
Po Lang, Au Jie serta Yuan Lu yang sempat terdiam akibat terkejut, segera mereka mengambil langkah aman dari jangkauan Yin Feng tatkala sadar.
"Hehe.. Kenapa kalian malah menjauh, kemarilah serang aku bersamaan." Yin Feng malah menyuruh ketiganya untuk maju menyerangnya kembali.
"Baiklah kalau kalian tidak mau biar aku saja yang maju menghadapi kalian bertiga." Setelah berkata demikian tiba-tiba Yin Feng menghilang.
"Dimana dia??" Ketiganya bingung saat Yin Feng tiba-tiba menghilang, sambil terus tengak-tengok mencari keberadaan Yin Feng.
"Apa kalian mencariku!" Saat muncul kembali ternyata Yin Feng sudah ada dibelakang mereka.
Ketiganya langsung terkejut dan secara reflek mereka menyerang Yin Feng secara bersamaan. Namun serangan mereka bertiga memantul saat mengenai tubuh Yin Feng.
Kali ini Yin Feng langsung mengeluarkan elemen esnya untuk membekukan Au Jie, Po Lang serta Yuan Lu. "Maaf saja tapi permainan sudah berakhir!"
Ketiganya langsung membeku dan hanya dengan sentuhan dari tangan Yin Feng, patung es ketiganya langsung hancur berkeping-keping.
Sedangkan murid dari Du Lan Teng ternyata keduanya sudah meminum sebuah pil hingga berlebihan, yang bisa membuat keduanya kuat dalam sekejap.
Memang pil tersebut mampu meningkatkan kekuatan seseorang secara drastis, akan tetapi ada harga yang harus mereka bayar setelahnya.
Efek samping dari pil tersebut akan bereaksi saat waktu yang ditentukan habis, seseorang akan mengalami kelumpuhan pada setiap organnya serta dapat merusak seluruh jaringan merdian orang tersebut.
Namun Riu Yu dan Wan Hong tak mempedulikan akan hal itu, sebab keduanya ingin membalaskan dendam atas kematian guru mereka Du Lan Teng.
Dari arah yang tak disangka-sangka dengan secara tiba-tiba keduanya sudah disisi samping kanan dan kiri Yin Feng. "Dendam ini akan aku buat kau membayar apa yang telah kau lakukan kepada guru kami."
Po Lang terlihat sangat marah dengan mata yang memerah seperti seekor binatang buas yang hendak menerkam mangsanya.
"Jika kalian berdua memiliki kemampuan silahkan saja." Yin Feng dengan senang hati akan menghadapi keduanya.
Walikota Tian Long serta dua ketua dari masing-masing perguruan masih dalam keadaan terengah-engah, saat menyaksikan murid mereka mati ditangan Yin Feng menjadi semakin marah.
__ADS_1
"Sialan kau bocah! Bila pak tua ini tidak membunuhmu maka seumur hidupku akan mengalami penyesalan." Hu Tian Ming menaikan kekuatannya kebatas maksimal, aura kekuatan terpancar keluar membuat yang merasakannya akan sedikit tertekan.
Bila seseorang tersebut berada pada tingkat kekuatan langit akhir tahap 7 keatas, akan tetapi jika lebih rendah dari tingkatan itu seseorang akan mengalami kehilangan kesadarannya.
"Oh nampaknya akan semakin menarik!" Walikota Tian Long yang sedikit tertekan aura kekuatan dari Hu Tian Ming langsung membalas aura tersebut.
Aura kekuatan yang dikeluarkan Walikota Tian Long ternyata lebih kuat bila dibandingkan aura milik Hu Tian Ming, sebab seketika Hu Tian Ming tersedak dan batuk. "Uhukk.. Tak ku sangka auranya lebih kuat dari milikku! "
Lu Jian tak mau kalah ia pun mengeluarkan aura kekuatan miliknya juga, setelah beberapa saat ketiganya akhirnya memutuskan untuk menarik kembali aura kekuatan masing-masing. Kemudian melanjutkan kembali pertarungan yang sempat terhenti.
Sudah beberapa serangan dilesatkan oleh Po Lang serta Riu Yu kepada Yin Feng, akan tetapi serangan mereka dengan mudah Yin Feng balas dengan serangan juga.
Hingga pada akhirnya Yin Feng membakar kedua murid Du Lan Teng dengan api miliknya, setelah berualang kali elemen tanah menghantam tubuh keduanya.
Po Lang dan Riu Yu ikut mati akibat terbakar api yang dikeluarkan Yin Feng, tak lupa Yin Feng mengambil seluruh barang dari para pendekar yang ada pada cincin ruang milik meraka. "Waah ternyata ketua dari perguruan Singa Emas memiliki cukup banyak harta bahkan ada juga beberapa pil serta berbagai kitab jurus dan juga senjata."
Yin Feng panen besar tidak hanya mendapatkan tanduk singa emas, dirinya juga mendapatkan harta rampasan dari para pendekar yang dikalahkannya.
"Lawanmu adalah aku!" Yin Feng mengacungkan pedang pencabut nyawa pada Lu Jian.
"Oh, baguslah akan aku binasakan kau lebih dahulu untuk membalaskan kematian muridku!" Lu Jian langsung menebaskan pedangnya dan menghantam pedang pencabut nyawa.
Traaang..
Serangan dari Lu Jian disambut Yin Feng dengan senang hati, hingga mereka kemudian saling beradu pedang.
Cukup lama mereka beradu hingga sampai pada saat Lu Jian memfokuskan kekuatan dan mengalirinya pada pedang yang dipegang, kemudian diayunkan pedang tersebut dengan kekuatan penuh kearah Yin Feng.
Yin Feng membalas serangan pedang Lu Jian dengan sama-sama mengaliri dua elemen pada pedang pencabut nyawa, hingga kedua pedang pun bertemu.
Duaaaarrrr..
__ADS_1
Ledakan terjadi saat kedua kekuatan pedang saling beradu namun apa yang terjadi justru membuat Lu Jian sangat kecewa dan sangat terkejut. "Apa!! Bagaimana bisa!"
Pedang milik Lu Jian terbelah menjadi dua bagian. "Bagaimana bisa pedang pusaka tingkat bumi patah, lalu sebenarnya seberapa kuat pedang anak itu."
Lu Jian nampak masih dalam keadaan bingung akan tetapi Yin Feng kali ini tak mau memberikan kesempatan pada Lu Jian, dengan menayunan dang pencabut nyawa mengeluarkan jurus pertama.
Hembusan angin terasa sedikit kencang kearah Lu Jian, akan tetapi dirinya tak melihat ada serangan yang mengarah padanya.
Demi untuk melindungi diri Lu Jian sebisa mungkin membuat prisai pelindung disekitarnya.
Benar saja serangan dari jurus tanpa wujud mampu menembus pertahanan dari Lu Jian, segera dirinya menghindar akan tetapi tetap saja, penghindaran yang lambat membuat serangan tersebut mengenai bahu kanan dan kirinya.
"Aaahhh.."
Darah mengalir dari bahu kanan dan kirinya hingga membasahi pakain yang dikenakannya. "Sialan kau bocah! Kalau begitu terimalah kemarahanku ini!"
Yeaaaa....
Lu Jian berteriak sekeras-kerasnya sampai memekakan telinga semuanya. "Ahh sial! Apa yang sebenarnya ingin diperbuat ketua Lu, apa jangan-jangan ia ingin meledakkan dirinya!"
Tanpa mengindahkan bahwa saat ini Hu Tian Ming tengah bertarung dengan Walikota Tian Long, dirinya sebisa mungkin lari menjauh agar tak terkena dampak dari ledakan diri Lu Jian.
"Kau ternyata ingin meledakkan dirimu sendiri!" Yin Feng dapat menebak apa yang akan dilakukan oleh Lu Jian, sebab perubahan kekuatan serta tubuh Lu jian sangat berbeda sekali.
"Hahaha, kenapa? Apa kau takut?" Tiba-tiba Lu Jian menghilang dan muncul dibelakang Yin Feng, dengan langsung memeluk erat tubuh Yin Feng.
"Ugh.." Yin Feng terkejut saat mengetahui bila Lu Jian sudah dibelakang dirinya serta memeluknya.
"Tak akan semudah itu kau bisa lepas dari cengkramanku!"
.......
__ADS_1