Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Laba-laba Iblis Mutiara Hijau


__ADS_3

Yinfeng yang telah terlilit oleh jaring laba-laba mendadak mengeluarkan kekuatan apinya, dari dalam lilitan itupun muncul cahaya api merah panas.


Yang membuat jaring laba-laba itu akhirnya terlepas dari tubuhnya.


"Hemmm.. Kau ini.. Tidakkah Kau memberiku kesempatan untuk bernafas terlebih dahulu." Kata, Yinfeng dengan menarik nafas dalam-dalam.


"Baik... Sekarang Aku sudah siap untuk menghadapimu..," Teriak Yinfeng


Dengan tangan yang masih terselimuti oleh api Yinfeng melesat maju memberikan pukulan pada laba-laba iblis itu.


Dukk....


Terdengar bunyi pelan yang mengenai kepala laba-laba itu.


"Waaah.. Ternyata kulitmu keras juga. Baik jika begitu akan Aku tambah tingkat kekuatanku.."


Yeaaaaahhhhh.....


Terdengar suara teriakan Yinfeng yang sangat bersemangat, tiba-tiba tubuh Yinfeng mulai memancarkan cahaya putih dingin yang menyelimuti tubuhnya.


Ternyata Yinfeng mengganti Elemen Api Abadi dengan Elemen Esnya yang telah berevolusi tatkala digabungkan dengan Mutiara Salju Abadi.


Diangkatlah tangan kanannya..


Keluarlah bola Es Salju sebesar bola basket.


"Terimalah ini...,"


Teriak Yinfeng dengan melemparkan bola Es Salju tersebut.

__ADS_1


Bola Es Salju yang dilemparkan Yinfeng mengenai badan laba-laba itu hingga terjadi ledakan yang sangat besar.


Duaaaarrrrrrrr.....rrrrr..


Tubuh laba-laba akhirnya hancur bersamaan dengan meledaknya badan laba-laba.


"Uhhh... Dahsyat juga, padahal baru setengah kekuatanku..," Gumam Yinfeng


Daya ledakan yang ditimbulkan oleh Bola Es Salju yang dilemparkan Yinfeng, membuat kawanan laba-laba yang lain muncul menghampiri Yinfeng sekitar 20 laba-laba.


"Waduuh.. Bagaimana ini.. Banyak sekali kawanan laba-laba itu..," Gumam Yinfeng


"Hemmm.. Apakah Aku harus meminta bantuan makhluk penunggu dunia dimensi itu."


Yinfeng yang masih dilanda kebingungan, namun kawanan laba-laba tidak memberikannya kesempatan itu terus melamun.


"Uhhhhh.. Sial.. Tidak seharusnya Aku bingung seperti ini."


Sesaat Yinfeng melirik kearah laba-laba yang telah ia hancurkan.


"Itu.. Mutiara Hijau dari Binatang Iblis tadi.


Baiklah akan Aku bunuh kalian semua...,"


Yinfeng mengeluarkan pedangnya yang tidak pernah ia tinggalkan, kemanapun dirinya pergi pedang itu selalu dibawanya dibelakang punggung.


Akan Aku coba kekuatan yang telah Kakek guru ajarkan padaku, Yinfeng kemudian menggabungkannya dengan kekuatan Mutiara Salju Abadi dan Permata Api Abadi.


Sontak pedang Yinfeng mengeluarkan percikan-percikan Api berselimutkan Salju yang dingin.

__ADS_1


Kekuatan yang dikeluarkan Yinfeng cukup banyak untuk mengalirkan pada pedangnya,


sehingga para kawanan laba-laba yang awalnya mendominasi serangan tiba-tiba terhenti.


Mereka merasakan kekuatan Yinfeng lebih besar dari sebelumnya, tiba-tiba kaki kawanan laba-laba membeku sedikit demi sedikit tanpa dapat bergerak sedikitpun.


"Hahaha... Sekarang kalian akan merasakan kekuatanku yang sesungguhnya. Terimalah ini...,"


Yinfeng meneriakkan sebuah jurus sambil mengayunkan pedangnya.


JURUS KILATAN PEDANG


Seperti angin yang berhembus, Jurus Kilatan Pedang Yinfeng yang dipadukan dengan Kekuatan dua Elemen melesat cepat dengan jumlah yang banyak.


Tanpa terasa satu persatu tubuh laba-laba yang terkena serangan Kilatan Pedang terbelah menjadi dua bagian hingga tak ada satupun laba-laba yang hidup ketika terkena jurus itu.


"Uhhh... Akhirnya dengan hanya mengandalkan setengah kekuatanku dapat membunuh kawanan laba-laba itu."


Namun tanpa Yinfeng sadari ternyata ada satu laba-laba yang bersembunyi dibalik pohon, mengamati jalannya pertarungan dirinya.


Ciiiiiitttttt.....


Laba-laba itu bersura dengan sangat kerasnya..


Yinfeng tampak kebingungan, dengan suara yag barusan dirinya dengar itu.


Baru saja Yinfeng mengambil Mutiara-mutira hijau dari badan laba-laba yang telah ia bunuh, tiba-tiba dirinya merasakan ada sesuatu yang mendekatinya dengan cepat.


.............

__ADS_1


__ADS_2