
Setelah mendiskusikannya Walikota Tian Long, paman Dou Han, Yin Feng serta Qin Xua mencari cara untuk dapat merubah penampilan mereka.
"Lantas bagaimana cara agar wajah kita tidak diketahui oleh semuanya." Qin Xua masih bingung sebab bagaimanapun tetap saja pasti ada yang dapat mengenali mereka semua, jika hanya mengandalkan merias wajah.
"Bagimana jika kita memakai topeng saja." Paman Dou Han mencoba memberikan pendapatnya.
"Bukankah justru kita akan jadi bahan perhatian bila memakai topeng?" Walikota Tian Long berpendapat bila memakai topeng justru semakin dicurigai.
Semuanya terdiam memikirkan solusi terbaik bagaimana dapat merubah penampilan tanpa ada satupun yang curiga.
"Menurut saya percumah kita merubah penampilan." Perkataan Yin Feng tiba-tiba membuat semuanya bingung.
"Apa maksudmu Feng er?" Walikota Tian Long tak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Yin Feng.
"Sudah banyak yang melihat kita masuk ke penginapan ini, bila tiba-tiba keluar apakah tidak sama saja semua orang akan curiga?"
"Benar juga dengan apa yang dikatakan Feng er, sudah banyak yang mengetahui kita menginap di penginapan nenek Cin Mei ini." Ujar Walikota Tian Long.
"Iya dan juga hanya kita yang menginap disini, jelas mereka semua curiga dengan penampilan kita yang mengenakan topeng." Paman Dou Han menimpali.
Merkeka semua terdiam kembali karena solusi yang mereka sepakati, ternyata belum ada titik temu permasalahannya.
"Hei bocah.. Jika hanya memanipulasi wajah sesepuh ini ahlinya." Bagi sesepuh Qiu Han bila hanya manipulasi wajah itu perkara mudah.
"Sungguh!! Apakah sesepuh tidak berbohong?" Yin Feng menanyakan tentang perkataan sesepuh Qiu Han yang sanggup memanipulasi wajah.
"Apa kau meremehkan diriku bocah??
"Tidak.. Tidak, bukan begitu sesepuh, jelas aku percaya dengan kemampuan sesepuh. Lantas bagaimana caranya?"
Sesepuh Qiu Han memberikan pada Yin Feng beberapa kertas ajaib, yang mana mampu untuk merubah wajah seseorang.
"Kertas??" Yin Feng cukup bingung atas pemberian sesepuh Qiu Han berupa kertas putih biasa. "Untuk apa kertas ini sesepuh?"
__ADS_1
"Hemm.. Kalian cukup tempelkan saja kertas itu pada wajah kalian, biarkan kertas itu yang bekerja."
"Lalu setelah perubahan wajah kami, bagaimana kami dapat keluar tanpa dicurigai?" Yin Feng meminta solusi selanjutnya pada sesepuh Qiu Han.
"Perkara tersebut bukankah kau bisa pergi ke tempat teman keramu itu untuk sementara waktu?"
"Oah iya, mengapa tidak terfikirkan olehku." Titik permasalah akhirnya dapat ditemukan berkat bantuan sesepuh Qiu Han.
Yin Feng kemudian memberitahu pada semuanya tentang solusi terbaik dari permasalahan yang belum terpecahkan tersebut.
"Tentang solusinya, tidak perlu khawatir aku sudah menemukan solusi terbaik." Perkataan Yin Feng membuat suasana kembali terang, yang tadinya pada bingung serta lesu memikirkan solusi.
Perkataan Yin Feng seolah seperti tetesan embun dipagi hari. "Lantas bagaimana solusinya Feng er?"
Walikota Tian Long sudah tak sabar untuk mendengar solusi yang telah Yin Feng dapatkan.
Yin Feng mengeluarkan beberapa kertas pemberian dari sesepuh Qiu Han, dan memberikannya masing-masing satu.
"Untuk apa kertas ini kak Yin Yin?" Qin Xua nampak kebingungan saat diberikan selembaran kertas putih.
Tiba-tiba selembaran kertas itu menempel lengket di wajah Yin Feng berbarengan dengan keluarnya asap putih, hingga beberapa saat asap putih menghilang bergantikan wajah baru dari Yin Feng.
"Ini sungguh menakjubkan!!" Walikota Tian Long terkesima atas perubahan instan dari wajah Yin Feng.
Setelah semuanya melihat dengan apa yang dicontohkan Yin Feng, barulah mereka semua mengikuti apa yang dicontohkan Yin Feng.
Perubahan wajah baru sudah selesai tinggal solusi selanjutnya agar tak ada orang yang mencurigai mereka.
"Dan untuk sementara waktu lebih baik kita tinggal di dunia dimensi terlebih dahulu, sambil menyusun rencana penyerangan." Ujar Yin Feng.
"Lalu bagaimana bila nenek Cin Mei mencari kita?" Tanya Qin Xua.
"Ah masalah itu biarkan paman Long saja yang mengatakannya, bahwa kita hendak pergi dimalam hari nanti." Ujar Yin Feng.
__ADS_1
Setelah solusi sudah disepakati barulah Walikota Tian Long memberikan kabar kepada nenek Cin Mei akan kepergian mereka pada malam hari nanti.
Awalnya nenek Cin Mei tidak memperbolehkan Walikota Tian Long dan lainnya untuk pergi dari penginapannya, akan tetapi setelah Walikota Tian Long memberitahukan alasan kepergian mereka.
Yang mana untuk kemaslahatan bersama dan juga untuk mengembalikan kota seperti sedia kala, barulah nenek Cin Mei memperbolehkan kepergian mereka.
Walikota Tian Long berpesan pada nenek Cin Mei jikalau nanti ada yang menanyakan mereka ataupun keberadaannya, maka nenek Cin Mei cukup mengatakan bahwa mereka telah pergi.
Untuk masalah kepergiannya Walikota Tian Long memberitahukan bahwa, mereka pergi karena sudah tidak dianggap lagi keberadaannya. Oleh sebab itu lebih baik mereka pergi meninggalkan kota sejauh-jauhnya.
Waktu siang pun mulai bergantikan sore lalu malam, saat itu Walikota Tian Long, paman Dou Han, Yin Feng dan Qin Xua mulai berpamitan pada nenek Cin Mei.
Strategi rencana kali ini mereka sengaja untuk pergi meninggalkan penginapan terlebih dahulu, mencari tempat yang sepi lagi sunyi.
Dengan kepergian yang secara tiba-tiba membuat sebagian mata-mata yang ditugaskan oleh Xian Tong melihat gerak-gerik Walikota Tian Long dan kawan-kawan. "Bukankah itu mereka?"
Salah satu mata-mata memberitahukan kepergian Walikota Tian Long dan lainnya. "Ah iya, lebih baik cepat kita ikuti mereka jangan sampai ketinggalan jejak."
Yin Feng sudah menyadari bila ada yang mengikuti mereka diam-diam. "Paman Long sepertinya ada beberapa orang yang mengikuti kita."
Qin Xua mencoba hendak menoleh kebelakang, namun Yin Feng segera menghentikannya. "Jangan menoleh kebelakang Qin Qin."
Qin Xua tak jadi menoleh kearah belakang. "Aku memiliki rencana, paman Long sebaiknya paman bawa Qin er lebih dahulu biar aku dan paman Dau Han berjalan kearah yang berbeda."
Mereka memutuskan untuk berpencar kearah yang berbeda. "Sepertinya mereka sudah menyadari, sebaiknya kita berpencar." Terdapat empat mata-mata yang ditugaskan untuk memata-matai Walikota Tian Long dan lainnya.
Dua mengikuti Walikota Tian Long dan dua lainnya mengikuti Yin Feng, saat Walikota Tian Long dan Qin Xua sudah sedikit menjauh barulah mereka menghentikan langkah kakinya.
"Hahaha.. Mau lari kemana lagi kalian." Ujar, salah satu mata-mata.
"Hemm.. Mengapa kita harus lari, hanya menghadapi kalian cukup hanya menggunakan 20% kekuatan saja." Walikota Tian Long cukup percaya diri bila harus berhadapan dengan kedua mata-mata tersebut.
"Paman.. Untuk kali ini biarkan Qin er mencobanya." Qin Xua berkeinginan untuk mencoba melatih tubuh bintang keabadian miliknya.
__ADS_1
"Tidak Qin er, lebih baik paman saja yang menghadapi mereka." Tanpa menunggu jawaban dari Qin Xua, Walikota Tian Long sudah mulai maju menyerang kedua mata-mata.
...........