
Yin Feng nampak canggung dengan keberadaan Qin Xua yang berada di kamarnya. "Kak Yin Yin.. Mengapa hanya berdiam diri disitu, bukankah kakak ingin mengajari Qin Qin sebuah jurus?"
Yinfeng terdiam sejenak memikirkan jurus apa yang pantas untuk Qin Xua, dibayangkan satu persatu jurus yang telah dikuasainya.
Akan tetapi tak ada satupun yang begitu cocok dengan Qin Xua, melainkan hanya tiga elemen yang telah Yin Feng kuasai. Yaitu : Elemen Air, Elemen Es dan Elemen Tanah.
Namun bagaimana cara agar Qin Xua dapat mempelajari, Yin Feng masih belum menemukan metodenya.
Sesepuh Qiu Han langsung angkat bicara seolah mengerti apa yang sedang Yin Feng fikirkan. "Kenapa bocah? Apakah kau sedang memikirkan cara untuk dapat mengajarkan jurus pada kekasihmu itu?"
"Bagaimana sesepuh bisa mengetahui apa yang sedang aku fikirkan?"
"Sudah tak perlu terkejut, bukankah kekasihmu itu memiliki tubuh Bintang Keabadian?"
"Hemm.. Lalu?" Yin Feng masih belum mengerti apa yang sedang dimaksudkan oleh sesepuh Qiu Han.
"Dasar bocah.. Cukup kau transferkan saja setetes cairan yang mengandung tiga elemen pada kekasihmu."
"Setetes cairan? Cairan apa yang sesepuh maksud?"
"Hemm.. Masih belum mengerti juga? Kau harus berhubungan badan dengan kekasihmu itu."
"Apa??" Saking terkejutnya Yin Feng membuat Qin Xua juga terkejut. "Ada apa kak? Kenapa kau malah terkejut seperti itu?"
"Hehe.. Tidak apa-apa." Yin Feng jadi salah tingkah karena malu.
"Apa jangan-jangan kakak tidak mau mengajarkan jurus pada Qin Qin." Wajah Qin Xua tiba-tiba langsung berubah murung layaknya anak-anak tak dapat uang jajan.
"Tidak.. Tidak, bukan seperti itu Qin Qin."
"Lalu? Mengapa kak Yin Yin terkejut saat Qin Qin meminta diajarkan sebuah jurus?"
"Ah.. Itu.. Saya hanya bingung memilih jurus apa yang pas untukmu."
"Ohh.. Begitu, lantas jurus apakah yang pantas untukku kak?"
"Sebenarnya ada tiga yang cocok untukmu pelajari, namun itu bukan hanya jurus, melainkan sebuah elemen."
"Elemen!! Apakah elemen tanah yang kakak gunakan untuk melindungiku dan juga paman Tian Long saat itu?"
__ADS_1
"Iya.. Bukan hanya elemen tanah, melainkan juga elemen air dan es yang mungkin bisa kamu pelajari, akan tetapi.."
"Akan tetapi kenapa kak?"
"Akan tetapi ada hal yang mungkin tidak pantas untuk dilakukan."
"Maksud kakak??"
"Menurut sesepuh terdahulu, bahwa tiga elemen itu dapat dengan mudah kamu kuasai hanya dengan satu syarat."
"Lantas apakah itu syaratnya kak? Tak ada yang tidak pantas bila itu bisa membuatku menguasai ketiganya, kenapa tidak."
Yin Feng nampak ragu untuk memberitahukan syaratnya pada Qin Xua, yang mungkin itu sangat sensitif bila dibicarakan.
Dengan nada pelan dan terbata-bata Yin Feng memberanikan untuk mengucapkan syaratnya. "Sssyaratnya.. Kita disuruh untuk berhubungan badan."
"Apa!!" Qin Xua nampak sangat terkejut dengan muka yang memerah, antara malu dan juga bingung.
Seketika suasana menjadi lebih hening sampai-sampai suara nyamuk terbang terdengar begitu keras di telinga keduanya.
Bagi Qin Xua memang hanya Yin Fenglah yang selalu ada didalam hatinya, namun dia tak menyangka akan secepat ini untuk menjalin kehidupan yang lebih serius.
Yin Feng kemudian berjalan kearah pintu dan pergi meninggalkan Qin Xua senidir di kamar. "Bodoh.. Bodoh.. Apa yang baru saja aku katakan, bagaimana jika nanti Qin Qin mengatakan hal itu pada paman Tian Long."
Sekeluarnya dari kamar Yin Feng merasa sangat bersalah, dan tak henti-hentinya ia meremas-remas rambut kepalanya sendiri.
"Tidak perlu kau sesali bocah, sebenarnya selain berhubungan badan ada juga metode lainnya." Perkataan sesepuh Qiu Han seolah seperti angin segar yang menerpa tubuh Yin Feng.
"Sungguh?? Tapi kenapa sesepuh tidak bilang dari tadi, jika sudah begini kan jadi malu rasanya."
"Hahaha.. Sengaja tidak ku katakan sebelumnya, aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi kalian berdua."
"Sesepuh.." Nada Yin Feng terlihat kesal saat mengetahui bila sesepuh Qiu Han telah mengerjainya.
"Hahaha.." Sesepuh Qiu Han hanya dapat tertawa dengan lepasnya, saat melihat reaksi Yin Feng yang penuh dengan rasa malu.
"Tertawalah sesukamu sesepuh bila sudah puas, segera katakan apa metode lainya itu?"
"Metode lainnya hanya cukup dengan meminum setetes darah milikmu, atau bisa juga dengan mengekstrak darahmu menjadi sebuah pil."
__ADS_1
"Hemm.. Nampaknya itu cara tidak cukup sulit untuk dilakukan, baiklah akan aku selesaikan pengekstrakan darah malam ini juga."
"Memang apakah kau sudah mengerti cara untuk mengekstrak darah menjadi sebuah pil?"
"Hehehe.. Belum." Yin Feng mengatakannya dengan senyam-senyum.
"Cukup kau leburkan setetes darahmu itu menggunakan api abadi, setelah itu padatkan menggunakan kekuatan mutiara salju abadi."
Yin Feng pun mencari tempat yang terbilang cukup aman dan nyaman, untuk dapat melakukan pengekstrakan tanpa adanya gangguan.
Dengan bertanya pada nenek Cin Mei akhirnya ada satu ruangan yang cukup cocok untuk dapat digunakan oleh Yin Feng.
**
Di dalam kamar terlihat Qin Xua masih memikirkan persyaratan yang dibicarakan oleh Yin Feng. "Bagaimana ini? Apakah memang ini jalan terbaik untukku menjadi lebih kuat."
Walaupun sebenarnya ada satu sisi didalam hati Qin Xua yang merasa penasaran, bagaimana rasanya saat melakukan hubungan badan tersebut.
Akan tetapi buru-buru ia hilangkan perasaan keingin tahuannya akan hal itu. "Tidak.. Tidak, aku dan kak Yin Yin kan belum menikah jelas tidak boleh melakukan hal semacam itu."
Lama Qin Xua memikirkan persyaratan yang mungkin sangat membuat hatinya bimbang, akan tetapi dengan mengingat apa yang telah terjadi sebelum-sebelumnya.
Dari terbunuhnya kedua orang tua Qin Xua, dan juga tak berdayanya ia saat menghadapi masalah. Terutama saat berhadapan dengan para penjahat.
Dan juga banyak lagi kesalahan-kesalahan yang disebabkan karena dirinya tidak memiliki kekuatan sedikit pun.
Dengan tarikan nafas panjang Qin Xua pun mulai memantabkan tekadnya, untuk memenuhi persyaratan yang dibicarakan oleh Yin Feng dengan berjalan mendekati pintu.
"Tapi.. Apa sebaiknya besok pagi saja aku beranikan untuk berbicara empat mata dengan kak Yin Yin? Qin Xua terhenti saat sudah di dekat pintu. "Iyalah sebaiknya besok pagi saja."
Malam itu Qin Xua pun mengurungkan niat untuk mengatakan kesanggupannya akan syarat yang dibicarakan oleh Yin Feng.
Namun tak sengaja Qin Xua menemukan sebuah kitab tergelatak di samping pintu. "Kitab apa ini?" Qin Xua mengambil dan melihat terdapat sebuah tulisan di sampulnya.
"Ilmu Pedang Rembulan.
"Apakah kitab ini sengaja diletakkan disini oleh kak Yin Yin? Dan menginginkan agar aku mempelajarinya?" Kemantapan hati Qin Xua untuk menjalani persyaratan tiba-tiba memudar menjadi tak bersemangat. "Maafkan Qin Qin kak Yin Yin, bila tadi Qin Qin membuat kak Yin Yin kecewa."
.......
__ADS_1