
"Jadi berapa total sepuluh pil rumput birunya ?" Tanya, guru Liuking kepada gadis pelayan
"Satu pil rumput biru dihargai sepuluh koin emas, jadi total harga dari sepuluh pil rumput biru seratus koin emas Tuan." Jawab gadis pelayan.
"Ehm.. Baik terima ini. Didalam itu ada dua ratus koin emas." Jawab guru Liuking sambil memberikan kantong berisikan Dua ratus koin emas.
"Waduh.. Ini kebanyakan Tuan, total semuanya hanya seratus koin emas." Jawab gadis pelayan.
"Aku ingin membelikan cucuku senjata, apa disini ada senjata yang bagus." Tanya guru Liuking.
"Ahh, Anda berada ditempat yang tapat tuan, di tempat kami terdapat berbagai senjata berkualitas tingkat tinggi. Ada yang di tingkat raja ada pula yang di tingkat kaisar dan langit, tinggal anda menginginkan yang mana." Jawab gadis pelayan.
"Kira-kira dengan koin emas yang aku berikan itu, mampu membeli senjata pada tingkat apa ? "
"Dengan koin emas yang Anda berikan ini mampu membeli senjata pada tingkat raja saja tuan. Jika Anda menginginkan senjata pada tingkat kaisar Anda harus memberikan kami lima ratus koin emas, sedangkan pada tingkat langit Anda harus memberikan seribu koin emas." Jawab gadis pelayan.
"Ohh, baik kalau begitu antar kami untuk melihat-lihat senjata tersebut."
__ADS_1
Gadis pelayan segera mengantarkan guru Liuking dan Yinfeng untuk melihat-lihat senjata. Sesampainya disebuah ruangan yang penuh akan senjata berkelas, Yinfeng sangat terkejut akan banyaknya senjata sudah tersusun rapih di tempatnya. Ada yang berbentuk pedang,golok,kampak, dan masih banyak lagi. Senjata-senjata itu ditempatkan dengan kriteria dan kualitas masing-masing.
"Waaaaah... Banyak sekali senjata disini." Gumam Yinfeng.
"Silahkan Tuan anda dapat melihat-lihat senjata mana yang akan dipilih, disini semua senjata pada tingkat menengah sampai tingkatan raja saja, untuk tingkat kaisar dan langit tersedia ruangan kusus agar tidak sembarangan orang dapat memasukinya." Ucap gadis pelayan.
"Yinfeng.., Coba kau pilih, senjata mana yang akan kau ambil." Seru guru Liuking.
Tanpa banyak bertanya Yinfeng segera melihat-lihat senjata yang kira-kira cocok dengannya.
"Hemm.. Senjata apa ya yang kira-kira nyaman untuk aku gunakan,padahal selama ini aku belum pernah menggunakan senjata." Gumam Yinfeng.
"Asal kau ketahui nak. Ibumu dulu mahir dalam ilmu pedang, namun karena tingkat kekuatannya yang belum begitu sempurna ia akhirnya terbunuh oleh Dongmen." Ujar guru Liuking.
"Jadi.. Ibuku adalah pendekar pedang kakek guru." Ucap Yinfeng.
"Iya nak, ibumu adalah pendekar pedang."
__ADS_1
"Baik kalau begitu, aku memilih yang itu."
Ucap, Yinfeng sambil menunjuk ke sebuah senjata yang tidak jauh darinya.
"Hemmm.. Apakah kau serius nak memilih yang itu." Tanya guru Liuking.
"Iya kakek guru, aku serius ingin memiliki senjata itu untuk aku gunakan."
"Baiklah jika memang itu pilihanmu dan kau yakin dengan senjata itu, kakek guru tidak akan meragukanmu."
"Terimakasih kakek guru." Yinfeng mengepalkan dan menyatukan tangannya sambil memberikan hormat kepada guru Liuking.
"Baik kakak cantik, aku mau mengambil yang itu saja." Ucap Yinfeng.
"Siap adek manis, kakak akan ambilkan senjata itu." Jawab gadis pelayan.
Gadis pelayan itu pun mengambilkan senjata yang Yinfeng inginkan, ternyata senjata yang Yinfeng inginkan adalah sebuah pedang yang tidak terlalu panjang namun terukir sebuah gambar kepala harimau di badan pedang.
__ADS_1
Semoga terhibur para reader...