungan siap untuk di mulai.


Doooooooong...


Walaupun kemungkinan hanya 30% untuk tingkat kemenangannya.


"Kenapa kau tidak menyerah saja, agar aku tidak perlu repot-repot mengeluarkan jurusku." Ujar Lioyen.


"Aku tidak akan menyerah begitu saja karena aku pasti dapat mengalahkanmu." Ucap Roulan.


"Hemm.. Benarkah ?? Jika memang demikian ayo kita buktikan." Ujar Lioyen.


Dengan segera Lioyen maju menyerang mengarahkan sebuah pukulan kearah Roulan, dengan posisi siap Roulan pun membalas pukulan Lioyen dengan pukulan juga.


Bertemunya kedua pukulan membuat masing-masing terpukul mundur.


"Hemm.. Boleh juga dirimu." Ucap Lioyen.


Namun Roulan tidak menanggapi omongan Lioyen dan secara cepat dirinya gantian maju menyerang mengarahkan sebuah pukulan keras, namun dapat Lioyen tahan dengan tangan kanannya.

__ADS_1


Saat tangan kanan Lioyen tengah menahan tangan kiri Roulan, Roulan kembali mengarahkan pukulan dengan tangan kanannya, namun lagi-lagi Lioyen tahan dengan tangan kirinya.


"Hemm.. Apakah hanya segini saja kemampuanmu." Ucap Lioyen.


Roulan pun kembali menyerang Lioyen dengan kakinya, namun saat kaki Roulan belum sempat di lesatakan ternyata Lioyen telah duluan meremas kedua tangan Roulan.


Hingga Roulan menahan rasa sakit dari remasan tangan Lioyen, hingga terasa tulang tangan Roulan serasa mau patah. Tapi akhirnya dengan bersusah payah Roulan dapat melepaskan tangannya dari remasan tangan Lioyen.


Roulan seketika mengeluarkan senjatanya yang berbentuk pedang namun terlihat pada ujung pedang lebih terlihat melengkung, dan kembali maju menyerang Lioyen dengan pedangnya itu.


Saat pedang Roulan hendak mengenai Lioyen ternyata Lioyen sudah siap dengan jurus andalannya, sebuah tebasan mengenai tubuh Lioyen namun saat Roulan menyadari bahwa yang dirinya tebas bukanlah Lioyen sesungguhnya, melainkan boneka kayu yang telah dipersiapkan Lioyen.


Dari arah belakang Lioyen sudah siap dengan jurus peremuk tulangnya, namun karena Roulan telah mengetahui keberadaan Lioyen. Akhirnya jurus peremuk tulang milik Lioyen tak dapat mengenai tubuh Roulan.


Sebab Roulan dengan cepatnya menghindar dari target Lioyen, ternyata Lioyen juga telah mengamati gerak-gerik Roulan sehingga saat Roulan menghindari hantaman jurus peremuk tulang milik Lioyen. Dirinya dengan cepat mengganti arah hantaman jurusnya, yang kemudian dapat mendarat pada tubuh Roulan.


Roulan pun terpental jauh hampir keluar dari arena dengan tulang yang hampir patah, jika saja Roulan tidak melapisi perutnya dengan tenaga dalam yang banyak, maka bisa jadi dirinya tidak akan bisa melanjutkan pertarungan kembali.


"Baru kali ini ada seseorang yang selamat dari jurusku, namun apakah akan turus-terusan dapat menahan jurusku ini."


Setelah berkata demikian Lioyen kembali maju melesatkan pukulan jurus perumuk tukangnya ke arah Roulan, mendadak Roulan menahan jurua peremuk tulang milim Lioyen dengan pedangnya.


Kraaak... Triiing..


Sebuah suara terdengar bersamaan dengan patahnya pedang Roulan kemudian jatuh ke lantai arena, namun Roulan dapat selamat dari jurus peremuk tulang milik Lioyen untuk kedua kalinya.


Namun belum sempat Roulan menarik nafas lega ternyata Lioyen sudah hilang dari pandangan Roulan, dan secara tiba-tiba sudah berada di depan Roulan dengan pukulan keras mendarat di dada Roulan.


Duaaaarrr...


Sebuah ledakan keras saat jurus peremuk tulang Lioyen mengenai dada Roulan, hingga mengakibatkan Roulan terpental keluar arena dan seketika hilang kesadarannya dengan sebuah bekas pukulan pada dada Roulan.


Setelah wasit Mubai mengeceknya ternyata Roulan masih hidup, dan masih bisa diselamatkan namun pada akhirnya dia akan mengalamai kelumpuhan dan tidam dapat berlatih bela diri kembali.


Dengan segera tim medis membawa Roulan ke ruang perawatan, dan wasit Mubai mengumumkan bahwa Lioyen adalah pemenangnya.

__ADS_1


.......


__ADS_2