Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kemenangan Yinfeng


__ADS_3

Setelah beberapa kali pertarungan antara Lioyen dan Yinfeng sempat membuat para penonton greget serta dag dig dug, hingga akhirnya kemenangan berpihak pada Yinfeng.


Dengan menggunakan elemen airnya yang mampu membuat Lioyen terpental, kemudian disusul tembakan bola-bola api berlapis es yang membuat Lioyen mengalami luka yang cuku parah, dengan darah segar mengalir disekujur tubuhnya.


Namun ternyata itu pun tidak membuat Lioyen menyerah, dengan sisa-sisa tenaga ia pun bangkit dan kembali menyerang Yinfeng dengan jurus terakhirnya. Tapi karena Lioyen terluka cukup parah hingga jurus tersebut akhirnya dikembalikan oleh Yinfeng.


Dengan auman harimaunya yang membuat seluruh penonton mengalami sakit pada telinga mereka, sampai-sampai banyak yang menunduk dan bersujud dengan memegangi kedua telinganya.


Karena tidak tahannya mereka mendengar auman harimau yang telah Yinfeng teriakan, bagitupun dengan Lioyen dengan tenaga yang sedikit hanya tersisa beberapa persen, membuat dirinya tak mampu menahan auman harimau tersebut.


Sehingga jurus terakhir yang Lioyen keluarkan akhirnya gagal menyentuh Yinfeng, malahan jurus tersebut berbalik menyerang Lioyen hingga membuat dirinya mengalami patah tulang pada kedua tangannya sebelum akhirnya tak sadarkan diri.


Setelah selesainya pertarungan Yinfeng yang masih sedikit kelelahan akibat dari pemakaian tenaga dalam yang berlebih, tiba-tiba pundaknya ditepuk dari belakang oleh seseorang yang sedikit berkarisma dengan pakaian serba merah.


"Ini minumlah."


Ternyata wasit Mubai sudah mempersiapkan sebuah pil penyembuh yang secara kusus diberikannya pada Yinfeng.


"Terimakasih wasit Mubai."


Yinfeng segera menerima pil pemberian wasit Mubai, dan meminumnya. Tidak butuh waktu lama untuk pil tersebut bereaksi hingga terlihat Yinfeng kini lebih bertenaga kembali.


Guru Xinhai terlihat menghampiri Yinfeng dengan menaiki arena, disusul Lourin dan juga Ning'er dibelakangnya.


"Yinfeng..," Panggil guru Xinhai.


"Kau sangat luarbiasa, guru Liuking pasti bangga padamu."


"Yinfeng..," Panggil Lourin dan Ning'er bersamaan.


Tanpa ada setingan dan tanpa mereka kira ucapan yang keduanya ucapkan terdengar bersamaan, hingga keduanya saling pandang-pandangan.


"Kau.. "


Seru keduanya bersamaan dengan saling tunjuk, kemudian saling membelakangi satu sama lain.

__ADS_1


"Sudahlah.."


Ucap guru Xinhai menengahi.


"Ihh, bagaimana bisa bersmaan sih." Gumam Lourin dengan sedikit melirik kearah Ning'er.


Namun mereka pun kemudian menyadari bahwa Yinfeng ternyata sedikit tertawa melihat tingkah laku mereka, dengan tertunduk malu akhirnya mereka tidak jadi menemui Yinfeng.


Dengan berbalik arah kembali ketempat duduk mereka, namun kali ini terlihat keduanya duduk dengan saling membelakangi satu sama lain, yang sangat berbeda waktu awal mereka duduk.


Guru Xinhai dan wasit Mubai hanya tersenyum melihat tingkah laku keduanya, yang secara tidak langsung memeiliki ketertarikan terhadap Yinfeng. Namun karena Yinfeng yang masih belum mengerti akan hal itu.


Membuat dirinya hanya pura-pura tertawa kecil dengan sesekali tersenyum kearah Lourin dan Ning'er, saat keduanya mengetahui ternyata Yinfeng tersenyum padanya. Seketika wajah keduanya menampakkan kemarahan pada pipinya sambil tertunduk malu dengan senyuman yang manis.


"Hay Nak.."


Sebuah panggilan yang ditujukan kepada Yinfeng terdengar begitu berwibawa, saat dilihat ternyata suara tersebut berasal dari Walikota Tianjien bernama Tian Long.


"Siapa tadi namamu ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Nama saya Yinfeng." Ucap Yinfeng.


Ternyata semua hadiah sudah dikemas didalam beberapa peti oleh panitia Turnamen, dan juga telah disediakan kereta kuda kusus serta pengawalan untuk Yinfeng dan kawan-kawan. Sehingga perjalanan pulang dapat sampai dengan selamat.


Setelah Walikota Tian Long memberikannya langsung pada Yinfeng akan hadiah tersebut, barulah Walikota Tian Long memberikan Yinfeng sebuah tanda pengenal kusus berwarna ungu.


Yang menandakan bahwa Walikota langsung yang memberikannya hak untuk dapat memasuki Kota Tianjien tersebut, tanpa adanya kesulitan sama sekali cukup dengan memperlihatkan tanda pengenal itu, maka para penjaga pintu masuk kota akan langsung mengetahuinya dan dengan segera mempersilahkannya masuk.


Selesai Walikota Tian Long memberikan tanda pengenal kepada Yinfeng, terlihat rombongan kerajaan Xien Zue mendekati Yinfeng.


"Kau..," Panggil perwakilan kerajaan Xien Zue bernama Xun Xie. " Siapa namamu ?"


"Namaku Yinfeng." Jawaban tegas Yinfeng.


"Hemm.. Aku suka dengan pemuda yang penuh semangat." Ucap Xun Xie.

__ADS_1


Terlihat dua putri dari kerajaan Xien Zue berada dibelakang Xun Xie, yang enggan menatap maupun menyapa Yinfeng, karena masih kesal dengan Lourin dan Ning'er yang telah membuat mereka berdua kalah.


"Aku hanya ingin memberikanmu ini."


Xun Xie berkata sambil menyerahkan sebuah tanda pengenal dengan cap kerajaan Xien Zue.


"Apa maksudnya ini ?"


Tanya guru Xinhai yang sedikit curiga akan maksud perwakilan kerajaan Xien Zue menyerahkan tanda pengenal kerajaan tersebut.


"Tenang saja, aku hanya memberikannya akses bila dirinya berniatan datang ke kerajaan Xien Zue." Ucap Xun Xie.


Yinfeng hanya terdiam bingung melihat perwakilan kerajaan tersebut, dengan mudahnya menyerahkan tanda pengenal kerajaan. Namun akhirnya dirinya menyadari mungkin nanti akan bermanfaat saat dia mulai berpetualang.


Yinfeng kemudian menerima pemberian Xun Xie dengan senang hati, sambil melirik kearah guru Xinhai seraya berkata. " Tidak baik guru Xin untuk menolak niat baik seseorang."


Guru Xinhai kemudian tersenyum kearah Yinfeng, baru setelah itu meminta maaf pada Xun Xie atas ketidak sopanannya tadi. Setelah memberikan tanda pengenal kerajaan barulah Xun Xie dan rombongan kerajaan hendak undur diri untuk kembali ke kerajaan Xien Zue


"Tuan Long.. Kami dan rombongan undur diri untuk kembali ke kerajaan." Ucap Xun Xie.


"Sebenarnya aku sudah mempersiapkan jamuan kusus, namun karena terlihat kalian terburu-buru. Maka baiklah silahkan." Ucap Walikota Tian Long mempersilahkan rombongan kerajaan untuk pergi.


Setelah Walikota Tian Long mempersilahkan mereka untuk pergi, mereka pun segera pergi. Namun sesaat sebelum mereka jauh ternyata dua putri kerajaan Xien Zue sempat mencuri pandang kearah Yinfeng.


Lourin dan Ning'er yang memperhatikan kedua putri tersebut dari jauh, terlihat raut wajah keduanya sedikit kesal akan dua putri yang secara lama memandangi Yinfeng.


Baru setelah rombongan kerajaan Xien Zue benar-benar telah pergi, Walikota Tian Long mengajak Yinfeng dan kawan-kawan masuk kesebuah ruangan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.


Namun saat hendak mau pergi Yinfeng teringat akan Lioyen yang terluka karena dirinya, kemudian Yinfeng meminta izin sebentar kepada Walikota Tian Long untuk keruang perawatan.


Guru Xinhai, Lourin dan Ning'er sempat bertanya-tanya dalam hatinya akan apa yang hendak Yinfeng lakukan diruang perawatan, namun Yinfeng lebih dahulu meninggalkan mereka saat Walikota Tian Long memberikannya izin.


Yinfeng pun segera bergegas mendatangi ruang perawatan, saat pertama kali masuk Yinfeng mendapati Lioyen yang tengah tertidur tak sadarkan diri dengan bekas darah masih membekas pada pakaiannya.


Namun saat Yinfeng mau mendekati Lioyen dirinya dihadang oleh seseorang yang terlihat sama dengan pakaian yang Lioyen kenakan, serta berwajah sedikit lebih tua dari Lioyen.

__ADS_1


"Hey.. Mau apa kau ?"


.......


__ADS_2