
Walikota Tian Long sempat bingung saat penjaga mengatakan bahwa dirinya adalah paman dari gadis itu, namun setelah lama berfikir beliau menyadari bahwa dahulu marga Qin lah yang menolongnya.
Lalu beranggapan bahwa Qin Xua memang anak dari Qin Wou Xue, lalu Walikota mencoba bertanya pada penjaga. "Dengan siapa gadis itu datang ?"
"Dengan seorang laki-laki dewasa Tuan." Jawab penjaga.
"Hemm.. Apa mungkin itu Qin Wou Xue ?" Walikota Tian Long mencoba menerka-nerka dalam hati. "Cepat suruh mereka masuk dan menemuiku."
Penjaga itu langsung pergi untuk kembali ke gerbang masuk setelah menerima perintah dari Walikota Tian Long, setelah sesampainya penjaga itu langsung mengantar Nona Qin Xua dan pengawalnya menemui Walikota Tian Long.
Saat pertama kali Walikota Tian Long melihat paras Qin Xua, dirinya sangat terkejut akan kecantikannya dan rupa yang sangat mirip dengan Qin Wou Xue.
Begitupun Qin Xua yang belum pernah sama sekali melihat wajah pamannya, ia sangat bingung dan canggung dengan menunduk sambil berjalan mendekatai Walikota Tian Long.
"Kamu anak dari Qin Wou Xue ?" Tanya Walikota Tian Long.
"Iya Tuan." Jawab Qin Xua lirih.
"Jangan sungkan nak, ayahmu adalah satu-satunya kakak yang aku miliki, lalu dimana ayahmu ?" Ujar Walikota Tian Long.
Hiks..Hikss..
Qin Xua tak dapat menjawab pertanyaan Walikota Tian Long hanya air mata yang kemudian membasahi pipinya.
"Kenapa ? Apa yang terjadi ?" Tanya Walikota Tian Long merasa khwatir.
"Ayah dan ibu.." Belum selesai Qin Xua selesai mengatakan yang terjadi, tiba-tiba dia merasa tubuhnya lemas tak bertenaga dan hampir terjatuh.
Untung saja pengawal pribadinya dengan cepat menangkap tubuh Qin Xua, Walikota Tian Long segera menyuruh pengawal pribadi Nona Qin Xua untuk membawanya ke kamar.
"Pelayan.. Pelayan.." Teriak Walikota Tian Long. "Cepat ambilkan air minum."
"Oya siapa namamu ?" Tanya, Walikota Tian Long kepada pengawal nona Qin Xua.
__ADS_1
"Saya Dou Han Tuan, pengawal pribadi Nona Qin Xua." Jawab Dou Han.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?" Walikota Tian Long merasa penasaran dengan apa yang terjadi.
"Ceritanya begini Tuan."
Lalu Dou Han menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya kepada Walikota Tian Long, bahwa dipertengahan jalan menuju dataran barat, rombongan kereta kuda Qin Wou Xue beserta keluarganya dihadang oleh kawanan perampok.
Semua pengawal dapat dikalahkan dengan mudah oleh pemimpin kelompok tersebut hanya seorang diri, saat itu jika saja Qin Wou Xue tidak mempercayakan Qin Xua padanya.
Bisa jadi semuanya akan bernasib sama seperti para pengawal yang lainnya, Dou Han pun menjelaskan bahwa setelah dirinya berhasil membawa pergi Qin Xua, dirinya tidak mengetahui akan nasib kedua orang tua Qin Xua.
Mendengar penjelasan dari Dou Han, Walikota Tian Long dengan geram mengepalkan tangannya dengan perasaan marah. "Kurana ajar, aku tidak akan mengampuni kawanan perampok itu."
Tidak berselang lama Qin Xua kemudian terlihat mulai sadarkan diri. "Ah.. Maaf Tuan merepotkan anda." Qin Xua masih merasa canggung dengan Walikota Tian Long, dikarenakan tidak pernahnya ia melihat beliau.
"Aku adalah pamanmu, jadi tidak perlu sungkan, panggil saja aku paman." Ujar Walikota Tian Long.
"Jadi mulai sekarang kamu tinggalah disini bersama paman." Ucap Walikota Tian Long. "Dan kau.." Walikota Tian Long menunjuk kearah Dou Han. "Kau aku tugaskan untuk selalu menjaga nona Qin."
"Baik Tuan." Jawab Dou Han sambil membungkukkan badan.
"Paman.." Panggil Qin Xua pada pengawal pribadinya. "Bagaimana dengan Ayah dan Ibuku." Qin Xua tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya, saat dirinya pergi dibawa oleh Dou Han.
"Nona Qin.. Jangan bersedih, semoga saja Tuan Qin Wou Xue masih hidup." Ucap Dau Han.
Mendengar perkataan Dou Han, Qin Xua kembali meneteskan air mata. "Lalu bagaimana jika Ayah dan Ibuku dibunuh oleh perampok itu ?" Qin Xua tak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpa kedua orang tuanya.
Sebab Qin Xua terbilang anak satu-satunya dari Qin Wou Xue, yang membuatnya sangat disayang oleh kedua orang tuanya. Tapi walaupun Qin Xua anak tunggal dan selalu disayang. Dirinya tidak begitu manja dan tidak sombong, Qin Xua terbilang anak yang rajin dan juga tidak terlalu suka kemewahan.
"Tenangkan dirimu nak." Ucap, Walikota Tian Long dengan memeluk Qin Xua. "Oya paman, sebelum kami pergi ayah memberikan ini untukmu." Ujar Qin Xua.
Sebuah kotak kecil dikeluarkan Qin Xua dari saku bajunya.
__ADS_1
"Apa ini nak ?" Tanya Walikota Tian Long.
"Aku tidak tahu paman, sebab aku tidak berani untuk membukanya." Ucap Qin Xua.
Walikota Tian Long kemudian membuka kotak kecil yang diberikan oleh Qin Xua. "Ini kan.." Perkataan Walikota Tian Long terhenti saat menyaksikan isi dari kotak tersebut.
Lalu Walikota Tian Long membayangkan sebuah momen saat Qin Wou Xua mengajaknya main pertama kali, dan saat itu dibawah pohon besar Qin Wou Xue mengatakan sesuatau sebelum mengeluarkan sebuah barang.
"Aku mau kau selalu mengenakan pemberianku ini." Ucap, Qin Wou Xue pada Walikota Tian Long saat itu.
Ternyata pemberian Qin Wou Xue saat itu adalah sebuah cincin berwarna biru gelap, kemudian Walikota Tian Long mengenakan dijarinya.
Tapi pada saat Jin Xue Qin hendak membawanya pergi berdagang ke dataran barat, tak sengaja cincin pemberian Qin Wou Xue terjatuh di halaman dan ditemukan oleh Qin Wou Xue.
Namun tak disangka saat hendak memberikan cincin itu Qin Wou Xue selalu lupa, saat ayahnya masih hidup yaitu Jin Xue Qin dua kali ayahnya mengajaknya untuk menemui Walikota Tian Long diperguruan dataran barat.
Hingga baru saat inilah Qin Wou Xue membawa cincin itu untuk diserahkannya pada Walikota Tian Long, tapi apa daya sebuah insiden terjadi hingga ia menitipkannya pada anaknya.
Terlihat lama Walikota Tian Long membayangkan momen diberikannya cincin itu, hingga tak diduga sebuah perkataan Qin Xua membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Apa yang terjadi paman? Mengapa paman terdiam saat melihat isi kotak itu ?"
"Ahh, ini." Walikota Tian Long menunjukkan isi kotak itu pada Qin Xua. "Ini adalah cincin pemberian ayahmu pertama kali kepada paman, namun paman tak menyadari kapan cincin ini bisa terjatuh." Walikota Tian Long tertunduk sedih.
"Paman.. Ayah pernah bilang bahwa paman mahir dalam ilmu beladiri, maukah paman mengajarkanku ilmu beladiri ?" Ujar Qin Xua dengan pancaran keyakinan dalam matanya.
"Hemm... Memang penting untuk belajar ilmu beladiri, baik paman akan ajarkan dirimu ilmu beladiri."
.....
Maaf ya buat para pembaca jika masih banyak typo didalam penulisannya, dan juga terimakasih buat para pembaca yang sudah setia menunggu novel kedua dari Pendekar Macan Putih.
Semoga kalian semua terhibur dengan cerita dinovel kedua ini.
__ADS_1