Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Tungku Naga Kembar


__ADS_3

Setelah syarat yang kakek Xio Fang berikan dapat Yin Feng penuhi, barulah keduanya beranjak pulang ke kediaman kakek Xio Fang. Untuk menggabungkan bahan-bahan yang telah kakek Xio Fang kumpulkan, ditambah bunga Mawar Hitam sebagai inti dari semua bahan.


Ternyata bunga Mawar Hitam adalah tanaman yang banyak mengandung antibiotik, dan juga bisa digunakan sebagai penawar racun.


Kakek Xio Fang mengajak Yin Feng ke dapur pribadinya, yang mana dapur itu adalah tempat kakek Xio Fang menciptakan berbagai pil serta ramuan-ramuan luar biasa.


Pertama kali yang Yin Feng lihat saat memasuki dapur pribadi kakek Xio Fang yaitu, sebuah tungku berukuran sangat besar yang terdapat ditengah-tengah dapur.


Yin Feng kemudian beralih memandangi berbagai botol yang sudah tersusun rapih, memang tidak banyak botol yang terpajang namun ternyata itu adalah sebuah pil berkasiat tinggi.


"Nah anak muda, tungku ini adalah tungku Naga Kembar, kenapa bisa dinamakan seperti itu?"


Kakek Xio Fang kemudian menceritakan awal mula terbuatnya tungku itu serta bagaimana beliau bisa mendapatkannya.


Yang ternyata tungku Naga Kembar adalah sebuah tungku yang diciptakan oleh guru kakek Xio Fang, yang bernama Qio Jien.


Saat itu guru kakek Xio Fang bernama Qio Jien sedang melakukan pertapaan di gunung Naga Kembar, selama bertahun-tahun guru Qio Jien tak pernah terbangun dari pertapaannya.


Hingga suatu ketika gunung Naga Kembar mengalami guncangan yang sangat kuat, namun tak membuat guru Qio Jien menghentikan pertapaannya.


Sampai saat kemunculan dua Naga yang dapat berbicara, barulah guru Qio Jien menghentikan pertapaan dan membuka matanya. "Apa yang kau inginkan dariku manusia?" Salah satu naga bertanya pada guru Qio Jien.


"Tak banyak yang ku inginkan darimu wahai Naga Kembar, aku hanya menginginkan mutiara jiwa kalian untuk menyempurnakan tungku ini." Guru Qio Jien mengeluarkan sebuah tungku berukuran besar berwarna perak dari ruang hampa.


"Apakah kau kira aku akan memenuhi permintaanmu itu?"


"Jelas aku sudah memperhitungkan itu, tak mungkin bagi kalian bersedia mengabulkan permintaanku ini."


"Hahaha.. Lantas mengapa kau sia-siakan hidupmu untuk sesuatu yang tak mungkin." Naga lainnya mulai angkat bicara.


"Tak ada yang tak mungkin bagiku, jika aku sudah menginginkannya maka aku harus bisa mendapatkannya."

__ADS_1


"Hahaha.. Kau terlalu percaya diri manusia, apa kau yakin dapat mengalahkan kami."


"Tak ada salahnya aku mencobanya terlebih dahulu." Ujar guru Qio Jien.


"Hemm.. Baiklah jika itu sudah menjadi keinginanmu."


Naga Kembar dahulu hanya sebuah mitos belaka, tak ada satu pun yang pernah menyaksukannya. Hanya saja isu yang beredar barang siapa yang mampu bertahan melakukan pertapaan selama puluhan tahun.


Maka Naga Kembar akan menampakkan dirinya, dan yang paling diincar oleh kalangan ahli peracik adalah mutiara jiwa sang naga.


Seperti namanya Mutiara Jiwa tak akan mampu dengan mudah didapatkan oleh seorang peracik, mereka harus mampu mengalahkan Naga Kembar terlebih dahulu.


Barulah orang itu dapat mengambil mutiara jiwa sang naga, namun resiko yang didapat jika tak mampu menagalahkan naga kembar, Nyawa sebagai taruhannya.


Wussshhhhh...


Tanpa basa-basi sang naga menyemburkan api dari mulutnya, dengan cepat guru Qio Jien menghindari semburan api itu.


Namun tak disangka naga lainnya juga menyemburkan api kearah guru Qio Jien. "Apakah aku bisa mengalahkan mereka berdua." Dalam hati guru Qio Jien sedikit bimbang walaupun diawal iya begitu percaya diri.


Dalam beberapa menit saja sudah banyak pepohonan yang terbakar karena semburan api Naga Kembar, saat tak terduga sebuah bola cahaya putih muncul entah darimana asalnya mengarah kearah guru Qio Jien.


Tak sempat mengelak dengan bebas bola cahaya putih itu mengenai dada guru Qio Jien, awalnya guru Qio Jien merasa khawatir bahwa bola cahaya putih itu adalah serangan dari Naga Kembar.


Namun saat bola cahaya putih mulai masuk ketubuhnya, justru ia merasakan sebuah kekuatan besar mengalir ditubuhnya. "Apa ini??" Guru Qio Jien sedikit bingung, namun saat ini bukan saat yang tepat untuknya memikirkan akan hal itu.


Dalam sekejap tenaga serta kekuatannya melonjok drastis hingga ketahap yang lebih tinggi, hingga pertarungan dengan Naga Kembar nampak ringan baginya.


Tak terasa pada akhirnya Naga Kembar mulai terluka akibat serangan demi serangan yang guru Qio Jien berikan, hingga membuat kedua naga itu kebingungan.


Padahal awal keduanya bertarung dengan guru Qio Jien mereka sangat mengerti sekali bagaimana kekuatan dari guru Qio Jien, namun saat bola cahaya putih memasuki tubuh guru Qio Jien.

__ADS_1


Seketika semuanya berubah drastis kedua naga selalu terpojok akan berbagai serangan yang dilesatkan maupun diberikan oleh guru Qio Jien.


Sampai pada akhirnya sang Naga Kembar mengakui kekalahannya, dan kedua naga itu segera berubah menjadi dua Mutiara Jiwa yang kemudian tertanam pada sebuah tungku perak. Yang kini disebut sebagai Tungku Naga Kembar.


Namun ternyata tak ada yang gratis dari sebuah kekuatan besar, bola cahaya putih keluar sesaat setelah Naga Kembar berubah menjadi dua Mutiara Jiwa dan menyatu kedalam tungku perak.


Guru Qio Jien mendadak langsung lemas sampai terduduk ditanah, setelah bola cahaya putih keluar dari dalam tubuhnya. Dan terlihatlah sesosok tubuh manusia namun dengan kepala tang mirip kepala naga. "Jangan takut manusia! "


"Siapa kamu? Dan kenapa kau mau membantuku?" Ujar guru Qio Jien.


"Aku adalah Dewa Naga Langit, aku memang sengaja ingin membantumu." Ujar Dewa Naga Langit.


"Terimakasih Dewa Naga Langit, berkat kau aku bisa menyempurnakan tungku ini." Ujar guru Qio Jien.


"Hehe.. Itu tidak masalah, aku hanya meminta satu syarat padamu?"


"Apakah itu syaratnya Dewa Naga Langit? "


"Syaratnya kau harus mau ikut denganku ke istana Langit dan menjadi abdi setiaku."


"Apaa?? Bagaimana bisa seperti itu?" Guru Qio Jien nampak bingung dan sulit untuk menjawab.


"Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu justru aku akan menjadikanmu sebagai ahli peracik di Istana Langit." Ujar Dewa Naga Langit.


"Ahli peracik Istana Langit!!" Dalam hati guru Qio Jien baru kali ini ada Dewa yang secara langsung membantunya, bahkan mengajaknya untuk tinggal di istana langit.


Dengan tangan memegangi janggut guru Qio Jien terus memikirkan apa yang ditawarkan oleh Dewa Naga Langit. "Cepat simpulkan.. Karena tidak banyak waktu yang tersisa untukku."


Dengan setengah bingung akhirnya guru Qio Jien menyetujuinya, kemudian guru Qio Jien hendak memasukkan tungku Naga Kembar kedalam ruang hampa miliknya.


Akan tetapi Dewa Naga Langit tidak menyetujui jika guru Qio Jien membawa tungku Naga Kembar ke Istana Langit. "Tinggalkan saja tungku itu.. Di Istana Langit ada yang lebih bagus dan lebih hebat bila dibandingkan dengan tungku itu."

__ADS_1


Guru Qio Jien kemudian baru teringat akan muridnya yang selama ini ia tinggalkan yaitu Fang Xie (Xio Fang), guru Qio Jien kemudian meminta izin kepada Dewa Naga Langit untuk mengantarkan tungku Naga Kembar ke muridnya sebagai hadiah perpisahan.


......


__ADS_2