
Setelah semuanya hadir, tiba-tiba datang seseorang yang terlihat Tua berbaju putih berambut putih dan berjenggot putih sedikit panjang turun dari langit di atas arena pertarungan.
Semua mata memandang ke arahnya, banyak guru yang telah mengetahui sosok tersebut, namun bagi para murid hanya bertanya-tanya dalam hatinya.
"Ketua."
Teriak, para guru serempak sambil memberikan hormat dengan menundukan kepala.
"Kali ini Aku ingin menyaksikan sendiri siapakah murid berbakat yang akan mewakili Perguruan ini." Ucap, Ketua Perguruan yang tidak lain adalah Wunghan.
"Ketua..., Apakah itu Kakek Sepuh..," Gumam Yinfeng.
"Ternyata Kakek Sepuh memang sangat hebat dengan secara tiba-tiba datang kesini tanpa ada yang tahu." Gumam, Yinfeng sambil menggelengkan kepala.
"Sialahkan duduk disini Ketua." Ucap, guru Liuking sambil mempersilahkan Ketua Perguruan duduk di tempat yang memang khusus untuk hanya Ketua yang boleh mendudukinya.
Setelah Ketua Perguruan duduk di tempat khusus, sang wasit tidak lain adalah murid berbakat Perguruan yang sekarang menjadi guru yang bernama Xinhai naik ke atas arena untuk memulai Turnamen Kedewasaan.
"Baik semuanya, Turnamen kali ini sangat-sangat mendebarkan hingga Ketua Perguruan sampai rela meninggalkan pertapaannya hanya untuk menyaksikan Turnamen ini."
"Untuk kalian para murid yang telah mendapatkan nomer peserta silahkan dilihat nomer peserta kalian, karena Kita akan memanggil sesuai nomer peserta masing-masing yang telah di kumpulkan dalam wadah ini."
"Baik langsung saja kita panggil peserta pertama dengan nomer urur 15 melawan nomer urur 10."
__ADS_1
Peserta nomer urut 15 menaiki Arena di susul dengan peserta nomer urut 10.
Peserta nomer urut 15 mulai memperkenalkan dirinya.
"Saya Yun-He Murid dari guru Gou-Lang memberi hormat pada Ketua Perguruan." Sambil membungkukkan badan.
"Saya Zou-Ming Murid dari guru Xieng-Li
memberi hormat pada Ketua Perguruan."
Sambil membungkukkan badan.
Setelah saling memperkenalkan dirinya masing-masing mereka pun segera mengambil posisi siap untuk bertarung.
Dooooong.....
Yunhe yang sudah siap untuk menyerang segera melesat maju untuk mendaratkan pukulan, namun Zouming sudah memperiapkannya dengan menahan serangan Yunhe.
"Hehehe, Kau fikir hanya dengan serangan seperti ini mampu melukaiku." Ucap, Zouming yang memegang tangan Yunhe.
Dengan cepat Yunhe melepaskan tangannya dari genggaman Zouming, namun belum sempat Yunhe bisa melepaskan tangannya Zouming mendaratkan pukulan keras ke dada Yunhe, hingga membuatnya terpental.
Uhuk.., Uhuk..,
Suara batuk Yunhe setelah menerima pukulan keras dari Zouming membuatnya muntah darah.
__ADS_1
Namun ternyata Yunhe sengaja membuat dirinya terkena pukulan dari Zouming, karena ingin mengukur kekuatan lawan.
Yunhe baru mulai serius dengan meningkatkan kekuatannya.
Yeeeeaaahhhhhh....,
Teriakan Yunhe yang disertai dengan berubahnya postur tubuh menjadi sedikit berotot.
"Sekarang majulah." Teriak Yunhe.
Zouming terlihat santai menhadapi Yunhe, dengan segera dia maju menerima tantangan Yunhe.
Serangan Zouming berhasil di hindari oleh Yunhe dengan gerakan cepat, Zouming yang menyaksikan kecepatan Yunhe bertambah seketika ia berhenti menyerang.
Namun Yunhe tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dengan berhentinya Zouming menyerang, dilesatkan sebuah pukulan keras mengarah ke kepala Zouming.
Ternyata Zouming yang menghentikan serangan bukan karena menyerah, namun karena dirinya sedang memfokuskan fikiran dan mengalirkan tenaga dalamnya ke tangan.
Saat Yunhe mengarahkan srangannya ke arah kepala Zouming, seketika Zouming bergerak cepat sampai tidak disadari oleh Yunhe yang mengakibatkan pukulan keras mengarah ke perut Yunhe membuatnya langsung tergeletak di lantai Arena.
Seketika sang Wasit Xinhai menghentika pertarungan, dan memeriksa Yunhe yang tergeletak di lantai. Ketika Wasit Xinhe memeriksa ternyata serangan Zouming membuat luka di perut Yunhai yang membuatnya pingsan.
Dan segera menyuruh Tim Medis untuk membawa Yunhe ke ruang perawatan untuk segera mendapatkan perawatan.
Pertarungan pertama Turnamen Kedewasaan di menangkan oleh Zouming, untuk pertarungan selanjutnya kita panggilkan dengan nomer peserta 11 melawan nomer peserta 7.
__ADS_1
Ternyata dengan nomer peserta 7 adalah gadis yang berada dekat dengan Yinfeng yaitu Lourin, dengan segera Lourin menaiki Arena seketika semua mata memandang ke arahnya, yang sudah tidak sabar ingin menyaksikan pertarungan gadis cantik dambaan murid laki-laki di Perguruan Macan Putih.
....