Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Babak Final


__ADS_3

Setelah panitia memberikan satu hari jeda untuk istirahat, barulah acara penentu dan acara yang sangat menegangkan serta di nanti-nantikan oleh semua penonton, dalam final Turnamen Bergengsi yang diadakan di Kota Tianjien akan segera dimulai.


Yinfeng yang sudah menyelesaikan latihannya dan juga sudah dapat menguasai ilmu Mata Batin, kini telah siap untuk menghadapi lawannya dari perguruan Singa Emas yang bernama Lioyen.


Begitupun juga sebaliknya Lioyen yang sudah siap untuk menghadapi Yinfeng dalam final Turnamen Bergengsi kali ini dengan lebih percaya diri, setelah dalam satu hari dirinya meningkatkan kekuatannya, serta mendapat kepercayaan dari ketua perguruan akan pusaka perguruan yaitu Pedang Singa Raja.


Para penonton sudah memenuhi tempat yang telah disediakan oleh panitia Turnamen, mereka semua sangat antusias untuk menyaksikan pertarungan pada babak final ini, mereka ingin mengetahui siapakah pemenang dari Turnamen Bergengsi kali ini, akankah perguruan Macan Putih yang sudah lama sekali tidak pernah masuk dalam putaran babak semi final.


Kini melalui Yinfeng perguruan Macan Putih dapat bersaing dengan perguruan-perguruan lainnya, hingga dapat memasuki putaran final yang akan berhadapan dengan peserta dari perguruan Singa Emas Lioyen.


Banyak yang tidak menyangka bahwa perguruan Macan Putih dapat masuk dalam putaran final kali ini, jika di lihat dari Turnamen-turnamen sebelumnya bahwa perguruan Macan Putih dapat bersaing hanya sampai pada putaran semi final saja.


Pernah perguruan Macan Putih menjuarai Turnamen Bergengsi di dataran barat ini, namun itu sudah sangat lama sekali saat ketua perguruan Wunghan masih muda dan masing menangani masalah perguruan.


Akankah kali ini perguruan Macan Putih dapat memenangkan pertarungan dan menjadi juara di dalam Turnamen Bergengsi ? Dan mendapatkan seluruh hadiah yang telah di siapkan ? Mari kita saksikan pertarungan final antara Yinfeng berhadapan dengan Lioyen.


***


Sang wasit Mubai mulai menaiki arena dengan lebih berkarisma, serta dengan penampilan yang sangat memukau kali ini wasit Mubai perpakaian serba merah. Dengan senyuman yang sangat merekah dan siap memandu jalannya pertarungan di babak final ini.


"Baik sekarang kita sudah memasuki babak final, siapakah kira-kira yang akan memenangkan pertarungan di babak final ini ? Langsung saja kita panggil untuk menaiki arena Lioyen dari perguruan Singa Emas akan berhadapan dengan Yinfeng dari perguruan Macan Putih."


Lioyen menaiki arena dengan jiwa yang bergelora dan kepercayaan diri yang tinggi, serta keyakinan yang mendalam akan kemenangan.


Begitupun sebaliknya Yinfeng yang kini lebih santai dengan wajah yang berseri-seri, menampakkan ketenangan dalam dirinya karena dia teringat akan janji ketua perguruan untum dapat memenangkan pertarungan dalam Turnamen Bergengsi.


Tak lupa Lourin dan Ning'er terus menerus memberikan semangat serta dukungan pada Yinfeng, agar dirinya dapat lebih tenang saat bertarung di arena hingga dapat memenangkan perterungan.

__ADS_1


Setelah keduanya sudah menaiki arena dan tidak lupa memberi penghormatan kepada Wali Kota Tianjen dan juga perwakilan kerajaan XienZue, barulah wasit mubai menyuruh keduanya bersiap.


Doooooooong....


"Kau cukup hebat bisa sampai babak final ini, aku sangat kagum padamu." Ucap Lioyen.


"Ah itu, aku juga tidak menyangka bisa sampai babak final ini." Ucap, Yinfeng sambil tersenyum ke arah Lioyen.


"Namun aku juga tidak akan membiarkanmu dapat memenangkan Turnamen ini." Ucap, Lioyen dengan mengepalkan tangannya.


"Aku juga akan berusah semaksimal mungkin untuk bisa mengalahkanmu." Ucap Yinfeng.


"Hemm.. Baiklah kalau begitu kita buktikan siapa yang pantas memenangkan Turnamen ini."


Setelah berkata demikian Lioyen segera menghilang dari pandangan, dengan berbekal ilmu Mata Batin Yinfeng mulai menutup matanya merasakan pergerakan Lioyen dengan hatinya.


Saat Lioyen hendak melesatkan pukulan kearah dada Yinfeng, seketika Yinfeng menghindar membuat Lioyen hilang keseimbangan karena pukukannya tak dapat mngenai Yinfeng. Dengan segera Yinfeng melesatkan pukulannya kearah Lioyen.


Pukulan Yinfeng mampu mengenai dada Lioyen sampai terpental kebelakang.


"Ughh.. Bagaiman dia dapat mengetahui pergerakanku." Gumam, Lioyen bingung sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.


Namun dirinya kembali menghilang dan mencoba kembali melesatkan pukulan dari arah belakang Yinfeng, lagi-lagi Yinfeng mampu menebak arah pukulannya dengan membalas pukulan Lioyen dengan pukulan juga.


Hingga kemudian mereka pun beradu pukulan, walaupun Lioyen dalam keadaan menghilang itu bukan hambatan lagi bagi Yinfeng untuk mengimbangi serangan demi serangan yang Lioyen lesatkan.


Sampai beberapa kali pukulan Lioyen mampu Yinfeng balas dengan pukulan juga dan sesekali menghindari serangan tersebut, banyak yang tidak percaya jika Yinfeng dapat menebak gerakan Lioyen dengan mata tertutup.

__ADS_1


Namun bagi yang sudah mengetahui ilmu Mata Batin itu bukan hal yang mengejutkan lagi, karena seseorang yang sudah menguasai ilmu Mata Batin maka akan dengan mudah menebak setiap gerakan lawan yang tidak terlihat oleh mata.


Setelah beberapa kali Lioyen mencoba menggunakan ilmu menghilangnya untuk dapat menyerang Yinfeng dan hasilnya pun sama saja, Yinfeng dapat menebak setiap gerakannya.


Lioyen yang sempat kesal karena setiap serangannya dalam keadaan tak terlihat, mampu dengan mudah Yinfeng tebak dengan membalas serangannya menggunakan pukulan-pukulan yang imabang dengan pukulannya.


Akhirnya Lioyen mencoba menggunakan jurus peremuk tulangnya untuk membuat Yinfeng terluka, dengan cepat Lioyen menyerang Yinfeng dari depan dengan pukulannya itu.


Namun Yinfeng juga ternyata sudah mempersiapkan jurusnya yang belum sama sekali dirinya keluarkan saat Turnamen ini, hanya di final ini Yinfeng ingin menggunakannya, karena efek dari jurus ini tidak hanya lawan yang akan mengalaminya.


Tapi juga semua penonton yang hadiri pada Turnamen, namun bila Yinfeng tidak menggunakannya dirinya belum sanggup beradu pukulan dengan jurus peremuk tulang, karena tulang Yinfeng belum membentuk tulang baja.


Akhirnya dengan menarik nafas dalam-dalam setelah ditahan sebentar, barulah Yinfeng teriakan sebuah jurus Auman Harimau.


Haaauuuuuurrrrr....


Seketika semua penonton yang tenaga dalamnya belum kuat, menjerit dengan telinga mereka tahan dengan kedua tangan. Berbeda dengan yang tenaga dalamnya cukup kuat mereka mampu menahan auman hatimau tersebut hanya dengan menutup kedua telinganya dengan tangan.


Diatas arena Lioyen yang sudah melesat maju mengarahkan pukulan peremuk tulang, mendadak berhenti dengan sedikit kesakitan pada telinganya sambil kedua tangannya menutup telinganya.


Yinfeng yang melihat Lioyen tak berdaya karena menahan auman harimaunya, dengan segera mengeluarkan esnya untuk membekukkan Lioyen.


Setelah auman harimau itu reda, para penonton merasakan sakit pada telinganya, namun itu tidak membuat gendang telinga mereka terluka, karena Yinfeng mengatur frekuensi teriakan aumannya tidak di batas maksimal hanya di batas menengah saja.


Namun cukup membuat lawan ataupun seseorang yang mendengarnya merasa sakit pada telinganya, dan sedikit berdengung pada telinganya setelah mendengar auman harimau tersebut. Sampai bebrapa menit tidak dapat mendengar suara apapun.


......

__ADS_1


Jika para pemabaca semuanya memiliki ide atau masukan boleh tulis di komentar, nanti akan Author coba tulis di episode-episode selanjutnya..


Terimakasih..


__ADS_2