Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Final Yin Feng Vs Ying Yin


__ADS_3

Setelah melalui proses yang panjang akhirnya turnamen bergelar telah mencapai babak terakhir, siapakah diantara kedua peserta yang nantinya akan membanggakan daerahnya masing-masing.


Ternamen bergelar babak final akan segera dimulai dengan peserta paling banyak mendapatkan pujian, serta paling tinggi nilai poinnya.


Dan yang telah mengalahkan anak dari raja Tang San, yang terkenal akan kehebatannya dia berasal dari dataran barat siapa lagi kalau bukan Yin Feng.


Yang akan menjadi lawannya dialah peserta wanita satu-satunya paling cantik, paling manis dan paling memukau akan jurus ilusinya. Berasal dari dataran utara siapa lagi kalau bukan Ying Yin.


Kedua peserta sama-sama menaiki arena turnamen, terlihat Ying Yin sangat bingung dan tak menyangka bila akan berhadapan dengan seseorang yang telah berkali-kali menyelamatkannya.


Seseorang yang telah membuat hatinya berdebar-debar, seorang yang apa bila di dekatnya Ying Yin merasa nyaman.


Dan juga pada putaran final ini sengaja wasitnya diganti, karena akibat kejadian sebelumnya dan juga wasit kali ini adalah wasit yang sudah berpengalaman yang bernama Fan We.


Namun sebelum Ying Yin menaiki arena gurunya berpesan bahwa, tetaplah berusaha semaksimal mungkin karena kau harapan dari dataran utara.


Terlihat sangat dilema dalam hati Ying Yin, walaupun dia belum lama mengenal Yin Feng akan tetapi bila saja saat itu Yin Feng tak menolongnya, mungkin dirinya tak akan sampai pada babak final ini.


Ying Yin ingin sekali membalas budi atas kebaikan dan pertolongan Yin Feng, namun satu sisi dia mengemban harapan dari dataran utara.


Yin Feng mengerti apa yang di gelisahkan Ying Yin dalam hatinya, sebelum memulai pertarungan Yin Feng berkata lantang pada Ying Yin. "Ying Yin anggap saja kau sedang berlatih bersamaku, jadi keluarkanlah seluruh kemampuanmu."


Seketika Ying Yin terkejut mendengar Yin Feng berkata demikian. "Apa aku mampu untuk melawanmu?" Ujar, Ying Yin yang tak memiliki semangat untuk menatap kearah Yin Feng.


Perlahan Yin Feng berjalan mendekati Ying Yin lalu memegang kedua bahunya menggunakan kedua tangannya, seraya berkata. "Ying Yin bila kau ingin membalas kebaikanku, cukup kau bertarung dengan seluruh kemampuan yang kau miliki, agar aku dapat belajar darimu."


Dari situ akhirnya semangat bertarung Ying Yin tumbuh kembali, dan dia pun berani menatap kearah Yin Feng kembali. "Baiklah bila itu dapat membuatmu senang akan aku ikuti kemauanmu."


Yin Feng kembali ke posisi dan Ying Yin juga mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya, tanda bila dirinya siap untuk melawan Yin Feng.


Setelah keduanya sudah siap barulah sang wasit Fan We memberikan aba-aba akan dimulainya pertarungan.


Ying Yin yang terlihat semangat kali ini dengan maju menyerang terlebih dahulu menggunakan pedangnya.


Traaang... Traaaang..


Serangan Ying Yin langsung diterima oleh Yin Feng menggunakan sebuah pedang dari elemen es, karena pedang Harimau Perak tak lagi bisa Yin Feng gunakan untuk saat ini.


Walaupun hanya menggunakan elemen es namun daya kekuatan tak jauh berbeda dengan pedang dari besi atau baja pada umumnya, sehingga saat pedang es Yin Feng beradu dengan pedang Ying Yin terdengar suara layaknya dua senjata besi yang bertemu.

__ADS_1


Keduanya pun saling mengeluarkan tekhnik berpedang yang telah masing-masing kuasai, beradu satu sama lain mencoba memperlihatkan tekhnik siapakah yang paling hebat.


Hingga beberapa kali terjadi percikan-percikan es keluar dari pedang es milik Yin Feng, karena beradu dengan pedang Ying Yin yang telah banyak dialiri tenaga dalam.


"Apakah kau sangat menikmati ini?" Tanya, Ying Yin saat dalam keadaan masih beradu ilmu pedang dengan Yin Feng. "Tak ku sangka bertanding denganmu membuatku sangat terkesan." Ujar Yin Feng.


Hingga pada akhirnya masing-masing mulai menstabilkan pernafasan dan tenaga dalam. "Kau adalah wanita yang hebat, jangan sampe mengecewakan aku." Ucap, Yin Feng sedikit keras.


Ying Yin kemudian mengeluarkan jurusnya. "Jurus Daun Ilusi." Nampak Yin Feng sangat menikmati daun ilusi yang Ying Yin tunjukan. "Jurus inilah yang pertama kali dia keluarkan saat membantuku." Gumam Yin Feng.


Tak banyak yang terlihat saat seseorang terkena jurus ilusi, hanya sesosok orang yang mengendalikan ilusi tersebut. Namun tidak sampai disiti saja Ying Yin kembali mengeluarkan jurus selanjutnya. "Jurus Bunga Ilusi."


Terlihat lima sosok Ying Yin dengan mengenakan pakaian serba terbuka dan sangat seksi, semuanya mendekati Yin Feng dan mulai melancarkan rayuannya.


Yin Feng seolah terbawa suasana akan rayuan para Ying Yin yang seksi, namun walaupun demikian dalam jiwa Yin Feng masih memiliki kesadaran utuh.


Hanya saja dirinya mencoba menelusuri sampai mana perkembangan Ying Yin akan jurus ilusinya tersebut, dan dirinya mencoba untuk terus memahami tekhnik-tekhniknya.


Ying Yin merasa bahwa Yin Feng telah masuk perangkapnya, sehingga kemudian Ying Yin mencoba menghilangkan kesadaran Yin Feng.


Akan tetapi apa yang terjadi justru membuat ilusi Ying Yin malah hancur. "Apa yang terjadi!! Mengapa ilusiku dapat dengan mudah hancur, padahal Yin Feng sudah terpengaruh akan ilusiku."


Hingga secara reflek Ying Yin mengayunkan pedangnya kesisi dimana Yin Feng berada.


Crezzz...


"Ugh.. Tak ku sangka reflekmu masih sangat tajam, untung saja aku cepat menghindarinya." Ujar, Yin Feng sambil meraba luka goresan yang melukai mukanya.


"Maafkan aku Yin Feng, aku tak sengaja mengayunkannya." Ujar, Ying Yin yang merasa ketakutan jika Yin Feng sampai marah padanya


"Tenang saja Ying Yin, ini tidak jadi masalah buatku. Justru ini adalah kesan pertamaku padamu." Ucap, Yin Feng mencoba tetap tidak membuat Ying Yin patah semangat.


Hati Ying Yin makin tak karuan antara bahagia dan ketakutan menjadi satu, namun dirinya tetap masih dapat melanjutkan pertarungan. "Walaupun mungkin ini tak berarti apapun padanya, namun akan aku buktikan bahwa aku juga mampu mengendalikannya."


Ying Ying mencoba membuat bola-bola es kecil di kedua tangannya, kemudian melemparkan bola-bola es itu kearah Yin Feng secara cepat.


Duaaarr.. Duaaarr.. Duaaarr..


Bunyi ledakan saat bola-bola es itu menghantam tubuh Yin Feng, namun justru Yin Feng sangat menikmatinya dengan merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Seolah mengatakan pada Ying Yin agar terus melemparkan bola-bola es itu ketibuhnya, melihat bola-bola es kecil tak mempan terhadap Yin Feng.


Kini giliran Ying Yin membuat bola es dengan ukuran beaar, dilemparkannya kepada Yin Feng sampai membuat tubuh Yin Feng sedikit terseret kebelakang.


Tak ada reaksi apa-apa saat bola es besar itu menyeret tubuh Yin Feng. "Mengapa tidak meledak! Ada apa sebenarnya." Ying Yin makin bingung.


Suasan pertarungan sedikit menegang akibat bola es besar menghantam tubuh Yin Feng dan membuatnya terseret, namun yang lebih mengejutkan lagi akan keberadaan Yin Feng yang tak terlihat berada disana.


"Kemana Yin Feng.." Ucap para penonton yang kebingungan. "Kemana anak itu.. " Ucap, para raja dan anaknya saat keberadaan Yin Feng tak diketahui.


Tiba-tiba bola es besar menggelinding kembali kepada Ying Yin, dengan laju yang sangat kencang. Tanpa pikir panjang dengan sebisanya Ying Yin hendak menghancurkan bola es besar itu.


Tapi saat pedang Ying Yin menyentuh bola es besar tak ada efek yang ditimbuljan, justru pedang Ying Yin malah terpental bersama dengan tubuhnya. Aaaakh...


Bola es besar kemudian berubah menjadi sesosok binatang seperti beruang kutub, menyerang kearah Ying Yin secara bertubi-tubi.


Hingga membuat Ying Yin sangat kualahan menghadapinya, saat Ying Yin terpojok dengan nafas yang sudah tidak beraturan justru sosok beruang kutub tiba-tiba meleleh.


Dan cairan esnya merendam sebagian kaki Ying Yin, hingga secara cepat cairan es itu berubah kembali menjadi es padat yang membekukan kaki Ying Yin.


Dari situ Yin Feng akhirnya terlihat kembali tepat dihadapan Ying Yin, dan mulai memandang kearahnya. "Cukup bagus kau menggunakan elemen es, tapi masih perlu kau tingkatkan lagi."


Justru saat itu tiba-tiba Ying Yin bersuara lantang dan menyatakan sesuatu. "Aku menyerah."


"Kenapa kau menyerah?" Tanya Yin Feng.


"Aku sadar kemampuanku sangat jauh darimu, oleh sebab itu lebih baik aku menyerah saja." Ujar Ying Yin.


Es yang membekukan kaki Ying Yin perlahan-lahan mulai mencair. "Baiklah kalau begitu, aku sangat berterimaksih sekali padamu karena sudah mau membantuku." Ujar, Yin Feng yang kemudian mengeluarkan sesuatu dari kalung ruang hampa miliknya.


"Ini untukmu." Yin Feng memberikan pada Ying Yin sebuah pil peningkat kekuatan. "Tingkatkanlah kemampuanmu." Setelah memberikan pil itu pada Ying Yin, Yin Feng kemudian tersenyum kepadanya.


Barulah sang wasit Fan We mengumumkan bahwa pemenang dari acara turnamen bergelar ini adalah Yin Feng.


Sontak sorak riuh suara meneriakkan nama Yin Feng.


Yin Feng... Yin Feng... Yin Feng...


..........

__ADS_1


__ADS_2