Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Berawal Dari Sebuah Pilihan


__ADS_3

Setelah beberapa hari akhirnya tangan kanan Walikota Tian Long dapat mengumpulkan kurang lebih 15 pendekar diantaranya 2 sudah memasuki tingkat langit tahap akhir 5 dan 3 ditingkat langit tahap menengah 8. Sedangkan untuk yang 10 masih di tingkat langit tahap awal.


Kemudian Walikota Tian Long membagi para pendekar menjadi 4 kelompok, kelompok pertama bertugas menjaga kediaman Walikota Tian Long.


Kelompok kedua bertugas menjaga didalam kota Tian Jien, untuk kelompok ketiga bertugas di pintu masuk kota Tian Jien sedangkan kelompok terakhir bertugas memata-matai diperbatasan.


Setelah Walikota Tian Long selesai membagi tugas masing-masing kelompok, dengan dua kelompok yang bertugas di kediaman Walikota Tian Long dan didalam kota Tian Jien dipimpin langsung oleh seseorang ditingkat langit tahap akhir 5.


Semua sangat diperhitungkan oleh Walikota Tian Long, perihal keamanan di kota Tian Jien. Karena dua hari lagi Walikota Tian Long Yin Feng, guru Liu King dan juga Qin Xua beserta pengawalnya.


Akan memulai keberangkatan menuju Turnamen Bergelar yang diadakan di dataran dataran Selatan, tempat dimana masa kecil Walikota Tian Long bersama keluarga bermarga Qin, termasuk tanah kelahiran Qin Xua itu sendiri


Walikota Tian Long merasa kepergiannya ini mungkin akan memerlukan waktu yang lama, oleh sebab itu beliau memerintahkan pada asisten kepercayaannya yang selalu setia dalam hal kepemimpinan Walikota Tian Long.


Asisten kepercayaannya yang bernama Chui Xou yang selalu menghendel semua pekerjaan Walikota Tian Long, saat sedang sakit ataupun sedang melakukan perjalanan jauh.


Tidak lupa juga untuk tangan kanan kepercayaan Walikota Tian Long, yang selalu ditugaskan sebagai bayangan untuk mengawasi gerak-gerik dari setiap jajaran maupun bawahan Walikota Tian Long.


Tangan kanan kepercayaan Walikota Tian Long ini sangat setia kepadanya, bahkan semua perintah dan perkataan Walikota Tian Long ibarat titah seorang raja yang harus dilakuakan. Tangan kanan kepercayaannya itu tidak lain bernama Pou Lien.


Semua sudah Walikota persiapkan dengan baik, agar kiranya keberangkatan dan kepergiannya bisa tenang tanpa was-was, karena meninggalkan bangku kepemimpinan untuk sementara.


***


Disisi lain Yin Feng yang mengetahui bahwa keberangkatan menuju dataran Selatan, untuk sebuah Turnamen yang nantinya akan mengharumkan namanya, andai kata dirinya dapat memenangkan Turnamen tersebut.


Tidak banyak yang Yin Feng persiapkan untuk menuju dataran Selatan, karena barang bawaan Yin Feng sudah disimpannya didalam kalung ruang hampa miliknya.


Perlengkapan yang akan digunakan saat Turnamen nanti sudah tersimpan rapih, Yin Feng mencoba pergi kebawah bukit yang ada dibelakang, dia ingin menenangkan dirinya dan mempersiapkan kekuatannya.

__ADS_1


"Sepertinya tempat ini cocok untuk tempat berlatih." Ucap Yin Feng.


Ternyata Yin Feng mencari tempat untuk dapat berkomunikasi dengan sesepuh Qiu Han, sudah sangat lama dirinya tidak membangunkannya.


Dikeluarkanlah kitab Teratai Api dari kalung ruang hampa miliknya, dengan sedikit mengelus kitab tersebut Yin Feng memanggil nama sesepuh sangat lembut. "Sesepuh.. Sesepuh.."


Tidak ada jawaban dari sesepuh Qiu Han, Yin Feng memanggilnya sekali lagi. "Sesepuh... Sesepuh."


Terdengar sahutan dari dalam kitab. "Ada apa bocah ? Kau telah membangunkan tidur panjangku."


"Ah.. Tidak ada apa-apa, hanya saja aku sedikit khawatir soalnya sudah lama sekali aku tidak mengganggu sesepuh." Kata Yin Feng sambil tersenyum.


"Memang kali ini sudah berapa lama aku tertidur." Tanya sesepuh Qiu Han penasaran.


"Waah, sudah sangat lamaaa sekali, sejak pertemuan terakhir saat berhadapan dengan dua iblis didalam tubuh Dongmen." Ucap Yin Feng.


"Memang seberapa banyak tenaga dalam yang harus dikumpulkan untuk dapat menggunakan pedang itu sesepuh ?" Yin Feng amat penasaran dengan kemampuan pedang tersebut.


"Setidaknya kau harus memiliki paling standar 60% tenaga dalam, jika kau ingin mengendalikan pedang tersebut."


"Itupun mungkin hanya dua atau tiga kali gerakan saja, kecuali kau memiliki dua lingkaran tenaga dalam, yang masing-masing memiliki kadar ketentuan hingga mencapai 100%."


"Hemm.. Bukannya sesepuh hanya berbentuk jiwa tanpa raga, namun kenapa masih sanggup untuk mengendalikan pedang itu ?" Tanya Yin Feng.


"Aku sebenarnya terpaksa menggunakan pedang tersebut, karena aku ingin cepat mengakhiri iblis itu. Tapi apa daya aku hanya sebuah jiwa tanpa raga." Sesepuh Qiu Han mencoba mengambil nafas perlahan, lalu melanjutkan kembali perkataannya.


"Tak dapat menggunakan pedang Pencabut Nyawa dengan sempurna, seperti saat dimana aku masih memiliki raga."


"Lanatas bolehkah jika aku mencobanya sesepuh ?" Yin Feng ternyata sedari awal membangunkan sesepuh Qiu Han karena keingin tahuannya serta ingin mencoba pedang tersebut.

__ADS_1


Awalnya sesepuh Qiu Han sangat terkejut akan perkataan Yin Feng, dan juga sanga tidak setuju. namun ternyata Yin Feng memasang muka yang sangat penuh percaya diri.


Membuat sesepuh Qiu Han sedikit terbesit dalam hatinya sebuah keyakinan, namun lebih banyak mendominasi dalam hatinya penolakan terhadap keinginan Yin Feng.


"Asal kau tahu bocah, pedang Pencabut Nyawa adalah pusaka yang sangat hebat. Oleh sebab itu bertahun-tahun lamanya pusaka itu ku simpan dan tidak pernah aku gunakan, kecuali dalam keadaan tertentu, seperti saat menghadapi iblis."


Sesepuh Qiu Han sangat tidak yakin bila Yin Feng akan dapat mengendalikan pedang Pencabut Nyawa, bahkan untuk mengangkatnya saja belum tentu Yin Feng sanggup.


Oleh sebab itu sesepuh Qiu Han memberikan pilihan untuk Yin Feng, sebuah pilihan yang tanpa sesepuh sadari nantinya pilihan tersebut akan mengubah hidup Yin Feng.


Dua pilihan yang bisa disebut juga tantangan sebab pilihan itu tidak lain adalah :


Pertama. Bila Yin Feng dapat mengangkat atau bahkan mengendalikan pedang Pencabut Nyawa, maka sesepuh Qiu Han akan mewariskan pedang tersebut pada Yin Fwng.


Namun bila Yin Feng sampai gagal maka resiko yang diterimanya harus ditanggung sendiri, dirinya pun harus siap jika sampai mengalami hingga kelumpuhan yang sangat lama.


Sebab pedang Pencabut Nyawa akan sangat menguras tenaga dalam, bahkan sampai menguras energi dalam tubuh.


Kedua. Setelah Yin Feng dapat mengendalikannya, sesepuh hanya berpesan supaya Yin Feng dapat mengontrol saat menggunakan pedang itu, soalnya apabila Yin Feng tak dapat mengontrolnya.


Niscaya Yin Feng akan terpengaruh oleh hawa membunuh pedang tersebut, yang mengakibatkan hilangnya kesadaran serta haus akan darah dan akan selalu membunuh siapa saja yang ditemuinya.


Baik itu lawan ataupun kawan, semua akan terkena imbasnya andai saja Yin Feng sampai hilang kesadaran saat menggunakan pedang Pencabut Nyawa.


Dan juga jika saat itu Yin Feng sanggup mengangkatnya kemudian dirinya tak sanggup melepaskan tangannya, sampai membuatnya lumpuh.


Maka jangan salahkan sesepuh Qiu Han, karena pada awalnya Yin Feng lah yang sangat menginginkan untuk mencoba pedang tersebut.


.......

__ADS_1


__ADS_2