Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Penduduk Desa Shuijie


__ADS_3

Yinfeng yang telah mendekati srigala kemudian dia meminta maaf kepada srigala iblis tersebut atas perbuatan dirirnya, dan memohon izin untuk mengambil darahnya. Dengan secara cepat Yinfeng menebas kepala srigala iblis tersebut untuknmembantu mempercepat kematiannya.


Yinfeng kemudian mengeluarkan sebuah botol kosong dari kalung ruang hampa miliknya, dengan segera Yinfeng mengambil darah srigala tersebut dan memasukannya ke dalam kalung ruang hampa.


Ternyata ketika Yinfeng berurusan dengan para srigala itu ada seseorang yang memperhatikan Yinfeng, Yinfeng yang telah menyadari kemudian memanggil orang tersebut.


"Kau yang sedang bersembunyi disana keluarlah." Teriak Yinfeng.


Keluarlah seseorang dengan baju coklat lusuh berambut sesidit pendek.


"Siapa kau." Ujar Yinfeng.


"Saya penduduk desa Shuijie tuan." Jawab seorang penduduk.


"Kau penduduk desa Shuijie, lantas kemanakah yang lainnya ?"


"Yang lainnya sedang bersembunyi di dalam hutan sana, karena takut dari kawanan srigala yang menunggui desa kami tuan." Ucap, seorang penduduk dengan menunjukkan arah tempatnya.


"Coba sekarang antarkan Aku menemui mereka."


"Baik tuan, mari."


Seorang penduduk itu pun mengantarkan Yinfeng untuk menemui penduduk yang lainnya, ketika sesampainya di tempat persembunyian para penduduk.


Yinfeng terkejut akan jumlah penduduk yang sedang terluka.

__ADS_1


Para penduduk yang lain sempat takut akan kehadiran Yinfeng, namun saat melihat Yinfeng bersama dengan salah satu penduduk Shuijie akhirnya mereka cukup lega.


"Siapa anak itu Tauo ?" Tanya kepala desa Shuijie.


"Ini adalah sang pendekar yang telah menyelamatkan desa kita dari para srigala iblis Tetua." Jawab Tauo.


Tetua adalah sebutan kepala desa di desa Shuijie tersebut.


"Apaa.., anak kecil ini yang telah menyelamatkan desa kita ! Apa kamu tidak bercanda Tauo." Ujar Tetua.


"Tidak Tetua, jika Tetua tidak percaya silahkan saja anda lihat sendiri pakaian tuan pendekar itu." Ujar Tauo.


Tetua yang telah melihat pakaian Yinfeng sedikit ada percikan darah sedikit percaya sedikit tidak, namun karena Yinfeng sudah tidak sabar ingin mengobati para penduduk yang sedang terluka.


Yinfeng pun segera mengambil obat-obatan dan juga tumbuhan yang telah temannya siapkan di dalam kalung ruang hampa miliknya, sontak para penduduk tercengang melihat Yinfeng tiba-tiba dapat mengeluarkan obat dan tumbuhan yang entah darimana asalnya.


Sesaat Tetua desa sempat ingin menolak bantuan Yinfeng, namun apalah daya dia juga tidak tahu harus bagaimana mengobati penduduk yang sedang terluka tersebut.


Dengan berbekal ilmu dari Kitab Teratai Api tentang pengobatan Yinfeng akhirnya dapat memulihkan luka-luka pada penduduk yang sedang terluka, hingga mereka dapat menggerakkan badannya kembali.


Para penduduk sangat berterimakasih kepada Yinfeng, dan menganggap Yinfeng adalah utusan dewa yang diutus untuk menolong desa Shuijie tersebut.


Para penduduk pun segera ingin melihat desanya kembali yang telah lama mereka tinggal, sedangkan Tetua desa yang tadinya sempat ragu terhadap Yinfeng kini dirinya sangat berterimakasih padanya. Dan mengajak Yinfeng untuk singgah sebentar di desanya tersebut karena hari sudah menjelang malam.


Guru Xinhai, Ning'er dan Lourin merasa khawatir terhadap Yinfeng yang tidak kunjung kembali, hingga guru Xinhai ingin pergi memastikan apakah Yinfeng baik-bauk saja.

__ADS_1


Namun belum sempat guru Xinhai melangkah pergi untuk memastikan keadaan Yinfeng, tiba-tiba dari balik pohon besar keluar seseorang kemudian disusul dengan empat puluhan orang muncul di belakangnya.


Setelah di perhatikan ternyata ada satu anak kecil yang mereka kenali dia adalah Yinfeng sang penyelamat Desa Shuijie, Lourin dan Ning'er ternyata yang lebih khawatir akan keselamatan Yinfeng, karena semenjak perjalanan menuju ke Kota Tianjien mereka bertiga semakin akrab satu sama lain.


Dengan segera mereka berdua berlari menghampiri Yinfeng untuk mengetahui kondisinya, saat mereka berdua melihat ada percikan darah di baju Yinfeng sontak mereka berdua mengecek tubuh Yinfeng dengan di putar-putar.


"Kalian ini kenapa toh.., kepalaku jadi pusing kalian puter-puter begini." Ucap Yinfeng.


Mereka berdupun berhenti dan mulai salah tingkah.


"Ah tidak kok, kami hanya ingin memastikan dirimu terluka atau tidak itu saja." Jawaban kompak keduanya.


"Ohhh, Aku baik-baik saja seperti yang sudah kalian lihat sekarang." Kata Yinfeng.


"Yinfeng.., siapakah mereka semua ini ?" Tanya Lourin.


"Ooiya, Tetua maaf, mereka ini adalah temanku Lourin dan Ning'er dan yang disana adalah guruku Xinhai." Yinfeng yang mulai memperkenalkan.


"Ooh, terimakasih berkat bantuan kalian desa kami sudah aman dari srigala-srigala iblis." Ucap Tetua Desa.


"Tidak perlu berterimakasih Tetua, ini sudah kewajiban kami untuk menolong sesama." Ucap Yinfeng.


"Hari sudah mulai malam, mari masuk dulu."


Ajak Tetua Desa.

__ADS_1


" Tapi maaf tempatnya jika rada kotor, namun nanti kami akan siapkan kamar untuk kalian beristirahat." Tetua Desa menimpali.


....


__ADS_2