
Setelah Yinfeng memutuskan untuk memilih senjata berbentuk pedang yang bercabang, akhirnya guru Liuking mengajak Yinfeng untuk kembali ke perguruan.
"Mari nak kita kembali ke perguruan." Ajak guru Liuking.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan asosiasi Mentari Senja dan kembali ke perguruan. Sesampainya di perguruan guru Liuking menyuruh Yinfeng untuk bermeditasi menggunakan pil rumput biru agar kualitas tulang Yinfeng cepat mencapai tulang hitam.
"Yinfeng..., Ambil ini dan bermeditasilah.. Kau harus segera mencapai tulang hitam, Setelah kau mencapai tulang hitam kakek guru akan ajak kau ke kawah es."
"Baik kakek guru, aku akan sesegera mungkin menyerap semua pil-pil ini." Jawab Yinfeng.
Setelah berkata demikian Yinfeng masuk ke ruang kamarnya dan bermeditasi. Ternyata menyerap kasiat akan pil rumput biru tidak semudah yang ia bayangkan, baru menyerap satu pil rumput biru ia menghabiskan waktu sampai satu jam.
"Waaahhh.. Ternyata baru meminum satu pil saja aku sudah merasakan tulangku meningkat, sungguh pil yang hebat." Gumam Yinfeng.
"Tak terasa hari sudah menjelang malam, Yinfeng yang didalam ruangan sudah berhasil menyerap semua pil rumput birunya. Akhirnya ia keluar ruangan untuk menemui guru Liuking.
"Kakek.., Kakek..., Aku sudah menyerap semua pil-pil itu." Ucap Yinfeng.
"Hemmm.. Sekarang apa yang kau rasakan nak."
"Aku merasa tulangku seperti bertambah kuat dan lebih bertenaga kakek."
"Hehehe... Kau sudah memasuki tulang hitam tahap menengah Yinfeng, sekarang kau sudah siap untuk mempelajari elemen es." Ucap guru Liuking.
__ADS_1
"Waaaah.. Jadi tulangku sudah masuk tingkat tulang hitam. Kalau begitu mari kakek guru antarkan aku ke kawah es." Ujar Yinfeng.
Tokk...
"Kau ini... Apa kau tidak merasa hari sudah mulai malam." Ucap, guru Liuking sambil memukul kepala Yinfeng.
"Aduuh... Sakit kakek. Aku terlalu bersemangat kakek, jadi ingin segera mempelajari elem es."
"Sudah.. Sekarang kau istirahat saja, besok baru kakek antarkan kau ke kawah es."
"Baik kakek." Jawab, Yinfeng sambil mengelus-ngelus kepala yang di pukul guru Liuking.
Yinfeng kemudian masuk ruang kamarnya, untuk beristirahat. Namun sewaktu ingin istirahat ia merasakan ada sesuatu yang menghantui fikirannya.
"Siapa itu ??"
"Hahahaaha... Apakah kau tidak bisa merasakan akan kehadiran diriku."
"Iya aku merasakannya, tapi siapa kau sebenarnya."
"Kau akan mengetahuinya nanti, setelah kau berhasil menguasai elemen api dan mendapatkan jurus TERATAI API." Jawab sosok misterius yang tidak diketahui Yinfeng
"Heyyy... Siapa kau ?? Jawab aku ?"
__ADS_1
"Aku sudah bilang, kau akan mengetahuinya nanti setelah kau berhasil menguasai jurus itu."
Setelah mengatakan hal itu sosok misterius yang menghantui fikiran Yinfeng akhirnya pergi.
"Sial.. Siapa sebenarnya sosok yang mengahantui fikiranku tadi." Gumam Yinfeng.
Saat Yinfeng masih kebingungan akan sosok tersebut, tiba-tiba sosok itu kembali menghantui fikiran Yinfeng kembali.
"Hey.. Jangan sampai kau ceritakan hal ini pada siapapun. Jika kau mengatakannya....
Kau tidak akan pernah tau siapa aku dan kau juga tidak akan pernah bertemu diriku, yang akibatnya juga kau tidak akan bisa mencapai apa yang kau inginkan. Camkan itu bocah."
"Hahaahaha."
"Hey... Apa maksud perkataanmu itu ?
Kenapa aku tidak boleh menceritakan akan hal ini ?"
"Hey.. Jangan pergi dulu !! Tolong jelaskan ?"
..................
Mohon kasih saran dan masukan ya para reader agar author tau letak kesalahannya.
__ADS_1